alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Polemik Kios Pupuk Baru, DPRD Jombang Minta Dinas Turun Tangan

JOMBANG – Polemik pendirian kios pupuk subsidi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang,  mendapat perhatian dari kalangan dewan. Mereka minta dinas segera turun tangan untuk menjembatani permasalahan yang ada.

“Setelah mendapat laporan itu saya koordinasi dengan perangkat desa,” ujar Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang kemarin. Disampaikannya, penambahan kios baru itu merupakan kewenangan pihak distributor. Hanya saja, permasalahan kios pupuk subsidi harus segera diselesaikan dengan baik.

“Memang sepenuhnya kewenangan distributor. Tapi dinas harus menjembatani untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tegas dia. Untuk itu pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan dinas terkait. “Karena ingin tahu permasalahannya secara detail seperti apa,” tegas politisi senior ini.

Baca Juga :  H Airlangga dan Habib Syeikh Jadi Tuan Rumah Haul Ki Ageng Gribik

Sejauh ini, informasi yang masuk hanya sebatas penambahan kios pupuk yang dikhawatirkan petani justru tidak bisa mendapat jatah pupuk subsidi dengan baik. Termasuk tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal.

“Memang kios pupuk harus sangat mengerti medan di lapangan dan mengerti petani,” ungkapnya. Terlebih lagi, keberadaan kios pupuk yang akan berdiri itu bukan berasal dari warga sekitar.

“Ini juga yang membuat petani khawatir. Karena kios lama sudah sangat memahami. Takutnya kios baru ini tidak mengerti petani. Sehingga polemik harus segera diselesaikan cepat,” pungkas Sunardi.

Sebelumnya, sejumlah warga dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, merasa keberatan adanya pembukaan kios pupuk baru. Alasannya, tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dengan Gapoktan setempat. Sikap keberatan itu dituangkan dengan mendatangi kantor balai desa setempat.

Baca Juga :  Dandim 0814 Jombang Letkol (Inf) Triyono Sebut Belum Ada Koordinasi

Alasan yang dikemukakan, lantaran tidak ada masalah dengan kios pupuk yang lama. Yang lebih membuat geram lagi, sebelumnya warga terutama petani tidak diberi tahu kalau ada penambahan kios pupuk baru. Padahal, pupuk yang disediakan di kios tentu menjadi hak petani.

- Advertisement -

JOMBANG – Polemik pendirian kios pupuk subsidi di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang,  mendapat perhatian dari kalangan dewan. Mereka minta dinas segera turun tangan untuk menjembatani permasalahan yang ada.

“Setelah mendapat laporan itu saya koordinasi dengan perangkat desa,” ujar Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang kemarin. Disampaikannya, penambahan kios baru itu merupakan kewenangan pihak distributor. Hanya saja, permasalahan kios pupuk subsidi harus segera diselesaikan dengan baik.

“Memang sepenuhnya kewenangan distributor. Tapi dinas harus menjembatani untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tegas dia. Untuk itu pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan dinas terkait. “Karena ingin tahu permasalahannya secara detail seperti apa,” tegas politisi senior ini.

Baca Juga :  Lomba Mewarnai Bikin Anak dan Guru Senang

Sejauh ini, informasi yang masuk hanya sebatas penambahan kios pupuk yang dikhawatirkan petani justru tidak bisa mendapat jatah pupuk subsidi dengan baik. Termasuk tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal.

“Memang kios pupuk harus sangat mengerti medan di lapangan dan mengerti petani,” ungkapnya. Terlebih lagi, keberadaan kios pupuk yang akan berdiri itu bukan berasal dari warga sekitar.

“Ini juga yang membuat petani khawatir. Karena kios lama sudah sangat memahami. Takutnya kios baru ini tidak mengerti petani. Sehingga polemik harus segera diselesaikan cepat,” pungkas Sunardi.

- Advertisement -

Sebelumnya, sejumlah warga dari Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, merasa keberatan adanya pembukaan kios pupuk baru. Alasannya, tidak ada pemberitahuan dan koordinasi dengan Gapoktan setempat. Sikap keberatan itu dituangkan dengan mendatangi kantor balai desa setempat.

Baca Juga :  Bupati Jombang Mengapresiasi, Ajang Pencarian Duta Wisata

Alasan yang dikemukakan, lantaran tidak ada masalah dengan kios pupuk yang lama. Yang lebih membuat geram lagi, sebelumnya warga terutama petani tidak diberi tahu kalau ada penambahan kios pupuk baru. Padahal, pupuk yang disediakan di kios tentu menjadi hak petani.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/