“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 itu, yang terlibat ya anak-anak grup patrol sahur yang pakai sound system itu,” terang Khoirul Saleh, 44, warga Sugihwaras.
Khoirul menjelaskan, kejadian itu bermula saat dua kelompok patrol yang menggunakan pengeras suara ini berjalan dari arah berlawanan. Satu kelompok, berjalan dari arah barat menuju timur, satu kelompok lagi berjalan dari arah sebaliknya. “Terus bertemu di depan SPBU itu, kemungkinan ada senggolan, terus akhirnya bentrok,” lanjutnya.
Puluhan pemuda yang ikut dalam rombongan itu, disebut Khoirul sempat terlibat tawuran. Mereka saling lempar benda hingga baku hantam di lokasi. Tawuran itu, akhirnya berhenti setelah warga keluar rumah dan membubarkan aksi. “Ya niatnya kan membangunkan sahur, kok malah jadi tawuran begitu,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi membenarkan kejadian tawuran itu. “Saya tahunya setelah subuh tadi, dari grupnya perangkat juga malahan,” lontarnya.
Fauzi menyebut, aksi patrol menggunakan soundsystem berujung bentrok itu, bukan kali ini saja terjadi. Dari catatannya, kejadian serupa sudah sempat terjadi beberapa kali selama bulan ramadan tahun ini. “Sudah dua kali ini, yang pertama itu awal-awal ramadan dulu lokasinya juga sama,” imbuhnya.
Ia pun berharap, pengetatan keamanan di sekitar lokasi bisa dilakukan agar betrokan serupa ak lagi terjadi. “Kami juga akan menempatkan linmas atau keamanan desa juga di lokasi itu, kerjasama sama polsek juga supaya tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW