alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Kenyang Makan Janji, Rumah Warga Betek Hampir Hanyut ke Sungai

JOMBANG – Keluarga Arifin, 46, warga Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung waswas setiap hari. Bangunan rumahnya, terancam amblas lantaran tanggul sungai di samping rumahnya makin kritis, rumahnya pun menggantung. Janji perbaikan yang setiap tahun didapatnya tak juga terealisasi hingga kini.

”Bangunan rumah mulai timbul retakan, bahkan sebagian sudah ambrol. Sekarang pintu dan lemari di dalam rumah juga ikut miring ke arah sungai,” terang Santi, istri Arifin kepada Jawa Pos Radar Jombang (16/5).

Ibu tiga anak ini menambahkan, sebenarnya rumahnya sudah berkali-kali disurvey petugas. Dan beberapa kali juga dijanjikan akan diperbaiki. ”Tapi ya begitu tidak pernah ada kelanjutannya sampai sekarang. Saya juga sadar rumah saya rawan ambles, tapi mau gimana lagi, mau cari kontrakan untuk pindah sementara juga uangnya dari mana,” bebernya. Usai kejadian longsor susulan awal Oktober tahun lalu, saat ini, dia mengaku selalu waswas, terlebih saat turun hujan. ”Kalau pas air sungai naik, sudah tidak bisa istirahat, takut sewaktu-waktu longsor,” tandasnya. Karenanya dia berharap janji pemerintah untuk memperbaiki tanggul segera terealisasi. ”Harapannya segera diperbaiki, sebab kondisinya sekarang semakin rawan,” bebernya.

Baca Juga :  Pertanyakan Komitmen Pemkab Jombang

Bukan hanya rumahnya saja, sejumlah warga di bibir sungai di wilayahnya juga mulai terancam ambles. Bahkan ada juga yang terasnya muncul retakan. ”Itu rumah-rumah di seberang selatan sungai juga terancam, jadi semakin rawan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi bangunan rumah Arifin warga Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung memprihatinkan. Itu setelah terjadi longsor susulan tebing sungai Kali Gunting (10/3) lalu. Akibatnya bangunan rumahnya semakin terancam hanyut ke sungai. ”Sebelumnya memang sudah longsor, tapi Kamis (10/3) malam kemarin itu bertambah lagi,” terang Arifin, pemilik rumah.

Pria penjual tempe ini menerangkan, sebelum longsor Kamis (10/3) malam, kondisi tanggul di rumahnya memang sudah kritis. Beberapa kali dia bahkan mengupayakan membuat tanggul darurat dengan biaya sendiri.

Baca Juga :  Sejumlah Proyek Puskesmas Amburadul, Dewan Tunggu Audit Inspektorat

Arifin menerangkan, sejak dulu sudah seringkali petugas mendatangi rumahnya mengecek kondisi tanggul rusak. ”Sebenarnya dari dulu sudah rusak tanggulnya, tapi tidak kunjung diperbaiki. Hanya janji terus tapi tidak pernah ada kelanjutannya,” keluh Arifin. (naz/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Keluarga Arifin, 46, warga Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung waswas setiap hari. Bangunan rumahnya, terancam amblas lantaran tanggul sungai di samping rumahnya makin kritis, rumahnya pun menggantung. Janji perbaikan yang setiap tahun didapatnya tak juga terealisasi hingga kini.

”Bangunan rumah mulai timbul retakan, bahkan sebagian sudah ambrol. Sekarang pintu dan lemari di dalam rumah juga ikut miring ke arah sungai,” terang Santi, istri Arifin kepada Jawa Pos Radar Jombang (16/5).

Ibu tiga anak ini menambahkan, sebenarnya rumahnya sudah berkali-kali disurvey petugas. Dan beberapa kali juga dijanjikan akan diperbaiki. ”Tapi ya begitu tidak pernah ada kelanjutannya sampai sekarang. Saya juga sadar rumah saya rawan ambles, tapi mau gimana lagi, mau cari kontrakan untuk pindah sementara juga uangnya dari mana,” bebernya. Usai kejadian longsor susulan awal Oktober tahun lalu, saat ini, dia mengaku selalu waswas, terlebih saat turun hujan. ”Kalau pas air sungai naik, sudah tidak bisa istirahat, takut sewaktu-waktu longsor,” tandasnya. Karenanya dia berharap janji pemerintah untuk memperbaiki tanggul segera terealisasi. ”Harapannya segera diperbaiki, sebab kondisinya sekarang semakin rawan,” bebernya.

Baca Juga :  Anggaran untuk Covid-19, Proyek Penataan Jl KH Wahid Hasyim Dibatalkan

Bukan hanya rumahnya saja, sejumlah warga di bibir sungai di wilayahnya juga mulai terancam ambles. Bahkan ada juga yang terasnya muncul retakan. ”Itu rumah-rumah di seberang selatan sungai juga terancam, jadi semakin rawan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi bangunan rumah Arifin warga Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung memprihatinkan. Itu setelah terjadi longsor susulan tebing sungai Kali Gunting (10/3) lalu. Akibatnya bangunan rumahnya semakin terancam hanyut ke sungai. ”Sebelumnya memang sudah longsor, tapi Kamis (10/3) malam kemarin itu bertambah lagi,” terang Arifin, pemilik rumah.

Pria penjual tempe ini menerangkan, sebelum longsor Kamis (10/3) malam, kondisi tanggul di rumahnya memang sudah kritis. Beberapa kali dia bahkan mengupayakan membuat tanggul darurat dengan biaya sendiri.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan Menyablon untuk Pemuda Utara Brantas
- Advertisement -

Arifin menerangkan, sejak dulu sudah seringkali petugas mendatangi rumahnya mengecek kondisi tanggul rusak. ”Sebenarnya dari dulu sudah rusak tanggulnya, tapi tidak kunjung diperbaiki. Hanya janji terus tapi tidak pernah ada kelanjutannya,” keluh Arifin. (naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/