Radarjombang.id - Pemkab Jombang terus menertibkan keberadaan tiang-tiang internet yang dinilai mengganggu estetika kota dan arus lalu lintas. Usai mencabut 152 tiang internet bermasalah, kini Pemkab meminta provider melakukan penertiban mandiri.
”Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat bersama yang digelar sebelumnya,” terang Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Bambang Suntowo, Selasa (21/10).
Bambang mengimbau para provider untuk menertibkan tiang yang keberadaannya mengganggu pengguna jalan. ”Penertiban ini kita tindak lanjuti sebagai upaya menjaga estetika kota sekaligus menertibkan tiang internet yang mengganggu lalu lintas. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Bambang menambahkan, penataan infrastruktur telekomunikasi ini juga bertujuan untuk menciptakan tata kota yang lebih rapi dan tertib. Ia mencontohkan, di Jalan Kusuma Bangsa, satu tiang kini digunakan secara bersama oleh beberapa provider, sehingga tidak lagi tampak semrawut. Ia meminta provider juga melakukan hal serupa.
”Pada intinya, tujuan kita ingin menjadikan tata kota lebih rapi. Penertiban ini juga menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan provider agar kota Jombang terlihat tertata lebih rapi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang terus gencar melakukan penertiban tiang internet yang dinilai mengganggu estetika dan ketertiban ruang publik. Hingga pertengahan Oktober ini, total sebanyak 152 tiang internet di wilayah perkotaan telah dibongkar tim gabungan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, penertiban ini dilakukan secara bertahap di sejumlah titik, termasuk yang terbaru di kawasan Jalan Kusuma Bangsa.
”Per hari ini, total sudah ada 152 tiang internet yang kami tertibkan. Jumlahnya memang bertambah karena ada beberapa titik baru yang kami lakukan penertiban,” ujar Bayu.
Penertiban ini bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, namun juga bagian dari upaya menjaga kerapian kota serta keselamatan pengguna jalan. Sebab, beberapa tiang diketahui dipasang tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan estetika. ”Bahkan ada yang sampai menutupi lampu lalu lintas,” tegasnya.
Bayu menambahkan, pihaknya juga menggandeng para penyedia layanan internet (provider) untuk ikut serta dalam proses penataan ini. ”Kami mengajak para provider untuk bersama-sama melakukan penertiban. Ini adalah bagian dari komitmen kita bersama menjaga keindahan kota dan ketertiban umum,” tambahnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto