Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

DLH Jombang Kembangkan Program Konservasi Berbasis Masyarakat

Dorong Perlindungan Hutan dan Sumber Daya Air

27 September 2021, 17: 18: 02 WIB | editor : M. Nasikhuddin

DLH Jombang Kembangkan Program Konservasi Berbasis Masyarakat

Share this      

JOMBANG – Isu strategis di bidang lingkungan hidup saat ini salah satunya terkait alih fungsi hutan, pemanfaatan hasil hutan secara ilegal dan penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air. Kondisi ini yang mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengembangkan perlindungan hutan dan mata air berbasis partisipasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum mengatakan, sudah ada kesepakatan bersama antara Bupati Jombang Munjidah Wahab dan Perhutani KPH Jombang pada 2020-2021. DLH bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) telah menanam lebih dari 4.000 batang tanaman produktif di sempadan mata air. ”Jenis tanaman yang ditanam di antaranya durian, alpukat, nangka, durian, kemiri dan bambu,” ujarnya.

DLH juga mendorong pengembangan inovasi pelayanan publik bidang lingkungan hidup melalui Ekowisata Wonosalam Permata Hati (Perlindungan Mata Air dan Hutan Berbasis Partisipasi). Inovasi ini sudah dikembangkan sejak 2016 sampai dengan saat ini, melalui integrasi kegiatan konservasi, edukasi, wisata, keanekaragaman hayati dan partisipasi masyarakat. ”Replikasi program sudah dilakukan pada tiga lokasi yaitu, Taman Keanekaragaman Hayati di Desa Sumberejo, Hutan Mendiro di Desa Panglungan dan Kampung Adat Segunung di Desa Carangwulung,” bebernya. 

Baca juga: Peringkat Tiga Besar Diusulkan ke Bupati Jombang

DLH Jombang Kembangkan Program Konservasi Berbasis Masyarakat

Ulum menjelaskan Permata Hati diinisiasi dengan tujuan menjaga kelestarian sumber daya mata air, hutan, dan keanekaragaman hayati melalui partisipasi masyarakat serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan. ”Keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan sangat penting, karena masyarakatlah yang setiap hari berinteraksi di hutan dengan berbagai ikatan emosional dan ekonomi yang terkandung di dalamnya,” terangnya.

Program ini mengajak masyarakat untuk secara sadar melakukan perlindungan dan pelestarian hutan di sekitarnya. Untuk memperkuat kapasitas kelompok pengelola sudah dilakukan beberapa kegiatan pendampingan. ”Peningkatan kapasitas pendamping wisata edukasi, budidaya lebah madu, pengolahan kopi dan susu,” katanya.

Ulum menambahkan, inovasi ini telah mendapat apresiasi dari KemenPAN-RB sebagai 99 inovasi pelayanan publik terbaik tingkat nasional pada 2020. Selain itu program unggulan yang dimiliki DLH yakni, Taman Keanekaragaman Hayati di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam.

Kegiatan ini dikembangkan sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati khususnya tanaman langka dan endemik Jawa Timur pada lahan 15 hektare. ”Saat ini telah menjadi wisata edukasi botani rujukan dari beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Timur, dan telah memiliki lebih dari 133 spesies tanaman dengan 3.000 tegakan menjadi koleksi ilmiah,” ungkapnya.

Untuk memperkuat upaya perlindungan sumber daya air, lanjut Ulum. Pada 2021, Pemkab Jombang juga telah mewajibkan semua desa untuk membangun sumur resapan melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus Program Jombang Berkadang.

Sumur resapan ini diharapkan tidak hanya berfungsi menambah cadangan air tanah dangkal tetapi juga mengurangi risiko genangan banjir terutama di area permukiman. ”Pada akhir tahun diharapkan ada 3.106 titik sumur resapan yang akan terbangun. Kegiatan pembangunan dilakukan dengan padat karya melibatkan masyarakat setempat,” pungkas Ulum.

(jo/yan/naz/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia