alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Pansus DPRD Jombang Ajak Hearing Penghuni Ruko Simpang Tiga

JOMBANG – Pansus DPRD Jombang terus berupaya menyelesaikan polemik aset pertokoan Simpang Tiga Mojongapit. Kemarin (23/6), para wakil rakyat memanggil para penghuni ruko. Tujuannya mencari solusi terbaik persoalan yang jadi atensi BPK ini.

Mas’ud Zuremi ketua pansus penyelamatan aset daerah DPRD Jombang membenarkan terkait langkah pansus mengundang para penghuni ruko simpang tiga.  ”Kemarin kami sudah mendengarkan penjelasan dari pemkab, sekarang (kemarin, Red) kami ingin mendengar dari penghuni ruko,” ujar Mas’ud kemarin.

Dikatakan Mas’ud, sebanyak 56 orang penghuni ruko diundang. Namun demikian, pihaknya kecewa lantaran hanya sekitar empat penghuni ruko yang hadir. ”Selebihnya diwakili oleh LSM dan media,” ungkapnya.

Atas keputusan bersama dengan anggota pansus, kegiatan hearing dengan penghuni ruko dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. ”Perwakilan fraksi DPRD yang menjadi anggota pansus meminta untuk ditunda. Sehingga kami memilih menunda pertemuan. Karena ini juga sudah melecehkan kami. Pemkab diundang saja hadir semua,” tegasnya.

Baca Juga :  Rapat Bamus DPRD, Fokus Tuntaskan Pembahasan Raperda

Politisi senior PKB ini mengungkapkan, pihaknya akan segera menggelar rapat di internal pansus untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut. ”Kami akan rapatkan kembali secara internal,” pungkas Mas’ud. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri
- Advertisement -

JOMBANG – Pansus DPRD Jombang terus berupaya menyelesaikan polemik aset pertokoan Simpang Tiga Mojongapit. Kemarin (23/6), para wakil rakyat memanggil para penghuni ruko. Tujuannya mencari solusi terbaik persoalan yang jadi atensi BPK ini.

Mas’ud Zuremi ketua pansus penyelamatan aset daerah DPRD Jombang membenarkan terkait langkah pansus mengundang para penghuni ruko simpang tiga.  ”Kemarin kami sudah mendengarkan penjelasan dari pemkab, sekarang (kemarin, Red) kami ingin mendengar dari penghuni ruko,” ujar Mas’ud kemarin.

Dikatakan Mas’ud, sebanyak 56 orang penghuni ruko diundang. Namun demikian, pihaknya kecewa lantaran hanya sekitar empat penghuni ruko yang hadir. ”Selebihnya diwakili oleh LSM dan media,” ungkapnya.

Atas keputusan bersama dengan anggota pansus, kegiatan hearing dengan penghuni ruko dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. ”Perwakilan fraksi DPRD yang menjadi anggota pansus meminta untuk ditunda. Sehingga kami memilih menunda pertemuan. Karena ini juga sudah melecehkan kami. Pemkab diundang saja hadir semua,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Jombang Minta Sistem Kebutuhan Kedelai Dibenahi

Politisi senior PKB ini mengungkapkan, pihaknya akan segera menggelar rapat di internal pansus untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut. ”Kami akan rapatkan kembali secara internal,” pungkas Mas’ud. (yan/naz/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/