Kamis, 15 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Panglima Peta, Tipu Ratusan Juta Rupiah

Minggu, 06 Aug 2017 20:52 | editor : Jatmiko

Foto dukun MS yang  ngaku sebagai Supriyadi Panglima Peta, di mapolres jombang

Foto dukun MS yang ngaku sebagai Supriyadi Panglima Peta, di mapolres jombang (foto: istimewa/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Ada-ada saja modus kejahatan di Jombang. MS, 56,  warga Dusun Turi, Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo diringkus jajaran Satreskrim Polres Jombang. Itu setelah dirinya mengaku bisa mendatangkan uang dari alam gaib. Korbannya pun merugi hingga seratusan juta rupiah. ”Pelaku sudah kita amankan, masih kami lakukan pemeriksaan intensif,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, Minggu (6/8).

Norman mengatakan, penangkapan pelaku bermula laporan MT, 42, warga Dusun Sidomulyo, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Dirinya mengaku merugi sekitar seratus juta akibat termakan tipu daya pelaku. ”Korban dijanjikan uang melimpah, didatangkan dari gudang amanah di alam gaib,” terangnya.

Lebih lanjut, perkenalan korban dengan pelaku bermula Januari 2014 lalu. Saat itu, korban tergiur dengan kemampuan supranatural yang ditunjukkan pelaku, terlebih pelaku mengaku sebagai sosok Supriyadi, panglima pasukan Pembela Tanah Air (PETA), ”Ditunjukkan atraksi  menggosok kopyah, kemudian terlihat terdapat uang di dalam kopyah. Pelaku mengaku sebagai penglima PETA, Supriyadi,” imbuhnya.

Melihat kemampuan tidak wajar itu, tak pelak korban seketika tergoda. Kesempatan itu tidak disia-siakan pelaku. Dengan segala tipu dayanya, pelaku berhasil memperdayai korban agar menyiapkan ruang khusus sebagai sarana dirinya melakukan ritual menarik uang dari gudang amanah di alam gaib, termasuk menyediakan sebuah kardus sebagai tempat menampung uang yang dijanjikan.

Setelah lokasi ritual telah siap, pelaku pun mendatangi rumah korban dan melakukan ritual khusus. Dengan dalih sebagai tebusan, korban menurut saja saat pelaku memintanya menyediakan sejumlah uang termasuk menyembelih hewan kambing sebagai syarat mendapatkan uang dari gudang amanah. ”Totalnya korban menderita kerugian sekitar Rp 100 juta,” bebernya.

Untuk mengelabui korban, pelaku meminta korban mengunci rapat ruangan khusus tersebut dan melarang korban mendekati ruangan sebelum ada perintah darinya. Belakangan ritual uang yang dilakukan pelaku tak kunjung mendapat hasil. Berulangkali dkejar, dirinya selalu beralasan dan meminta korban sabar menunggu. ”Ini sudah memasuki tahun ketiga,” bebernya.

Belakangan, pelaku kembali menawarkan korban melanjutkan ritualnya. Seperti biasa dirinya memasuki ruangan khusus dan menguncinya dari luar. Sadar telah menjadi korban penipuan, korban pun menghubungi polisi. Mendapat laporan tersebut, Kamis, (3/8) dini hari, sekitar pukul 01.00, sejumlah bergerak ke lokasi.

Benar saja, saat digeledah, petugas hanya menemukan kardus kosong, dengan mudah pelaku pun berhasil diamankan. Selain mengamankan barang bukti, petugas selanjutnya menggelandang pelaku ke Mapolres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. ”Masih kita dalami pemeriksaan,” pungkas Norman.

(jo/naz/mik/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia