26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Direncanakan 1 Km, Jalan Cangkringrandu-Karangdagangan Dikerjakan Separo

JOMBANG – Perbaikan jalan kabupaten ruas Cangkringrandu-Karangdagangan berubah dari desain awal. Jalan yang direncanakan sepanjang 1 kilometer itu ternyata hanya dikerjakan separo atau 500 meter.

Seperti terlihat di lokasi kemarin (23/1), kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Perak dengan Kecamatan Bandarkedungmulyo ini belum sepenuhnya mulus. Dari ujung timur jalan, yakni Desa Cangkringrandu, sejumlah lubang jalan terlihat di beberapa titik.

Mengarah ke barat, lubang-lubang besar yang sebelumnya muncul di sekitar SMPN 2 Perak, terlihat telah ditutup. Namun, penutupan dilakukan dengan cold mix alias penanganan sementara. Pengaspalan baru dilakukan di ujung Desa Cangkringrandu. Pengaspalan juga hanya berjalan beberapa ratus meter. Ujung aspal baru ini berada di ujung timur Desa Sukorejo.

Baca Juga :  DPMD Jombang Fokus Sosialisasikan PerbupTerkait Pemilihan KDAW

Sementara hingga ke barat, tak terlihat aspal baru hingga ujung jalan di depan Balai Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sejumlah kerusakan dan lubang jalan,  terlihat ditangani secara darurat. Padahal, dari banner janji bupati yang dipasang di jalan ini Pemkab Jombang berjanji akan memperbaiki jalan dengan tolok ukur atau panjang pekerjaan 1 kilometer.

“Ya benar, memang rencana awal tolok ukurnya 1 kilometer, namun ada perubahan kondisi sehingga perbaikan yang dilakukan hanya separo,” terang Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, saat dikonfirmasi (23/1).

Perubahan itu berkaitan dengan kondisi kerusakan jalan. Di awal pembangunan, Bayu menyebut jalan direncanakan 1 kilometer dengan pengaspalan satu lapis. “Tapi setelah pengecekan terakhir, kerusakan di lokasi sudah sangat parah, dan seringkali dilintasi kendaraan berat lebih dari 8 ton,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pengunjung Dari Luar Kota Berdatangan, Empat Lukisan Sudah Terjual

Karena itu, pekerjaan akhirnya diubah dengan metode pengaspalan dua lapis. Selain agar lebih kuat, pengaspalan itu juga mengantisipasi adanya over tonase yang muncul. “Sehingga  panjang pekerjaannya menyusut. Sedangkan yang masih rusak, sementara ditangani dengan pemeliharaan berkala,” imbuh Bayu.

Pihaknya berjanji, pekerjaan dan rekonstruksi jalan akan kembali berlanjut tahun ini setelah masuk anggaran di P-APBD 2023. “Rencananya P-APBD nanti, termasuk juga rekonstruksi akan dilakukan di tahun-tahun selanjutnya, karena ruas jalan sangat panjang dan banyak titik kerusakan,” pungkas dia. (riz/bin/riz)

JOMBANG – Perbaikan jalan kabupaten ruas Cangkringrandu-Karangdagangan berubah dari desain awal. Jalan yang direncanakan sepanjang 1 kilometer itu ternyata hanya dikerjakan separo atau 500 meter.

Seperti terlihat di lokasi kemarin (23/1), kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Perak dengan Kecamatan Bandarkedungmulyo ini belum sepenuhnya mulus. Dari ujung timur jalan, yakni Desa Cangkringrandu, sejumlah lubang jalan terlihat di beberapa titik.

Mengarah ke barat, lubang-lubang besar yang sebelumnya muncul di sekitar SMPN 2 Perak, terlihat telah ditutup. Namun, penutupan dilakukan dengan cold mix alias penanganan sementara. Pengaspalan baru dilakukan di ujung Desa Cangkringrandu. Pengaspalan juga hanya berjalan beberapa ratus meter. Ujung aspal baru ini berada di ujung timur Desa Sukorejo.

Baca Juga :  Berusaha Redam Konflik, Alumni Undar Jombang Gelar Pertemuan

Sementara hingga ke barat, tak terlihat aspal baru hingga ujung jalan di depan Balai Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sejumlah kerusakan dan lubang jalan,  terlihat ditangani secara darurat. Padahal, dari banner janji bupati yang dipasang di jalan ini Pemkab Jombang berjanji akan memperbaiki jalan dengan tolok ukur atau panjang pekerjaan 1 kilometer.

“Ya benar, memang rencana awal tolok ukurnya 1 kilometer, namun ada perubahan kondisi sehingga perbaikan yang dilakukan hanya separo,” terang Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, saat dikonfirmasi (23/1).

Perubahan itu berkaitan dengan kondisi kerusakan jalan. Di awal pembangunan, Bayu menyebut jalan direncanakan 1 kilometer dengan pengaspalan satu lapis. “Tapi setelah pengecekan terakhir, kerusakan di lokasi sudah sangat parah, dan seringkali dilintasi kendaraan berat lebih dari 8 ton,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pohon Mati di Trotoar Wahid Hasyim Tak Kunjung Diganti

Karena itu, pekerjaan akhirnya diubah dengan metode pengaspalan dua lapis. Selain agar lebih kuat, pengaspalan itu juga mengantisipasi adanya over tonase yang muncul. “Sehingga  panjang pekerjaannya menyusut. Sedangkan yang masih rusak, sementara ditangani dengan pemeliharaan berkala,” imbuh Bayu.

Pihaknya berjanji, pekerjaan dan rekonstruksi jalan akan kembali berlanjut tahun ini setelah masuk anggaran di P-APBD 2023. “Rencananya P-APBD nanti, termasuk juga rekonstruksi akan dilakukan di tahun-tahun selanjutnya, karena ruas jalan sangat panjang dan banyak titik kerusakan,” pungkas dia. (riz/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/