JOMBANG – Sertifikasi aset pemkab sampai sekarang terus berjalan. Dari ribuan aset pemkab yang belum mengantongi sertifikat, pada triwulan pertama tahun ini ada tambahan 255 bidang yang sudah memiliki sertifikat. Sementara 174 berkas berproses di ATR/BPN Jombang.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh menuturkan, sertifikasi aset pemkab kini masih berjalan. ”Di triwulan pertama yang sudah kita laporkan ke KPK, kemarin ada 255 sertifikat yang sudah jadi,” kata Nashrulloh kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, ratusan aset yang sudah terbit sertifikat itu menyebar di beberapa lokasi. Utamanya di Kecamatan Jombang sesuai target awal, yakni untuk bidang jalan. ”Karena untuk jalan itu kan tidak berhenti, menyambung atau membentang dari satu kecamatan ke kecamatan lain,” imbuh dia.

Baca Juga :  Sertifikasi 9,8 Hektare Lahan Perumda Panglungan, Tahun ini Harus Tuntas

Sehingga, ketika terdapat satu ruas jalan diproses harus selesai sepenuhnya. ”Jadi harus satu ruas tuntas. Untuk pensertifikatan juga pakai batasan wilayah administrasi,” lanjut dia.

Saat ini masih ada ratusan berkas yang sudah disodorkan ke BPN Jombang. Saat ini, seluruhnya belum kelar. ”Sementara yang berproses di BPN itu sebanyak 174 berkas,” ujar Nashrulloh.

Menurut dia, penyelesaian itu sesuai target dibagi tiap tiga bulan. ”Jadi mulai triwulan pertama sampai ketiga. Kita mengusahakan tuntas,” kata Nashrulloh.

Seperti diketahui, pengelolaan aset milik Pemkab Jombang jadi atensi KPK. Menyusul banyaknya aset pemkab belum bersertifikat.

Nashrulloh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang tak menampik masih banyak aset milik pemkab belum memiliki sertifikat.

Baca Juga :  Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab Laksanakan Arahan Presiden Jokowi

Hingga pengujung 2021, dari 1.922 bidang aset pemkab yang akan diajukan pengurusan sertifikat, baru 864 bidang saja yang sudah tuntas. Sehingga masih ada sekitar 1.058 bidang yang belum bersertifikat.

Dia merinci, pada 2020 terdapat 556 bidang yang sudah keluar sertifikat. Kemudian ditambah 2021 ada 308 yang sudah selesai. ”Sehingga yang belum bersertifikat ada 1.058 bidang,” terang Nasrulloh (4/1).






Reporter: Ainul Hafidz