Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

BPKAD Jombang Kebut Sertifikasi Ruas Jalan

Terkait Aset Pemkab Belum Bersertifikat

13 Januari 2022, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BPKAD Jombang Kebut Sertifikasi Ruas Jalan

Share this      

JOMBANG – Dorongan agar pemkab segera menuntaskan sertifikasi aset daerah direspons BPKAD Jombang. Di awal tahun ini, rencananya bakal memproses aset bidang jalan di wilayah Jombang kota.

M. Nashrulloh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang melalui Dwi Ariyani Kabid Aset Daerah mengakui, sudah ada tindak lanjut dilakukan pemkab dengan BPN Jombang. ”Jadi untuk triwulan pertama kami berkomitmen bersama BPN menuntaskan aset di bawah jalan wilayah Jombang kota,” kata Dwi usai mengikuti agenda di DPRD Jombang, Rabu (12/1) kemarin.

Dijelaskan, langkah itu sebagai tindak lanjut atensi komisi pemberantasan korupsi (KPK) terkait banyaknya aset pemkab masih banyak belum memiliki legalitas. ”Masih ada seribu sekian, paling banyak aset di bawah jalan,” imbuh dia.

Baca juga: Pemkab Jombang Janji Tindaklanjuti Keluhan Warga

Dikatakan, pertimbangan menyelesaikan aset di bawah jalan di awal ini lantaran jumlah ruas jalan begitu banyak, hingga mencapai 540 ruas. Pensertifikatan aset itu juga baru kali ini dilakukan. ”Jadi karena sekarang jalan juga harus disertifikatkan. Kalau dulu kan tidak, sekarang kalau sudah masuk BMD (Barang Milik Daerah, Red) wajib disertifikatkan, dulu hanya objek mulai sekolah, bangunan dan perkantoran,” sambung Dwi.

Terpisah, Koordinator Substansi Penetapan Hak BPN Jombang Haris Kurniawan menuturkan, rapat terakhir dengan pemkab sudah ditindaklanjuti. Diutamakan bakal memproses aset bidang jalan kabupaten. ”Prioritas utama rencananya disepakati aset di bawah jalan dahulu. Itu selesai bulan tiga (Maret, Red),” kata Haris dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, opsi kedua, yakni menyelesaikan aset di Kecamatan Jombang. ”Kurang lebih target pemkab itu wilayah kota (Kecamatan Jombang, Red) untuk seluruh aset, terutama di bawah jalan itu harus klir dahulu,” imbuh dia.

Menurutnya, langkah itu akan berdampak signifikan. Sebab bisa mengetahui seluruh aset belum memiliki legalitas. ”Jadi kalau itu sudah ada, jadinya bisa kelihatan. Ternyata aset di Kecamatan Jombang ini ada sekian persen dari seluruh yang belum terdata, nanti akan kelihatan,” sambung Haris.

Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan terkait banyaknya aset pemkab belum bersertifikat memantik respons keras dewan. Komisi A DPRD Jombang berencana meminta klafirikasi ke pemkab, terlebih persoalan aset jadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Kami ingin klarifikasi terkait masalah ini. Terlebih lagi kemarin baru ketahuan sekian ribu aset belum bersertifikat,” ujar Kartiyono Sekretaris Komisi A DPRD Jombang, kemarin.

Menurutnya, persoalan ini harus ditindaklanjuti serius, terlebih sudah menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ”Ini tanggung jawab pemkab segera menuntaskan,” tegasnya.

Pihaknya sudah seringkali menyampaikan ke pemkab untuk mengelola aset daerah dengan baik. Menurutnya, membiarkan aset tanpa sertifikat rawan muncul masalah. ”Seperti kasus tanah makam dulu yang sampai masuk ke aset pemkab. Kalau seperti ini maka akan sangat memungkinkan aset pemkab bisa diserobot,” katanya.

Selain itu, banyaknya temuan aset belum bersertifikat menunjukkan sistem administrasi dan pengelolaan aset daerah belum berjalan dengan baik. ”Kalau tidak dikelola dengan baik ini merupakan sebuah keteledoran,” terangnya.

Untuk diketahui, hingga pengujung 2021, dari 1.922 bidang aset pemkab yang akan diajukan pengurusan sertifikat, baru 864 bidang saja yang sudah tuntas. Sehingga masih ada sekitar 1.058 bidang yang belum bersertifikat.

Pada 2020 terdapat 556 bidang yang sudah keluar sertifikat. Kemudian ditambah tahun lalu ada 308 yang sudah selesai. Sehingga yang belum bersertifikat ada 1.058 bidang.

(jo/fid/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia