alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

4.000 Berkas Warga Jombang yang Ajukan BLT UMKM Mulai Dientri

JOMBANG – Sebanyak 4.000 berkas warga yang mengusulkan BLT UMKM di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Jombang mulai dientri, kemarin (1/9). Selanjutnya data itu diusulkan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

”Minggu ini kita fokus mengentri berkas yang sudah kami terima. Totalnya ada 4.000,” ujar Aries Yuswantono Kabid Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (1/9).

Entri itu disebutnya tahap awal sebelumn semua data diusulkan ke Kemenkop UKM. ”Setelah data kita kirim, nanti kita menunggu tahap selanjutnya untuk dilakukan verifikasi,” tambahnya. Selama proses entri data, pihaknya tidak melayani pengusulan berkas. Terpantau seharian kemarin (1/9) tak ada satupun warga yang mengusulkan berkas.

Baca Juga :  Setara dengan PNS II/a, Gaji Kepala Desa di Jombang Bakal Rp 3,8 Juta

Alasan pihaknya tak membuka pelayanan seminggu ini salah satunya karena dikejar deadline. Dari informasi yang dia terima, saat ini pengusul bantuan BLT UMKM se-Indonesia sudah mencapai 50 persen dari total target pemerintah sebanyak 12 juta penerima. ”Dan Informasinya minggu kedua September adalah batas terakhir pengusulan,” jelasnya.

Selama melakukan entri berkas, petugas juga memeriksa kelengkapan berkas yang diajukan warga. Mulai SKU, fotokopi KTP, KK hingga blangko pengusulan. ”Kita cek satu persatu Alhamdulilah lengkap. karena sejak kemarin, kita periksa bagi yang belum lengkap kita minta untuk melengkapi,” tegas bapak dua anak ini.

Aris menambahkan, pelayanan baru dibuka kembali minggu depan. ”Insya Allah Senin depan,” tegasnya. Hanya saja, untuk mengantisipasi terjadinya antrean yang berjubel seperti beberapa hari sebelumnya, ia mengubah metode pengusulan dengan sistem daring.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan

Secara teknis, pengusul akan diminta mengisi berkas melalui google form sesuai data Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone dan identitas pribadi lain. ”Nanti yang tidak bisa, kita ajari di sini,” tegas dia.

Kendati demikian, pemohon juga diminta tetap menyetorkan berkas fisik termasuk fotokopi KTP, KK dan surat keterangan usaha (SKU) yang didapat dari desa. ”Namun berkas fisik tetap harus diserahkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Sebanyak 4.000 berkas warga yang mengusulkan BLT UMKM di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Jombang mulai dientri, kemarin (1/9). Selanjutnya data itu diusulkan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

”Minggu ini kita fokus mengentri berkas yang sudah kami terima. Totalnya ada 4.000,” ujar Aries Yuswantono Kabid Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (1/9).

Entri itu disebutnya tahap awal sebelumn semua data diusulkan ke Kemenkop UKM. ”Setelah data kita kirim, nanti kita menunggu tahap selanjutnya untuk dilakukan verifikasi,” tambahnya. Selama proses entri data, pihaknya tidak melayani pengusulan berkas. Terpantau seharian kemarin (1/9) tak ada satupun warga yang mengusulkan berkas.

Baca Juga :  Pertanyakan Hasil Survei PBB, DPRD Jombang Panggil Kepala Bapenda

Alasan pihaknya tak membuka pelayanan seminggu ini salah satunya karena dikejar deadline. Dari informasi yang dia terima, saat ini pengusul bantuan BLT UMKM se-Indonesia sudah mencapai 50 persen dari total target pemerintah sebanyak 12 juta penerima. ”Dan Informasinya minggu kedua September adalah batas terakhir pengusulan,” jelasnya.

Selama melakukan entri berkas, petugas juga memeriksa kelengkapan berkas yang diajukan warga. Mulai SKU, fotokopi KTP, KK hingga blangko pengusulan. ”Kita cek satu persatu Alhamdulilah lengkap. karena sejak kemarin, kita periksa bagi yang belum lengkap kita minta untuk melengkapi,” tegas bapak dua anak ini.

Aris menambahkan, pelayanan baru dibuka kembali minggu depan. ”Insya Allah Senin depan,” tegasnya. Hanya saja, untuk mengantisipasi terjadinya antrean yang berjubel seperti beberapa hari sebelumnya, ia mengubah metode pengusulan dengan sistem daring.

Baca Juga :  DPPKB-PPPA Jombang Gelar Gertak Vaksinasi Keluarga
- Advertisement -

Secara teknis, pengusul akan diminta mengisi berkas melalui google form sesuai data Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone dan identitas pribadi lain. ”Nanti yang tidak bisa, kita ajari di sini,” tegas dia.

Kendati demikian, pemohon juga diminta tetap menyetorkan berkas fisik termasuk fotokopi KTP, KK dan surat keterangan usaha (SKU) yang didapat dari desa. ”Namun berkas fisik tetap harus diserahkan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/