26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Diwacakan Bisa Tambah PAD, TPA Banjardowo Bakal Dijadikan BLUD

JOMBANG – TPA Banjardowo rencana dijadikan badan layanan umum daerah (BLUD) tahun ini. Itu dilakukan agar hasil pengelolaan sampah di TPA dapat menambah pendapatan daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka M. Amin mengatakan, saat ini proses menuju BLUD TPA Banjardowo masih dalam pengurusan administrasi. ”Saat ini masih proses administrasi. Insya Allah tahun ini bisa kita jadikan BLUD,’’ ujar dia kemarin.

Dijelaskan, jika nanti sudah menjadi BLUD, maka pendapatan dari pengelolaan sampah akan bisa menambah kas daerah. ”Salah satunya, adalah hasil penjualan pupuk organik dari komposting,” terangnya.

Saat ini, DLH telah mulai melakukan pengelolaan pupuk organik dari sampah organik dengan alat canggih bantuan Kementerian PUPR. ”Kalau nanti sudah BLUD otomatis secara manajemen keuangan, misalnya ada produk yang bisa kita jual akan dapat menambah pendapatan daerah,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Cerita Pembudidaya Ikan Hias di Jombang saat Harga Ikan Jatuh

Saat ini, lanjutnya, hasil pengelolaan sampah organik menjadi pupuk belum dapat dijual. Sementara hanya dimanfaatkan untuk keperluan internal pemkab dan kebutuhan kader lingkungan. ”Selain itu, desa atau sekolah yang menginginkan pupuk juga bisa mengusulkan ke kami,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

JOMBANG – TPA Banjardowo rencana dijadikan badan layanan umum daerah (BLUD) tahun ini. Itu dilakukan agar hasil pengelolaan sampah di TPA dapat menambah pendapatan daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka M. Amin mengatakan, saat ini proses menuju BLUD TPA Banjardowo masih dalam pengurusan administrasi. ”Saat ini masih proses administrasi. Insya Allah tahun ini bisa kita jadikan BLUD,’’ ujar dia kemarin.

Dijelaskan, jika nanti sudah menjadi BLUD, maka pendapatan dari pengelolaan sampah akan bisa menambah kas daerah. ”Salah satunya, adalah hasil penjualan pupuk organik dari komposting,” terangnya.

Saat ini, DLH telah mulai melakukan pengelolaan pupuk organik dari sampah organik dengan alat canggih bantuan Kementerian PUPR. ”Kalau nanti sudah BLUD otomatis secara manajemen keuangan, misalnya ada produk yang bisa kita jual akan dapat menambah pendapatan daerah,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Polemik Ruko Simpang Tiga Tak Kunjung Beres, DPRD Bentuk Pansus

Saat ini, lanjutnya, hasil pengelolaan sampah organik menjadi pupuk belum dapat dijual. Sementara hanya dimanfaatkan untuk keperluan internal pemkab dan kebutuhan kader lingkungan. ”Selain itu, desa atau sekolah yang menginginkan pupuk juga bisa mengusulkan ke kami,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/