alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Warning PT Dwi Mulya Jaya, Disdagrin : Harus Cepat dan Mutunya Lebih Baik!

JOMBANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang meminta pelaksana proyek pembangunan sentra IKM aluminium di Kendalsari segera action di lapangan. Selain kualitas yang baik, dinas tak ingin pekerjaan nantinya terancam molor.

”Mengingat waktu tentunya pelaksana harus segera dan lebih cepat memulai pekerjaan, serta dengan hasil dan mutu lebih baik lagi dari tahun lalu,” terang Hari Oetomo kepala Disdagrin Jombang, (15/5) kemarin.

Hari menerangkan, setelah proses lelang selesai, seluruh berkas sudah diterima pihaknya. Berikut proses tandatangan kontrak juga sudah dilakukan. ”Jadi minggu lalu sudah kita lakukan penandatanganan kontrak, termasuk rapat awal atau PCM (persiapan awal pelaksanaan pekerjaan),” kata Hari.

Dijelaskan, tandatangan kontrak dilakukan dengan pemenang lelang PT Dwi Mulya Jaya. Pelaksana itu merupakan pemenang proyek serupa di Desa Bakalan tahun lalu. ”Kontraknya 9 Mei-5 Desember atau selama 210 hari kalender. Pemenangnya sama yang mengerjakan di Bakalan 2021,” imbuh dia.

Disinggung munculnya PT Dwi Mulya Jaya kembali ditetapkan pemenang dalam proses lelang, Hari menyebut hal itu sesuai dengan proses tender di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang. ”Ya karena memang proses lelang yang menang mereka (PT Dwi Mulya Jaya, Red). Jadi, tidak ada pertimbangan lain,” lanjut Hari.

Baca Juga :  Tim Teknis Pembangunan Pasar Perak Berencana Tinjau Lapangan

Sesuai rapat awal dikatakan, pekerjaan di lapangan akan dilaksanakan awal bulan depan. Yakni dimulai dengan pengurukan lahan. ”Awal Juni sudah mulai proses pengurukan. Karena di sana kan belum diuruk,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya berharap pelaksana proyek segera mengerjakan sesuai jadwal pelaksanaan. ”Mengingat waktu tentunya pelaksana harus segera dan lebih cepat memulai pekerjaan.Artinya tak menyepelekan sisi kualitas maupun ketepatan waktu. Sehingga harus benar-benar dijaga, karena arealnya ini lebih luas dari Bakalan tahun lalu,” kata Hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, lelang proyek pembangunan sentra IKM slag aluminium di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito mendekati tahap final. Menyusul sudah ada penetapan tiga pemenang dari proses lelang proyek dengan pagu mencapai Rp 25,6 miliar ini.

Baca Juga :  Dorong Audit Keuangan Desa yang Tidak Selenggarakan Pemilihan KDAW

Pantauan di laman resmi LPSE Jombang Rabu (20/4) sore, proyek dengan nama paket pembangunan sentra IKM slag Desa Kendalsari, dalam kolom hasil evaluasi tertulis sudah ada tiga penyedia bertengger posisi atas.

Masing-masing urutan pertama atau calon pemenang, yakni PT Dwi Mulya Jaya dengan harga terkoreksi sebesar Rp 20,4 miliar. PT Dwi Mulya merupakan penyedia tahun lalu yang menggarap proyek serupa di Desa Bakalan.

Urutan kedua atau cadangan pertama, yakni PT Masa Sinar Mulia.  Dengan harga penawaran terkoreksi Rp 21,6 miliar. Urutan selanjutnya atau cadangan kedua dari PT Prima Nata Konstruksi dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp 22,5 miliar.

Sementara kolom pemenang sudah tertulis PT Dwi Mulya Jaya beralamat di Jalan Muria nomor 56 lantai dua, Wates, Magersari, Kota Mojokerto menjadi pemenang dengan harga terkoreksi sebesar Rp 20,4 miliar.






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang meminta pelaksana proyek pembangunan sentra IKM aluminium di Kendalsari segera action di lapangan. Selain kualitas yang baik, dinas tak ingin pekerjaan nantinya terancam molor.

”Mengingat waktu tentunya pelaksana harus segera dan lebih cepat memulai pekerjaan, serta dengan hasil dan mutu lebih baik lagi dari tahun lalu,” terang Hari Oetomo kepala Disdagrin Jombang, (15/5) kemarin.

Hari menerangkan, setelah proses lelang selesai, seluruh berkas sudah diterima pihaknya. Berikut proses tandatangan kontrak juga sudah dilakukan. ”Jadi minggu lalu sudah kita lakukan penandatanganan kontrak, termasuk rapat awal atau PCM (persiapan awal pelaksanaan pekerjaan),” kata Hari.

Dijelaskan, tandatangan kontrak dilakukan dengan pemenang lelang PT Dwi Mulya Jaya. Pelaksana itu merupakan pemenang proyek serupa di Desa Bakalan tahun lalu. ”Kontraknya 9 Mei-5 Desember atau selama 210 hari kalender. Pemenangnya sama yang mengerjakan di Bakalan 2021,” imbuh dia.

Disinggung munculnya PT Dwi Mulya Jaya kembali ditetapkan pemenang dalam proses lelang, Hari menyebut hal itu sesuai dengan proses tender di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang. ”Ya karena memang proses lelang yang menang mereka (PT Dwi Mulya Jaya, Red). Jadi, tidak ada pertimbangan lain,” lanjut Hari.

Baca Juga :  Diserobot Perusahaan, Lahan Pemkab di Kabuh Dibangun Warung Permanen

Sesuai rapat awal dikatakan, pekerjaan di lapangan akan dilaksanakan awal bulan depan. Yakni dimulai dengan pengurukan lahan. ”Awal Juni sudah mulai proses pengurukan. Karena di sana kan belum diuruk,” ujar dia.

- Advertisement -

Kendati demikian, pihaknya berharap pelaksana proyek segera mengerjakan sesuai jadwal pelaksanaan. ”Mengingat waktu tentunya pelaksana harus segera dan lebih cepat memulai pekerjaan.Artinya tak menyepelekan sisi kualitas maupun ketepatan waktu. Sehingga harus benar-benar dijaga, karena arealnya ini lebih luas dari Bakalan tahun lalu,” kata Hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, lelang proyek pembangunan sentra IKM slag aluminium di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito mendekati tahap final. Menyusul sudah ada penetapan tiga pemenang dari proses lelang proyek dengan pagu mencapai Rp 25,6 miliar ini.

Baca Juga :  PT Dwi Mulya Jaya Muncul Lagi sebagai Pemenang Tender

Pantauan di laman resmi LPSE Jombang Rabu (20/4) sore, proyek dengan nama paket pembangunan sentra IKM slag Desa Kendalsari, dalam kolom hasil evaluasi tertulis sudah ada tiga penyedia bertengger posisi atas.

Masing-masing urutan pertama atau calon pemenang, yakni PT Dwi Mulya Jaya dengan harga terkoreksi sebesar Rp 20,4 miliar. PT Dwi Mulya merupakan penyedia tahun lalu yang menggarap proyek serupa di Desa Bakalan.

Urutan kedua atau cadangan pertama, yakni PT Masa Sinar Mulia.  Dengan harga penawaran terkoreksi Rp 21,6 miliar. Urutan selanjutnya atau cadangan kedua dari PT Prima Nata Konstruksi dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp 22,5 miliar.

Sementara kolom pemenang sudah tertulis PT Dwi Mulya Jaya beralamat di Jalan Muria nomor 56 lantai dua, Wates, Magersari, Kota Mojokerto menjadi pemenang dengan harga terkoreksi sebesar Rp 20,4 miliar.






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/