Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dinsos Jombang Gelar Wokshop SDM PKH Bangun Sinergitas Wujudkan 6 T

25 November 2021, 17: 42: 37 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dinsos Jombang Gelar Wokshop SDM PKH  Bangun Sinergitas Wujudkan 6 T

Share this      

JOMBANG – Upaya Dinas Sosial (Dinsos) Jombang untuk mencegah terjadinya kasus hukum dilakukan dengan menggelar Workshop untuk SDM PKH. Kegiatan dilaksanakan di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang kemarin (24/11).

”Kita melihat perkembangan saat ini banyak sekali pendamping PKH yang terjerat kasus hukum. Kita ingin mencegah itu di Jombang,” ungkap Hari Purnomo, Kepala Dinas Sosial Jombang, (24/11) kemarin.

Banyaknya kasus hukum yang menjerat para pekerja sosial menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkab Jombang. Melalui dinas sosial, pemkab ingin memberikan benteng kepada para pendamping PKH agar lebih berhati-hati dan amanah. ”Workshop itu sebagai salah satu ajang membangun sinergitas mewujudkan 6T. Yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat manfaat, dan tepat administrasi,” tandas Hari.

Baca juga: Jalan KH Wahid Hasyim Terlihat Cantik

Dinsos Jombang Gelar Wokshop SDM PKH  Bangun Sinergitas Wujudkan 6 T

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Imran Kajari Jombang, AKP Lely Bachtiar, Kasat Binmas Polres Jombang, Andhi Subangun, Kasi Intelijen Kejari Jombang, Purwanto Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, serta sejumlah kepala OPD.

Kajari Imran juga sempat memberikan video tayangan tentang kasus hukum yang menjerat salah satu pendamping PKH. Ia ingin memperingatkan, kejadian itu jangan sampai terjadi di Jombang. ”Kami ingin memberikan pencerahan kepada teman-teman, jangan sampai yang dicontohkan Kajari tadi terjadi di Jombang. Sebagai pengingat agar pendamping melaksanakan tugas dengan benar dan menjaga kode etik,” jelasnya.

Bupati Mundjidah Wahab mendukung kegiatan itu, bahkan Pemkab Jombang memberikan bantuan berupa laptop untuk operator kabupaten, juga baju batik untuk seluruh pendamping yang hadir.

Secara simbolis, kemarin juga diserahkan bantuan stimulus kube Rp 1 juta untuk KPM graduasi PKH atau KPM yang sudah berakhir kepesertaannya karena kondisi sosial ekonomi yang sudah meningkat atau tidak lagi memenuhi syarat untuk menerima bantuan PKH.

Bupati Mundjidah berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk usaha bersama dalam satu kelompok. ”Setiap desa ada 10 orang. Masing-masing menerima Rp 1 juta, bisa dijadikan usaha bersama untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” harapnya.

Seragam batik yang diberikan juga diharapkan bisa dijadikan seragam kebanggaan. ”Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan baik, biar penampilannya semakin oke dengan seragam batik baru,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia