Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPPKB-PPPA Jombang Gelar Bimtek Standarisasi SRA Hari Terakhir

26 November 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DPPKB-PPPA Jombang Gelar Bimtek Standarisasi SRA Hari Terakhir

Share this      

JOMBANG – Bimtek sekolah ramah anak kemarin merupakan hari terakhir. 20 sekolah terakhir datang ke Ruang Rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang. Diharapkan, sekolah mampu menyerap materi yang diberikan dan segera diterapkan di sekolah masing-masing.

”Mudah-mudahan materinya sampai, dan memperbaiki standar SRA di sekolah masing-masing,” ungkap Nurkamalia, kepala DPPKB PPPA Jombang.

Hari terakhir kemarin, yang mengikuti ialah MTs Nurul Quran, MTs Darul Ulum Bandung, MTs AL Anwar Paculgowang, MTs Salafiyah Syafiiyah, MTs Darussalam Ngesong, MA Muallimin Muallimat, MA Unggulan Darul Ulum Rejoso, MA Madrasatul Quran, MA Perguruan Muallimat, MA Fatah Hasyim Bahrul Ulum, MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, MA Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh, MA Hasyim Asy’ari, MA Ihsanniat, MA Darul Faizin, MA AL Anwar Paculgowang, MA Nurul Quran, MA Al Bairuny, MA Darussalam Ngesong, MA Ghozaliyah.

Baca juga: Mendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Tren Pertubuhan Ekonomi Hijau

DPPKB-PPPA Jombang Gelar Bimtek Standarisasi SRA Hari Terakhir

Standarisasi merupakan proses merencanakan, merumuskan, menetapkan, memberlakukan, memelihara dan mengawasi standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan pemangku kepentingan. Sedangkan dalam kepentingan SRA, standarisasi dapat dirasakan berbagai pihak, mulai dari peserta didik juga wali murid. Mereka akan merasakan kecocokan layanan di SRA manapun yang dikunjungi.

Bagi pemerintah, standarisasi memiliki manfaat untuk memudahkan identifikasi kebutuhan sumberdaya secara nasional melalui pengadaan barang dan jasa secara terpusat dengan spesifikasi yang sama. Sedangkan dalam konteks kabupaten layak anak, standarisasi SRA turut mempercepat upaya pemenuhan indikator-indikator kabupaten layak anak.

Standarisasi SRA harus memenuhi enam komponen. Diantaranya kebijakan tentang SRA yang memiliki bobot 25 persen, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih KHA dengan bobot 15 persen, proses belajar ramah anak dengan bobot 20 persen, sarana prasarana ramah anak dengan bobot 10 persen, pertisipasi anak dengan bobot 15 persen, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, stakeholder lainnya serta alumni dengan bobot 15 persen.

Kegiatan dibagi menjadi tiga hari 23, 24, dan 25 November. Ada 60 sekolah yaitu SMP, MTs dan MA yang mengikuti kegiatan itu, masing-masing mengirimkan dua delegasi, yaitu kepala sekolah dan guru bimbingan konseling atau kesiswaan. ”Kita bagi menjadi tiga hari agar tidak terlalu berjubel, menyesuaikan dengan kapasitas ruangan,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia