alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Tak Lagi Berharap Bantuan, Pemkab Bakal Tangani Sendiri Ruas Kabuh-Tapen

JOMBANG – Jalan rusak ruas Kabuh-Tapen kini semakin parah. Salah satu titik kerusakan parah di ruas Tapen-Bakalanrayung. Tampak di sejumlah titiknya permukaan jalan membentuk cekungan sangat dalam. Pemkab Jombang sendiri, mengaku telah putus asa mengharap bantuan pmerintah pusat juga provinsi untuk perbaikan jalan ini.

Seperti terpantau Jumat (13/5) kemarin, para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Laju kendaraan pun harus berkelak-kelok guna menghindari jeglongan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Jombang mengakui, sampai saat ini penanganan jalan terdampak proyek jembatan baru Ploso belum bisa dilakukan maksimal. Sebab mengandalkan penanganan darurat. ”Iya, sudah empat kali kita perbaiki, tapi sifatnya hanya penanganan darurat. Terakhir sebelum Lebaran kita perbaiki,” kata Bayu.

Baca Juga :  Proyek Pisang Jadi Catatan Hitam

Disinggung terkait hasil koordinasi pemkab dengan pemerintah pusat terkait pengajuan perbaikan jalan dari dana alokasi khusus (DAK), Bayu mengaku pesimistis. Karena tak adanya kepastian dari pusat, lanjut Bayu, pemkab akhirnya meng-handle sendiri keperluan penanganan jalan terdampak pembangunan jembatan baru Ploso. ”Pakai DAK kayaknya sudah tidak mungkin lagi, biasanya turunnya juga dipertengahan tahun. Itu pun belum tentu juga,” terang dia.

Diakui Bayu, pemkab semula berharap banyak penanganan jalan itu mendapat sokongan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, karena banyak pertimbangan, rencananya bakal memakai anggaran reguler APBD 2023. ”Ini nanti rencananya kita masukkan skema 2023. Karena kayaknya sudah tidak mungkin lagi berharap pada balai ataupun provinsi. Mungkin di sana juga punya prioritas dan anggaran juga terbatas, akhirnya mau tidak mau kita eksekusi dengan reguluer,” ujar Bayu.” tutur dia.

Baca Juga :  Belum Ada Sinyal Diperbaiki Jalan Rusak Ruas Kabuh-Tapen
- Advertisement -

JOMBANG – Jalan rusak ruas Kabuh-Tapen kini semakin parah. Salah satu titik kerusakan parah di ruas Tapen-Bakalanrayung. Tampak di sejumlah titiknya permukaan jalan membentuk cekungan sangat dalam. Pemkab Jombang sendiri, mengaku telah putus asa mengharap bantuan pmerintah pusat juga provinsi untuk perbaikan jalan ini.

Seperti terpantau Jumat (13/5) kemarin, para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Laju kendaraan pun harus berkelak-kelok guna menghindari jeglongan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Jombang mengakui, sampai saat ini penanganan jalan terdampak proyek jembatan baru Ploso belum bisa dilakukan maksimal. Sebab mengandalkan penanganan darurat. ”Iya, sudah empat kali kita perbaiki, tapi sifatnya hanya penanganan darurat. Terakhir sebelum Lebaran kita perbaiki,” kata Bayu.

Baca Juga :  Dewan Bahas Revitalisasi RTH dan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Disinggung terkait hasil koordinasi pemkab dengan pemerintah pusat terkait pengajuan perbaikan jalan dari dana alokasi khusus (DAK), Bayu mengaku pesimistis. Karena tak adanya kepastian dari pusat, lanjut Bayu, pemkab akhirnya meng-handle sendiri keperluan penanganan jalan terdampak pembangunan jembatan baru Ploso. ”Pakai DAK kayaknya sudah tidak mungkin lagi, biasanya turunnya juga dipertengahan tahun. Itu pun belum tentu juga,” terang dia.

Diakui Bayu, pemkab semula berharap banyak penanganan jalan itu mendapat sokongan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, karena banyak pertimbangan, rencananya bakal memakai anggaran reguler APBD 2023. ”Ini nanti rencananya kita masukkan skema 2023. Karena kayaknya sudah tidak mungkin lagi berharap pada balai ataupun provinsi. Mungkin di sana juga punya prioritas dan anggaran juga terbatas, akhirnya mau tidak mau kita eksekusi dengan reguluer,” ujar Bayu.” tutur dia.

Baca Juga :  Ditutup Sirtu, Jalan di Desa Gedangan ini Becek dan Berlumpur Tiap Hujan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/