28.9 C
Jombang
Saturday, January 28, 2023

Proyek Labkesda Molor Hingga Tiga Minggu, Begini Alasan Dinkes

IkusJOMBANG – Proyek pembangunan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) masih belum tuntas. Hingga kemarin (7/12), pekerjaan masih terlihat. Padahal, batas akhir masa pekerjaan proyek bernilai Rp 2,3 miliar itu harusnya habis sejak 14 November lalu.

Seperti pantuan koran ini, pembangunan gedung yang dikerjakan CV Pradana masih terlihat ada pekerjaan. Sekitar lima pekerja masih beraktifitas melakukan pembersihan sisa-sisa pekerjaan. Bangunan gedung juga masih kotor bekas pekerjaan yang belum dibersihkan.

Maya Ermaningsih pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Jombang, membenarkan adanya keterlambatan pembanguan di salah satu proyek. “Sesuai kontrak pembangunan harusnya selesai 14 November,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Lantaran ada keterlambatan pembangunan, Maya menyebut akan tetap mengenakan denda pada kontraktor. Meski sampai sekarang, dia masih belum mengetahui jumlah denda yang harus dibayar pihak penyedia. “Sesuai aturan ya diberlakukan denda 1/1.000 dari nilai kontraknya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sidang Komisi Bersama ke-13 dan Pameran Industri INNOPROM

Meski molor, Maya menyebut pembangunan ini sudah selesai. Kini, penyedia disebutnya tinggal melakukan pembersihan sisa-sisa pekerjaan. “Ada tambahan waktu sampai 12 Desember nanti. Jadi serah terima dipaskan sesuai tambahan waktu,” bebernya.

Sementara itu, Toha pelaksana dari CV Pradana ketika dikonfirmasi, tak mengelak adanya keterlambatan karena ada perubahan pembangunan. “Ya, terlambat karena pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP),” tambah dia.

Keterlambatan itu terjadi setelah semula di bagian depan rencana tidak ada ACP, kemudian ada perubahan dipasang ACP. “Sehingga terlambat, tapi sekarang proyek sudah selesai. Kami diberi tambahan waktu sampai 21 Desember,” pungkasnya. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

IkusJOMBANG – Proyek pembangunan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) masih belum tuntas. Hingga kemarin (7/12), pekerjaan masih terlihat. Padahal, batas akhir masa pekerjaan proyek bernilai Rp 2,3 miliar itu harusnya habis sejak 14 November lalu.

Seperti pantuan koran ini, pembangunan gedung yang dikerjakan CV Pradana masih terlihat ada pekerjaan. Sekitar lima pekerja masih beraktifitas melakukan pembersihan sisa-sisa pekerjaan. Bangunan gedung juga masih kotor bekas pekerjaan yang belum dibersihkan.

Maya Ermaningsih pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Jombang, membenarkan adanya keterlambatan pembanguan di salah satu proyek. “Sesuai kontrak pembangunan harusnya selesai 14 November,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Lantaran ada keterlambatan pembangunan, Maya menyebut akan tetap mengenakan denda pada kontraktor. Meski sampai sekarang, dia masih belum mengetahui jumlah denda yang harus dibayar pihak penyedia. “Sesuai aturan ya diberlakukan denda 1/1.000 dari nilai kontraknya,” ungkapnya.

Baca Juga :  500 Warga Jombang Terpapar Covid-19 dalam Sebulan, 25 Diantaranya Meninggal

Meski molor, Maya menyebut pembangunan ini sudah selesai. Kini, penyedia disebutnya tinggal melakukan pembersihan sisa-sisa pekerjaan. “Ada tambahan waktu sampai 12 Desember nanti. Jadi serah terima dipaskan sesuai tambahan waktu,” bebernya.

Sementara itu, Toha pelaksana dari CV Pradana ketika dikonfirmasi, tak mengelak adanya keterlambatan karena ada perubahan pembangunan. “Ya, terlambat karena pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP),” tambah dia.

Keterlambatan itu terjadi setelah semula di bagian depan rencana tidak ada ACP, kemudian ada perubahan dipasang ACP. “Sehingga terlambat, tapi sekarang proyek sudah selesai. Kami diberi tambahan waktu sampai 21 Desember,” pungkasnya. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/