26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Sudah Habis Rp 147 Juta, Proyek Taman RTH Ceweng Kini Mangkrak

JOMBANG – Rencana pemkab membangun taman ruang terbuka hijau (RTH) di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek hingga kini masih buram. Usai pembangunan pagar tematik senilai Rp 147,3 juta pada 2019 lalu, hingga kini belum ada kejelasan kelanjutan proyek.

Pantauan di lokasi Minggu (22/1) siang, terlihat kondisi bangunan pagar tematik sepanjang 121 meter kurang terawat. Kondisi pagar tematik sudah dikelilingi rerumputan panjang, serta lahan di sekelilingnya terlihat becek lantaran menjadi jujukan genangan air hujan. ”Dulu rencananya akan dibuat taman, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya,” ujar Oky Rizaloka salah satu warga sekitar.

Dirinya menambahkan, sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan taman RTH dilanjutkan. ”Sampai sekarang belum ada informasi lagi,” katanya. Sekarang pagar juga ditutupi rumput. ”Ya tidak ada yang bersih-bersih jadi banyak rumput,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Jombang Soroti 5 Kursi Kepala Dinas Kosong Usai Mutasi

Saat dikonfirmasi, Amin Kurniawan, Kabid Pengolaaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengatakan, lahan pemkab yang di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek rencananya tetap akan digunakan untuk RTH. ”Tetap nanti arahnya seperti itu,” katanya.

Bahkan sekitar dua tahun yang lalu, pemkab sempat menganggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk pembangunan RTH bersamaan dengan pembangunan Taman Alun-Alun Jombang. ”Dulu sepertinya sudah dianggarkan tapi saya lupa berapa anggarannya. Karena dulu sebelum saya membidangi,” ungkapnya.

Amin menambahkan, untuk pembangunan RTH Desa Ceweng sudah masuk rencana kerja pada 2024 hingga 2026 nanti. ”Jadi untuk tahun ini belum ada kegiatan di lahan itu,” pungkas Amin. (yan/naz/riz)

Baca Juga :  Simpan Struktur, Candi Pundong Bakal Diekskavasi





Reporter: Azmy endiyana Zuhri

JOMBANG – Rencana pemkab membangun taman ruang terbuka hijau (RTH) di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek hingga kini masih buram. Usai pembangunan pagar tematik senilai Rp 147,3 juta pada 2019 lalu, hingga kini belum ada kejelasan kelanjutan proyek.

Pantauan di lokasi Minggu (22/1) siang, terlihat kondisi bangunan pagar tematik sepanjang 121 meter kurang terawat. Kondisi pagar tematik sudah dikelilingi rerumputan panjang, serta lahan di sekelilingnya terlihat becek lantaran menjadi jujukan genangan air hujan. ”Dulu rencananya akan dibuat taman, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya,” ujar Oky Rizaloka salah satu warga sekitar.

Dirinya menambahkan, sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan taman RTH dilanjutkan. ”Sampai sekarang belum ada informasi lagi,” katanya. Sekarang pagar juga ditutupi rumput. ”Ya tidak ada yang bersih-bersih jadi banyak rumput,” katanya.

Baca Juga :  Peserta JJSJ Bisa Daftar On The Spot

Saat dikonfirmasi, Amin Kurniawan, Kabid Pengolaaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengatakan, lahan pemkab yang di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek rencananya tetap akan digunakan untuk RTH. ”Tetap nanti arahnya seperti itu,” katanya.

Bahkan sekitar dua tahun yang lalu, pemkab sempat menganggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk pembangunan RTH bersamaan dengan pembangunan Taman Alun-Alun Jombang. ”Dulu sepertinya sudah dianggarkan tapi saya lupa berapa anggarannya. Karena dulu sebelum saya membidangi,” ungkapnya.

Amin menambahkan, untuk pembangunan RTH Desa Ceweng sudah masuk rencana kerja pada 2024 hingga 2026 nanti. ”Jadi untuk tahun ini belum ada kegiatan di lahan itu,” pungkas Amin. (yan/naz/riz)

Baca Juga :  Proyek Molor RSUD Ploso, Denda Keterlambatan Dihitung 10 Hari





Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/