28.9 C
Jombang
Saturday, January 28, 2023

Tangani Kegawatdaruratan, Dinkes Beri Layanan PSC, 24 Jam dan Gratis

JOMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jombang. Salah satunya, program Public Safety Center (PSC). Pelayanan penanganan kegawatdaruratan ini dibuka 24 jam bagi semua masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

”PSC ini bisa disebut sebagai penanganan kegawatdaruratan, launching 23 November 2021. Kami bisa menjangkau seluruh masyarakat Jombang, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada di Jombang,” kata drg Budi Nugroho Kepala Dinas Kesehatan Jombang.

PSC juga menerima dan meneruskan kegawatdaruratan dari pusat komando nasional center. Salah satu fungsi PSC, yaitu memberikan pelayanan kegawatdaruratan medis kepada korban kecelakaan atau sakit di rumah. Pelayanan ini menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Jombang, baik dari pusat kota sampai ke desa-desa.

Baca Juga :  Terkait Pengadaan Lahan untuk Relokasi Pedagang Pemdes Pilih Hati-Hati

”Misalnya jika ada kecelakaan dan perdarahan maka akan kita tangani dulu, agar darahnya tidak terlalu banyak keluar, setelah dapat penanganan pertama, baru kita bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat yang bisa menangani,” jelas drg Budi.

Untuk memberikan pelayanan PSC, fasilitas yang dipakai juga sangat memadai. Ada dua armada mobil ambulans dan tiga ambulans motor, dengan fasilitas cukup lengkap. Ambulans motor dipakai untuk menjangkau rumah-rumah yang melintasi gang sempit. Ada 4 operator dan tenaga medis yang dibagi menjadi tiga shift dalam 24 jam.

Untuk penanganan kegawatdaruratan atau pertolongan pertama, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada di Jombang. Di antaranya 34 puskesmas, 14 rumah sakit dan 37 klinik. ”Misalnya terjadi kecelakaan di daerah Kabuh, tapi karena kita berada di Jombang kota, maka kita akan koordinasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat yang ada di sana agar korban segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendaftaran Ditutup, Jabatan Inspektur Diserbu Pendaftar

Untuk memanfaatkan layanan ini, Dinas Kesehatan menyediakan aplikasi sistem bantuan ambulans warga Jombang (si Bangjo). Melalui aplikasi itu ada sebuah tombol yang bisa dipencet, dan akan langsung tersambung dengan sambungan telepon PSC.

”Kita tidak hanya melayani kecelakaan, mungkin ada yang terserang hipertensi tengah malam atau membutuhkan pelayanan dan penanganan segera ke rumah sakit, maka akan kita fasilitasi melalui PSC. Semua gratis tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (wen/bin/riz)

 






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jombang. Salah satunya, program Public Safety Center (PSC). Pelayanan penanganan kegawatdaruratan ini dibuka 24 jam bagi semua masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

”PSC ini bisa disebut sebagai penanganan kegawatdaruratan, launching 23 November 2021. Kami bisa menjangkau seluruh masyarakat Jombang, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada di Jombang,” kata drg Budi Nugroho Kepala Dinas Kesehatan Jombang.

PSC juga menerima dan meneruskan kegawatdaruratan dari pusat komando nasional center. Salah satu fungsi PSC, yaitu memberikan pelayanan kegawatdaruratan medis kepada korban kecelakaan atau sakit di rumah. Pelayanan ini menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Jombang, baik dari pusat kota sampai ke desa-desa.

Baca Juga :  Dibuang Sembarangan Sampah Menumpuk di Saluran Induk Mrican Kanan Megaluh,

”Misalnya jika ada kecelakaan dan perdarahan maka akan kita tangani dulu, agar darahnya tidak terlalu banyak keluar, setelah dapat penanganan pertama, baru kita bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat yang bisa menangani,” jelas drg Budi.

Untuk memberikan pelayanan PSC, fasilitas yang dipakai juga sangat memadai. Ada dua armada mobil ambulans dan tiga ambulans motor, dengan fasilitas cukup lengkap. Ambulans motor dipakai untuk menjangkau rumah-rumah yang melintasi gang sempit. Ada 4 operator dan tenaga medis yang dibagi menjadi tiga shift dalam 24 jam.

Untuk penanganan kegawatdaruratan atau pertolongan pertama, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada di Jombang. Di antaranya 34 puskesmas, 14 rumah sakit dan 37 klinik. ”Misalnya terjadi kecelakaan di daerah Kabuh, tapi karena kita berada di Jombang kota, maka kita akan koordinasikan dengan fasilitas kesehatan terdekat yang ada di sana agar korban segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Baca Juga :  Demo Tolak Kenaikan BBM di Jombang Berakhir Ricuh

Untuk memanfaatkan layanan ini, Dinas Kesehatan menyediakan aplikasi sistem bantuan ambulans warga Jombang (si Bangjo). Melalui aplikasi itu ada sebuah tombol yang bisa dipencet, dan akan langsung tersambung dengan sambungan telepon PSC.

”Kita tidak hanya melayani kecelakaan, mungkin ada yang terserang hipertensi tengah malam atau membutuhkan pelayanan dan penanganan segera ke rumah sakit, maka akan kita fasilitasi melalui PSC. Semua gratis tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (wen/bin/riz)

 






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/