Jumat, 19 Oct 2018
radarjombang
icon featured
Jombangan

Melihat Fasum di Lokasi Wisata Alam Sumberboto

Banyak yang Rusak, Wisma Hampir Ambruk

Sabtu, 15 Jul 2017 09:45 | editor : Binti Rohmatin

salah satu fasum di wisata sumberboto

salah satu fasum di wisata sumberboto (HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Wisata alam Sumberboto di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno memang menjadi salah satu wanawisata primadona di Kabupaten Jombang. Sayang, keberadaan wisata itu tak didukung dengan fasilitas umum yang memadahi.

AINUL HAFIDZ, Mojowarno

Ya, masih ditemukan beberapa fasilitas milik Perum Perhutani ini yang rusak. Paling mencolok yakni tempat duduk bagi pengunjung, kondisinya sudah tidak utuh lagi. ’’Ada sekitar dua tempat duduk atapnya bolong-bolong,’’ ungkap Marfiatin, salah satu pengunjung.

Dikatakan, selama musim liburan dia bersama dengan anggota keluargnya sering berkunjung di wanawisata tersebut. Sayang, dari tahun ke tahun di tempat wisata itu tak pernah berubah. Sebagian fasum yang rusak dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serisu dari pihak pengelola. ’’Kalau nggak salah sudah tiga kali ini kami ke sini, tapi kok tidak diperbaiki,’’’ keluh dia.

Meski wanawisata tersebut cukup apik, namun menurut Marfiatin seharusnya juga diikuti dengan fasilitas yang memadahi. ’’Paling tidak tempat duduknya segera diperbaiki, kasihan pengunjung kalau dibiarkan begini. Apalagi, akses jalan menuju kesini juga rusak,’’ imbuhnya kembali mengeluh.

Selain tempat duduk yang dibiarkan rusak, juga keberadaan salah satu bangunan wisma. Lokasinya berada disamping kolam renang untuk anak-anak. Gedung yang warna catnya sudah kusam ini nampak dibiarkan mangkrak tak terurus. Sebagian atap dibiarkan jebol. Paling miris, atap bagian belakang sebagian sudah ambruk. ’’Makanya perlu diperbaiki, tidak dibiarkan seperti ini,’’ pungkas wanita usia 44 tahun ini.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Perum Perhutani KPH Jombang, Arif Bijaksana, mengakui di wanawisata tersebut sebagian fasum rusak termasuk mangkraknya salah satu bangunan. ’’Jadi bangunan itu sebenarnya adalah wisma, kondisinya sekarang hampir ambruk. Tapi, sudah kita rencanakan untuk direnovasi,’’ ujar Arif. Hanya saja, kata Arif rencana perbaikan itu terkendala dengan biaya. ’’Nanti akan dirombak dan di desain baru, tapi juga butuh biaya,’’ beber dia.

Selain perbaikan gedung itu, kata Arif rencana awal di lokasi tersebut bakal dilakukan penambahan wahana. ’’Ke depan akan kita perbaiki. Wahana akan ditambah dan dipercantik agar bisa memenuhi harapan pengunjung. Rencananya ada nanti ada  kolam bermain, track sepeda gunung dan offroad, semuanya akan kita rintis,’’ rincinya. Sayang, lagi-lagi karena faktor biaya dia tak bisa menjelaskan kapan penambahan itu dilakukan. Termasuk perbaikan jalan menuju tempat wisata yang selama ini dibiarkan rusak.

’’Aksesnya memang rusak, kita sudah komunikasi ke pemerintah daerah agar segera diperbaiki. Karena jalan itu kewenangannya ada di pemerintah, hanya wanawisatanya saja yang kita kelola,’’ jelasnya.

Diakui, setiap masuk musim liburan jumlah pengunjung di wisata alam tersebut selalu naik. Pada musim libur Lebaran yang bertepatan dengan libur sekolah misalnya. Berdasarkan catatannya, jumlah pengunjung naik sekitar 25 persen. ’’Kalau hari-hari biasa sekitar 20 pengunjung, tapi kalau liburan bisa sampai 30 orang setiap hari,’’ pungkas Arif juga bagian Pengembangan Wisata Perum Perhutani ini. (nk)

(jo/fid/bin/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia