Radarjombang.id - Keluhan terkait kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya menu kering saat ramadan di Kabupaten Jombang terus bermunculan.
Yang paling terbaru, sejumlah warga di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang mengeluhkan balita mereka mendapatkan menu MBG berisi roti berjamur.
Salah satunya, diungkapkan LW, salah satu ibu di Desa Sambongdukuh. Ia mengaku, menu MBG yang diberikan kepada balitanya pada Rabu (25/2) benar-benar tidak bermutu.
"MBG untuk balita di wilayah Sambong(dukuh) meresahkan, roti MBG balita kok berjamur," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
LW menjelaskan, Rabu Pagi, ia dan sejumlah ibu yang lain seperti biasa mendapat jatah MBG untuk balita anggota posyandu. Pagi itu, ia mendapat menu sebuah roti dalam plastik, jeruk dan susu UHT kecil. "Tahunya itu sore pas waktu mau dimakan, ternyata dilihat rotinya kok sudah ada jamurnya," lanjutnya.
Karena itu, ia pun takut dan tidak jadi mengonsumsi makanan tersebut. "Akhirnya ya dibuang, kalau SPPG nya dari SPPG Tambakrejo 3," pungkasnya.
Kepala Desa Sambongdukuh Khairurroziqin juga tak menampik adanya kasus roti berjamur itu saat dikonfirmasi Kamis (26/2) malam. Bahkan, dari laporan yang ia terima, kasus itu ada lebih dsri satu untuk MBG balita Posyandu di desanya.
"Kemarin memang ada laporan demikian, tapi sudah kami sampaikan ke PIC atau kader penerima, untuk didata dan dikembalikan, karena tentu tidak boleh kan kualitas begitu diberikan," lontarnya.
Ia menyebut, sejak Desember 2025 lalu sekitar 500 balita anggota posyandu di desanya memang mendapatkan pasokan MBG setiap hari dari SPPG tersebut.
"Tapi sebelumnya aman, entah kenapa kemarin kok tiba-tiba begitu, saya juga sudah menghubungi kepala dapurnya untuk minta itu diganti lah. Sudah dijanjikan diganti juga, tapi belum sampai hari ini," pungkasnya.
Terpisah, Kepala SPPG Tambakrejo 3 Paramananda Nur S juga tak menampik adanya temuan tersebut.
"Ya memang itu roti dari kami, sudah kami mintakan retur ke suplier dan saat ini sudah terkumpul datanya dan akan saya serahkan ke suplier," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (26/2) malam.
Nanda, menyebut pihaknya juga mengakui adanya kelalaian dan tidak teliti dalam melakukan pengecekan roti tersebut.
"Pada saat kedatangan, roti dalam keadaan terbungkus. Tampak luar, bagus," lanjutnya.
Hingga Kamis malam dari pendataannya dari 2.846 porsi yang dibagikan, ia menyebut ditemukan 77 roti berjamur di tujuh titik pembagian.
Masing-masing 19 roti berjamur di MI Al Azhar, 14 roti di SDN Sambongdukuh 3, 1 roti berjamur di Perum Sambong Permai, 12 roti di Perum Buma, 13 roti di TK Muslimat, 10 roti di Dusun Sariloyo dan 8 roti berjamur di Perum Sambong Indah.
Nanda juga mengakui, hingga Kamis (26/2) malam, belum ada penggantian MBG untuk roti berjamur tersebut.
"Belum (diganti,Red) pak, karena pembuatan (roti,Red) seperti itu juga berproses. InsyaAllah minggu depan, Karena besok dapur kita juga libur," pungkasnya.
Kasus ini, menambah daftar panjang kasus menu MBG tak layak di Kabupaten Jombang. Sebelumnya menu MBG dari SPPG Jogoroto juga dikeluhkan lantaran dinilai terlalu minim dan tak layak, karena cuma berupa ketela rebus, kering tempe dan sebuah jeruk.
Setelah viral dan sempat ditolak salah satu sekolah, menu itupun diganti. Dan kepala SPPG menilai menu itu hanya soal.salah teknis. (riz)
Editor : Anggi Fridianto