JOMBANG – Rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang diajukan Pemkab Jombang untuk pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II B akhirnya turun.
Namun, masih ada satu rekom lagi yang perlu dikantongi, yakni dari Kemendagri yang hingga kini belum juga turun.
”Untuk rekom dari KASN sudah turun beberapa hari kemarin, tinggal menunggu rekom dari Kemendagri. Karena kita harus mengantongi rekom Kemendagri untuk bisa melakukan pelantikan pejabat pengisian JPTP,’’ ujar Ketua Tim Pansel Selter JPTP Jombang Agus Purnomo.
Disinggung mengenai rekom dari Kemendagri, ia belum bisa menjelaskan secara rinci. Sebab, rekom tersebut adalah wewenang pusat.
”Kita tidak bisa intervensi kapan turun. Karena ini hak Kemendagri langsung,’’ tambah Agus.
Lantas bagaimana jika rekom Kemendagri baru turun setelah masa jabatan Bupati-Wakil Bupati habis 24 September mendatang?
Secara politis, ia optimistis jika rekom akan turun sebelum masa jabatan bupati habis.
”Insya Allah tidak. Sebab, rekom biasanya turun dalam kurun waktu 14 hari kerja,’’ jelasnya.
Besar harapannya, rekom segera turun cepat sehingga pelantikan pejabat terpilih hasil seleksi JPTP bisa dilaksanakan.
Begitu pula dengan pelantikan promosi pejabat yang naik pangkat mengisi kekosongan eselon III.
”Semoga segera turun dan kita bisa melakukan pelantikan. Untuk rekom KASN yang turun kita sudah laporkan ke ibu bupati,’’ pungkas dia.
Sekadar diketahui, saat ini ada sembilan nama terbaik untuk masing-masing tiga formasi jabatan.
Untuk posisi Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan ada nama Adi Prasetyo, Joko Murcoyo dan Sri Surjati.
Kemudian posisi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan, ada Sudiro Setiono, Supar dan Syaiful Anwar.
Sedangkan jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, ada Endro Wahyudi, Imron dan Iswan Nanang Risdiyanto.
Ke-9 nama itu akan dipilih satu nama untuk masing-masing jabatan oleh Bupati Jombang.
”Saat ini, nama-nama tersebut sudah kita serahkan ke bupati untuk dipilih satu nama yang akan mengisi kekosongan jabatan,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW