Radarjombang.id - Perekrutan calon siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang terus dimatangkan. Sampai kemarin, pendaftar untuk siswa jenjang SD minim.
Sehingga kemungkinan pemkab hanya membuka masing-masing dua rombongan belajar (rombel) untuk SMP dan SMA.
’’Pendataan terus kita lakukan. Karena calon siswa harus masuk di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) khususnya yang ada di desil 1 dan desil 2,’’ kata Sekdakab Jombang Agus Purnomo, kemarin (10/5).
Dari pendataan terbaru, jumlah siswa yang bakal masuk sekolah rakyat jejang SMP ada 79 anak.
Sedangkan siswa SMA 80 anak. ’’Nanti kita rapat dengan rekan-rekan camat, untuk memantangkan persiapan ini,’’ jelasnya.
Melihat perkembangan yang ada, kemungkinan Pemkab Jombang tidak akan membuka rombel jenjang SD.
Pasalnya, dari konfirmasi yang dilakukan oleh camat dan kades di lapangan, banyak orang tua yang tidak bersedia melepaskan anak-anak mereka mengikuti sekolah rakyat dengan konsep boarding school.
’’Saat ini yang berminat untuk jenjang SD baru 13 siswa. Dan memang kemarin banyak orang tua menyatakan tidak berani.
Ini kita evaluasi terus. Dan jika tetap minim, maka kita buka rombel SMP dan SMA saja,’’ terangnya.
Saat ini sudah dimulai penerimaan peserta didik baru dengan dua rombel (SMP dan SMA). Namun, proses seleksi akan terus dilanjutkan terutama untuk memastikan mereka benar-benar tidak mampu.
’’Nanti kita juga akan datang ke rumah calon siswa, untuk memastikan hal itu,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto