Sabtu, 04 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Giliran Tiga Kecamatan Wilayah Selatan

Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Sosialisasikan Aturan Cukai

25 November 2021, 18: 28: 47 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Sosialisasikan Aturan Cukai

Share this      

JOMBANG – Bagian Perekonomian Setdakab Jombang gencar menyosialisasikan peraturan terkait cukai. Salah satunya kegiatan sosialisasi yang digelar di Kampoeng Jawi Wonosalan (24/11) kemarin.

Kegiatan sosialisasi gelombang ketujuh melibatkan unsur tiga pilar dan forkopimcam di tiga kecamatan di wilayah selatan, yakni Kecamatan Mojowarno, Bareng dan Wonosalam. ”Kegiatan ini, merupakan kegiatan ketujuh, dan terakhir untuk tahun ini yang diselenggarakan Bagian Perekonomian Setdakab Jombang,” terang Aminatur Rokhiyah, Kabag Perekonomian Setdakab Jombang.

Kegiatan sosialisasi dibuka Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Dalam sambutannya, Wabup Sumrambah menyinggung potensi besar yang bisa didapat Jombang dari cukai hasil tembakau. ”Di Kabupaten Jombang yang penduduknya sekitar 1,4 juta jiwa. 1 juta di antaranya orang dewasa, dan 50 persennya adalah perokok,” ungkap Sumrambah.

Baca juga: Segera Koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan

Dari hitungan kasarnya, dari 50 persen orang dewasa di Jombang itu saja, akan ada lebih dari Rp 750 miliar pajak rokok bisa disumbangkan. ”Uang sebegitu besar itu tidak bisa disepelekan, banyak pos anggaran yang bisa dibantu dari uang pajak cukai itu,” lanjutnya.

Karena itu, menurutnya sosialisasi ini menjadi sangat penting. Dilibatkannya unsur tiga pilar dalam sosialisasi, diharapkan mampu mempersempit ruang gerak peredaran rokok polos atau rokok ilegal. ”Tiga pilar, harus mempersempit peredaran rokok ilegal, menyelamatkan keuangan negara agar tidak menguap sia-sia,” lanjutnya.

Sosialisasi dilanjutkan pemaparan materi dan sesi tanya jawab yang dipimpin Rochmad Abidin, Anggota Komisi B DPRD dan Kepala KPP Bea dan Cukai Kediri Sunaryo.

Dalam materinya, Rohmad Abidin menyampaikan dua sisi dampak yang bisa saja ditimbulkan dari rokok. ”Pendapatan negara dari cukai tembakau memang sangat besar, kita semua tahu itu. Namun ketika berbicara rokok, kita juga harus bicara tentang kesehatannya,” ungkap Rochmad.

Ia menyebut, meskipun cukai mampu menyumbang hingga Rp 7,7 triliun pendapatan negara, namun jika dibandingkan dengan orang yang sakit akibat rokok yang ditanggung BPJS, klaimnya masih mencapai Rp 25 triliun. ”Artinya keduanya harus tetap berjalan seimbang. Pajak dari cukai rokok jangan sampai bocor, namun regulasi untuk perokok juga perlu bagi kaum wanita maupun anak kita semuanya,” pungkasnya.

Kegiatan diskusi berjalan hidup. Peserta pun terlihat antusias mengikuti pemaparan materi dari narasumber. Beberapa perwakilan kepala desa, Bhabinkamtibmas juga Babinsa juga sempat menyampaikan pertanyaannya kepada narasumber yang hadir.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia