Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Ajak Buruh Gempur Rokok Ilegal

25 November 2021, 17: 40: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Ajak Buruh Gempur Rokok Ilegal

Share this      

JOMBANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang bersama Bea dan Cukai Kediri mengadakan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan bidang bea dan cukai di perusahaan rokok KSU Perdula, Ngoro, Senin (22/11). Sebanyak 200 orang buruh rokok yang menjadi peserta diharap bisa memahami aturan terkait cukai dan risiko pelanggarannya.

Kegiatan sosialisasi dibuka Kepala Disnaker Jombang Priadi. Hadir dalam kegiatan itu, pemeriksa bea dan cukai Raden Donny Sumbada, dan diikuti buruh rokok KSU Perdula Ngoro. ”Saya harap, para buruh tau, aturan cukai itu seperti apa, risiko jika melanggar aturan itu seperti apa,” ungkap Priadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang, kemarin.

Priadi menjelaskan, pengertian cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu. Di antaranya barang-barang yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang cukai. Sedangkan rokok ilegal adalah rokok yang dalam pembuatan dan peredarannya tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

Baca juga: Dua Tahun 41 Penindakan

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Ajak Buruh Gempur Rokok Ilegal

Buruh pabrik rokok sebagai tenaga yang mengerti tentang cara pembuatan rokok diimbau tidak membuat rokok lintingan sendiri dan diedarkan ke masyarakat luas. ”Dengan adanya sosialisasi ini agar pekerja atau buruh rokok yang hadir dapat mendeteksi rokok yang ditawarkan oleh oknum,” jelasnya.

Ciri-ciri rokok ilegal ialah, rokok yang diedarkan, dijual, atau ditawarkan tidak dilengkapi pita cukai, atau dikenal sebagai rokok polos atau rokok putihan.

Kemudian rokok yang diproduksi belum memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai  (NPPBKC). Rokok yang diedarkan memiliki pita cukai, tapi pita cukai yang palsu, atau sudah bekas pakai. ”Tidak sesuai peruntukan, misalnya pita cukai untuk rokok golongan SKT tapi dilekatkan pada rokok dengan golongan SKM, sehingga tidak sesuai tarif cukainya. Tidak sesuai personalisasi, misal pita cukai untuk perusahaan A, tapi digunakan untuk perusahaan B,” rincinya.

Jika ada yang melakukan pelanggaran tersebut, hukuman pidana penjara paling singkat satu  sampai lima tahun, dan atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai, dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.Masyarakat juga bisa menyampaikan gempur rokok ilegal melalui layanan informasi Bea Cukai Kediri pada nomor 081335672009.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia