23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Reklame Langgar Perbup, Pemkab Layangkan Surat Pemberitahuan Pembongkaran 

JOMBANG – Pemkab Jombang menyebut sudah melayangkan surat pemberitahuan pembongkaran reklame di Jl Presiden KH Abdurahman Wahid. Hal itu, menyusul keberadaan reklame besar di belakang Ringin Contong yang jelas-jelas melanggar Perbup No 25A/2013 tentang Penyelenggaraan Reklame.

”Surat pemberitahuan untuk pembongkaran sudah kami kirim ke pemilik reklame,” ujar Joko Triono Sekretaris DPMTPSP Jombang, saat dikonfirmasi kemarin. Surat pemberitahuan ke pemilik reklame itu agar segera dilakukan pembongkaran lantaran masa berlaku sudah habis sejak 2017 lalu.

”Setelah keluar di media. Surat pemberitahuan langsung kami kirim. Sekitar 5 harian,” tuturnya. Hanya saja, sampai sekarang pihak pemilik belum merespons surat pemberitahuan yang dilayangkan. ”Kami beri waktu hingga satu minggu untuk memberikan tanggapan,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kerusakan Dampak Proyek Ditangani, Warga Juga Diberi Kompensasi

Apabila sampai minggu depan pihak pemilik tidak merespons surat pemberitahuan tersebut. Maka pihaknya akan memberikan surat peringatan (SP) pertama. ”Sampai SP ketiga bila pemilik tetap tidak merespons,” tuturnya.

Baru setelah itu pemkab akan memberikan sanksi lebih tegas. ”Kalau SP ketiga tetap tidak direspons, kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pembongkaran,” pungkas Joko. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

JOMBANG – Pemkab Jombang menyebut sudah melayangkan surat pemberitahuan pembongkaran reklame di Jl Presiden KH Abdurahman Wahid. Hal itu, menyusul keberadaan reklame besar di belakang Ringin Contong yang jelas-jelas melanggar Perbup No 25A/2013 tentang Penyelenggaraan Reklame.

”Surat pemberitahuan untuk pembongkaran sudah kami kirim ke pemilik reklame,” ujar Joko Triono Sekretaris DPMTPSP Jombang, saat dikonfirmasi kemarin. Surat pemberitahuan ke pemilik reklame itu agar segera dilakukan pembongkaran lantaran masa berlaku sudah habis sejak 2017 lalu.

”Setelah keluar di media. Surat pemberitahuan langsung kami kirim. Sekitar 5 harian,” tuturnya. Hanya saja, sampai sekarang pihak pemilik belum merespons surat pemberitahuan yang dilayangkan. ”Kami beri waktu hingga satu minggu untuk memberikan tanggapan,” ungkap dia.

Baca Juga :  Juga Gelar Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Digital

Apabila sampai minggu depan pihak pemilik tidak merespons surat pemberitahuan tersebut. Maka pihaknya akan memberikan surat peringatan (SP) pertama. ”Sampai SP ketiga bila pemilik tetap tidak merespons,” tuturnya.

Baru setelah itu pemkab akan memberikan sanksi lebih tegas. ”Kalau SP ketiga tetap tidak direspons, kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pembongkaran,” pungkas Joko. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/