Selasa, 18 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPPKB-PPPA Jombang Gencar Sosialisasikan Stunting

03 Desember 2021, 09: 36: 39 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DPPKB-PPPA Jombang Gencar Sosialisasikan Stunting

Share this      

JOMBANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang gencar mensosialisasikan stunting kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kegiatan, juga berbagai media. 

”Kami ingin stunting menjadi perhatian serius bagi masyarakat untuk mencetak generasi emas masa depan,” kata Nurkamalia, Kepala DPPKB-PPPA Jombang. 

Stunting merupakan kekurangan gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama pada 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Baca juga: Era Industri 4.0 Butuh Generasi yang Kreatif, Adaptif, dan Inovatif

”Yang perlu diingat stunting itu pasti bertubuh pendek, tapi bertubuh pendek belum tentu stunting,” tegas Nurkamalia.

Lebih dari 9.700 balita di Kabupaten Jombang diindikasikan mengalami stunting. Berdasarkan hasil penimbangan pada bulan timbang balita 2021. Kondisi stunting pada ribuan balita di Kabupaten Jombang terjadi akibat kurang gizi maupun kesalahan pola asuh. 

Kasus stunting di Kabupaten Jombang masih terbilang tinggi, meski persentasenya sebesar 13,1 %. Pemkab Jombang terus melakukan berbagai upaya komprehensif dan terintergrasi agar kasus stunting terus berkurang. "Ini perlu mendapatkan perhatian serius karena menyangkut persoalan investasi ke depan menyangkut sumber daya manusia, meskipun tren-nya cenderung mengalami penurunan," imbuhnya.

Sesuai data pada 2018, kasus stunting di Kabupaten Jombang sebesar 20,1 %, lalu turun menjadi 17,9 % di 2019.Selanjutnya turun lagi menjadi 16,9 % pada 2020 dan saat ini menjadi 13,1 % di 2021.

Tercatat ada 11 desa lokus stunting di Kabupaten Jombang  2021, yaitu Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Desa Curahmalang l, Kecamatan Sumobito, Desa/Kecamatan Diwek, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan. Kemudian, Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak dan Desa Darurejo, Kecamatan Plandaan.

Di antara ciri-ciri anak yang stunting yaitu, bertubuh pendek dibanding dengan anak-anak seusianya, memiliki perawakan kecil jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya, berat badan rendah, tidak naik dan cenderung turun. Pertumbuhan tulang terganggu termasuk pertumbuhan gigi serta mudah terserang berbagai penyakit.

Sedangkan penyebab stunting di antaranya, kurang gizi dalam waktu yang cukup lama, kekurangan asupan protein, perubahan hormon yang dipicu stres, sering terjadi infeksi di kehidupan anak, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kebutuhan gizi saat hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, kurangnya makanan bergizi yang tergolong mahal.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang, pola asuh serta sanitasi atau air bersih.

”Jika sudah mengetahui penyebab dan ciri-ciri stunting pada anak, sebaiknya ibu harus segera berkonsultasi dengan pihak kesehatan, sehingga segera bisa ditangani. Kami ingin Jombang bebas dari stunting. Ini merupakan PR yang besar bagi kami,” pungkas Nurkamalia. 

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia