26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Proyek Pasar Pon Tak Kunjung Tuntas, Begini Kata Sekdakab Jombang

JOMBANG – Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang tak kunjung tuntas. Padahal sesuai kontrak kerja awal, pengerjaan proyek seharusnya selesai pada 15 Desember tahun lalu. Sekdakab meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) tegas terkait denda keterlambatan.

”Untuk Pasar Pon belum selesai, kalau tidak salah sampai tanggal 3 Februari,” terang Sekdakab Jombang Agus Purnomo.

Sesuai dengan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), rehabilitasi Pasar Pon Jombang dilaksanakan selama 150 hari kerja, tepatnya pada 20 Juli-15 Desember 2022.  Sebagai pelaksana CV Satu Jaya asal Kabupaten Trenggalek dengan harga penawaran sebesar Rp 3,9 miliar dari pagu Rp 4,6 miliar. Sesuai rencana, nantinya ada sekitar 72 kios dan 7 toko serta 20 kios cadangan yang dibangun. Selain itu 75 untuk lesehan. ”Kita harapkan dengan tambahan waktu ini bisa segera diselesaikan, sehingga secepatnya bisa ditempati,” imbuhnya.

Baca Juga :  Notaris Janji Mediasi Warga dengan Perusahaan

Mengingat sudah molor lama, Sekda Agus juga sudah memerintahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengawal pembangunan proyek. Termasuk menghitung besaran denda berjalan akibat keterlambatan proyek. ”Selain mengawal kualitas bangunan, kami juga minta dicermati termasuk besaran denda untuk tiga pasar akibat keterlambatan pekerjaan,” tandasnya.

Disinggung, terkait pengerjaan Pasar Tunggorono Jombang dan Pasar Perak yang juga molor, Agus menyebut dari laporan yang dia terima, pekerjaan sudah tuntas. ”Jadi dari tiga pasar yang mengalami keterlambatan, untuk saat ini dua proyek, yakni Pasar Perak dan Pasar Tunggorono sudah selesai,” singkat Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi Pasar Pon Jombang tak kunjung kelar. Sampai saat ini seluruh atap belum terpasang. Padahal, perpanjangan waktu tinggal dua minggu lagi atau berakhir (3/2) nanti.

Baca Juga :  Jelang Penutupan Pendaftaran Selter JPTP Jombang, Lima Pejabat Mendaftar

Pantauan di lokasi, bagian atas bangunan belum tertutup. Meski rangka atap sudah dinaikkan, namun pemasangan atap belum. Aktivitas pekerja lebih terfokus pada pengelasan. Kondisi tak beda jauh di bagian bawah. Belum semua kios terpasang pintu rolling door. Hanya deretan bagian depan atau terdekat dengan jalan raya.

Dikonfirmasi hal ini Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo tak mengelak sampai sekarang pekerjaan proyek masih berjalan. ”Ya, untuk Pasar Tunggorono dan Pasar Perak sudah selesai, tinggal Pasar Pon yang belum,” katanya.(ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

JOMBANG – Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang tak kunjung tuntas. Padahal sesuai kontrak kerja awal, pengerjaan proyek seharusnya selesai pada 15 Desember tahun lalu. Sekdakab meminta pejabat pembuat komitmen (PPK) tegas terkait denda keterlambatan.

”Untuk Pasar Pon belum selesai, kalau tidak salah sampai tanggal 3 Februari,” terang Sekdakab Jombang Agus Purnomo.

Sesuai dengan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), rehabilitasi Pasar Pon Jombang dilaksanakan selama 150 hari kerja, tepatnya pada 20 Juli-15 Desember 2022.  Sebagai pelaksana CV Satu Jaya asal Kabupaten Trenggalek dengan harga penawaran sebesar Rp 3,9 miliar dari pagu Rp 4,6 miliar. Sesuai rencana, nantinya ada sekitar 72 kios dan 7 toko serta 20 kios cadangan yang dibangun. Selain itu 75 untuk lesehan. ”Kita harapkan dengan tambahan waktu ini bisa segera diselesaikan, sehingga secepatnya bisa ditempati,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Terima Penghargaan dari KASN

Mengingat sudah molor lama, Sekda Agus juga sudah memerintahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengawal pembangunan proyek. Termasuk menghitung besaran denda berjalan akibat keterlambatan proyek. ”Selain mengawal kualitas bangunan, kami juga minta dicermati termasuk besaran denda untuk tiga pasar akibat keterlambatan pekerjaan,” tandasnya.

Disinggung, terkait pengerjaan Pasar Tunggorono Jombang dan Pasar Perak yang juga molor, Agus menyebut dari laporan yang dia terima, pekerjaan sudah tuntas. ”Jadi dari tiga pasar yang mengalami keterlambatan, untuk saat ini dua proyek, yakni Pasar Perak dan Pasar Tunggorono sudah selesai,” singkat Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi Pasar Pon Jombang tak kunjung kelar. Sampai saat ini seluruh atap belum terpasang. Padahal, perpanjangan waktu tinggal dua minggu lagi atau berakhir (3/2) nanti.

Baca Juga :  Notaris Janji Mediasi Warga dengan Perusahaan

Pantauan di lokasi, bagian atas bangunan belum tertutup. Meski rangka atap sudah dinaikkan, namun pemasangan atap belum. Aktivitas pekerja lebih terfokus pada pengelasan. Kondisi tak beda jauh di bagian bawah. Belum semua kios terpasang pintu rolling door. Hanya deretan bagian depan atau terdekat dengan jalan raya.

Dikonfirmasi hal ini Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo tak mengelak sampai sekarang pekerjaan proyek masih berjalan. ”Ya, untuk Pasar Tunggorono dan Pasar Perak sudah selesai, tinggal Pasar Pon yang belum,” katanya.(ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/