alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Rusak Parah, Jalan di Desa Ngrandulor Ngeri Lur!

Lubang Makin Banyak, Anggaran Makin Membengkak

JOMBANG – Karena tak kunjung ditangani, kerusakan sejumlah ruas jalan kabupaten semakin parah. Salah satunya terpantau di titik ruas jalan Ngrandulor-Senden, Kecamatan Peterongan. Terlihat di sejumlah titiknya, kondisi permukaan jalan dipenuhi lubang jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Seperti terpantau Minggu (15/5) kemarin, jalan penghubung antarkecamatan tersebut kondisinya rusak. Salah satu titik kerusakan paling parah berada di Dusun Ngrudo, Desa Ngrandulor, di sekitar sambungan jalan cor.

Tampak permukaan aspal sudah tak lagi rata lantaran banyak dipenuhi lubang jalan. Bertepatan turun hujan, Sabtu (14/5) lubang-lubang jalan tersebut menjadi kubangan air.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas tak lancar. Masing-masing pengendara seketika memelankan laju kendaraan dan berjalan berkelak-kelok guna menghindari terperosok. Beberapa bahkan sampai harus turun dari kendaraan. ”Takut jatuh kalau sepedanya nggak dituntun,” kata Umam sembari memegang setir sepeda kayuhnya.

Baca Juga :  DPRD Jombang: Bangunan Tak Sesuai Harus Dibongkar

Dikatakan, kerusakan di jalan itu sudah berlangsung lama. ”Mulai akhir tahun lalu itu sudah rusak. Pas musim hujan rusaknya tambah parah,” imbuh dia.

Menurutnya, karena dibiarkan, membuat kerusakan jalan kini semakin parah. Lubang jalan semakin meluas dan dalam. ”Pokoknya yang naik sepeda harus hati-hati,” kata Umam kemudian menaiki sepedanya lagi.

Senada, Mustakhim warga setempat mengakui, meski rusak sudah lama sampai sekarang belum ada perbaikan. ”Jalan yang rusak mulai dari Senden, tapi yang parah ini di Ngrandon,” kata Mustakhim.

Diakui, jalan itu merupakan akses warga dari tiga kecamatan. Hampir setiap hari tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan. ”Bahayanya kalau malam hari pas hujan turun. Tidak kelihatan kalau ada jeglongan, yang pakai sepeda motor kadang terperosok,” imbuh dia.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Masih Maju Mundur Selesaikan Polemik Ruko Simpang Tiga

Saat Lebaran beberapa waktu lalu, menurut Mustakhim paling dirasakan warga. Sebab akses jalan itu ramai dipergunakan silaturahmi warga. Menurutnya, semakin lama kondisi jalan dibiarkan, maka kerusakan akan semakin parah. Sehingga anggaran perbaikan juga otomatis semakin membengkak. ”Waktu itu orang-orang sini mikirnya mau hari raya diperbaiki, ternyata masih dibiarkan,” kata lelaki yang juga penjual burung ini.

 






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

Lubang Makin Banyak, Anggaran Makin Membengkak

JOMBANG – Karena tak kunjung ditangani, kerusakan sejumlah ruas jalan kabupaten semakin parah. Salah satunya terpantau di titik ruas jalan Ngrandulor-Senden, Kecamatan Peterongan. Terlihat di sejumlah titiknya, kondisi permukaan jalan dipenuhi lubang jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Seperti terpantau Minggu (15/5) kemarin, jalan penghubung antarkecamatan tersebut kondisinya rusak. Salah satu titik kerusakan paling parah berada di Dusun Ngrudo, Desa Ngrandulor, di sekitar sambungan jalan cor.

Tampak permukaan aspal sudah tak lagi rata lantaran banyak dipenuhi lubang jalan. Bertepatan turun hujan, Sabtu (14/5) lubang-lubang jalan tersebut menjadi kubangan air.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas tak lancar. Masing-masing pengendara seketika memelankan laju kendaraan dan berjalan berkelak-kelok guna menghindari terperosok. Beberapa bahkan sampai harus turun dari kendaraan. ”Takut jatuh kalau sepedanya nggak dituntun,” kata Umam sembari memegang setir sepeda kayuhnya.

Baca Juga :  Rusak Menahun, Jalan Aspal di Pucangsimo Tinggal Gragal

Dikatakan, kerusakan di jalan itu sudah berlangsung lama. ”Mulai akhir tahun lalu itu sudah rusak. Pas musim hujan rusaknya tambah parah,” imbuh dia.

- Advertisement -

Menurutnya, karena dibiarkan, membuat kerusakan jalan kini semakin parah. Lubang jalan semakin meluas dan dalam. ”Pokoknya yang naik sepeda harus hati-hati,” kata Umam kemudian menaiki sepedanya lagi.

Senada, Mustakhim warga setempat mengakui, meski rusak sudah lama sampai sekarang belum ada perbaikan. ”Jalan yang rusak mulai dari Senden, tapi yang parah ini di Ngrandon,” kata Mustakhim.

Diakui, jalan itu merupakan akses warga dari tiga kecamatan. Hampir setiap hari tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan. ”Bahayanya kalau malam hari pas hujan turun. Tidak kelihatan kalau ada jeglongan, yang pakai sepeda motor kadang terperosok,” imbuh dia.

Baca Juga :  Lebaran, Warga Utara Brantas Disuguhi Jalan Rusak

Saat Lebaran beberapa waktu lalu, menurut Mustakhim paling dirasakan warga. Sebab akses jalan itu ramai dipergunakan silaturahmi warga. Menurutnya, semakin lama kondisi jalan dibiarkan, maka kerusakan akan semakin parah. Sehingga anggaran perbaikan juga otomatis semakin membengkak. ”Waktu itu orang-orang sini mikirnya mau hari raya diperbaiki, ternyata masih dibiarkan,” kata lelaki yang juga penjual burung ini.

 






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/