alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Disdagrin Jombang Segera Lakukan Pemantauan Lapangan

JOMBANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang segera melakukan pemantuan ke lapangan. Terkait stok minyak goreng di sejumlah toko modern termasuk pemantauan penjualan minyak goreng di pasar tradisional.

”Memang kami mendapat informasi stok minyak di sejumlah toko modern tidak ada,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Hari Oetomo melalui Nursila Cahyaningrum Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting saat dikonfirmasi, Minggu (23/1) kemarin.

Dia mensinyalir, minimnya stok minyak goreng di sejumlah toko modern dipicu masyarakat mengalami panic buying. ”Padahal harga minyak goreng ini sudah ditetapkan menjadi Rp 14 ribu per liter. Tapi masyarakat masih banyak yang belum paham,” katanya.

Baca Juga :  Akademisi Menilai Harus Ada Langkah Konkrit Selamatkan Aset Pemkab

Nursila mengimbau, masyarakat tidak mengalami panic buying, ini dikarenakan stok minyak goreng juga masih aman. ”Kami akan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mengalami panic buying,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar masyarakat tidak menimbun minyak goreng atau memborong secara berlebihan. Terkait dengan harga minyak goreng yang masih tinggi di pasar tradisional, memang bagi penjual di pasar tradisional diberikan kelonggaran untuk melakukan penyesuaian. ”Kalau di pasar tradisional ada kelonggaran. Karena kan pedagang dulu juga mengambilnya dengan harga yang tinggi,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya juga sudah melakukan operasi pasar (OP). Menurutnya, hal ini sedikit berpengaruh terkait harga di pasaran. ”Memang tidak secara signifikan paling tidak ini berpengaruh,” bebernya.

Baca Juga :  Seorang Warga Dusun Lengkong Kesepian, Nekat Gantung Diri

Diungkapkannya, pihaknya akan terjun melihat stok minyak goreng di toko modern maupun harga di pasar tradisional. ”Besok (hari ini, Red) kami akan segera menerjunkan tim,” pungkas Nursila.

- Advertisement -

JOMBANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang segera melakukan pemantuan ke lapangan. Terkait stok minyak goreng di sejumlah toko modern termasuk pemantauan penjualan minyak goreng di pasar tradisional.

”Memang kami mendapat informasi stok minyak di sejumlah toko modern tidak ada,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Hari Oetomo melalui Nursila Cahyaningrum Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting saat dikonfirmasi, Minggu (23/1) kemarin.

Dia mensinyalir, minimnya stok minyak goreng di sejumlah toko modern dipicu masyarakat mengalami panic buying. ”Padahal harga minyak goreng ini sudah ditetapkan menjadi Rp 14 ribu per liter. Tapi masyarakat masih banyak yang belum paham,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Deras, Tanggul Kali Gunting di Desa Karobelah longsor

Nursila mengimbau, masyarakat tidak mengalami panic buying, ini dikarenakan stok minyak goreng juga masih aman. ”Kami akan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mengalami panic buying,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta agar masyarakat tidak menimbun minyak goreng atau memborong secara berlebihan. Terkait dengan harga minyak goreng yang masih tinggi di pasar tradisional, memang bagi penjual di pasar tradisional diberikan kelonggaran untuk melakukan penyesuaian. ”Kalau di pasar tradisional ada kelonggaran. Karena kan pedagang dulu juga mengambilnya dengan harga yang tinggi,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya juga sudah melakukan operasi pasar (OP). Menurutnya, hal ini sedikit berpengaruh terkait harga di pasaran. ”Memang tidak secara signifikan paling tidak ini berpengaruh,” bebernya.

Baca Juga :  Sempat Alami Halusinasi, Bangkit setelah Baca Surat dari Anak
- Advertisement -

Diungkapkannya, pihaknya akan terjun melihat stok minyak goreng di toko modern maupun harga di pasar tradisional. ”Besok (hari ini, Red) kami akan segera menerjunkan tim,” pungkas Nursila.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/