Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buntut TPT Ambles di Bareng Jombang, Pemkab Surati BBWS

A
Penulis: Anggi Fridianto❯

 


Advertisement

AMBLES: Kondisi plengsengan di Dusun Banjarsari, Desa Bareng ambles kemarin (7/1).
AMBLES: Kondisi plengsengan di Dusun Banjarsari, Desa Bareng ambles kemarin (7/1).
 

 

 

Advertisement

Radarjombang.id – Pemkab Jombang mengirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait amblesnya tembok penahan tanah (TPT) di ruas jalan penghubung Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng. Itu dilakukan seiring meningkatnya intensitas hujan yang dikawatirkan memperparah kerusakan.

’’Kami akan mengirimkan surat ke BBWS Brantas karena kewenangan penanganan ada di sana,’’ kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, (13/1).

Pihaknya sudah turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan awal. ’’Tim sudah melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi plengsengan secara langsung,’’ terangnya.

Advertisement

Dari hasil kajian sementara, lokasi ambles berada di kawasan aliran sungai sehingga penanganannya masuk dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Oleh sebab itu, Pemkab Jombang akan segera mengajukan koordinasi resmi kepada BBWS Brantas agar proses perbaikan dapat segera ditindaklanjuti.

Meski bukan menjadi kewenangan penuh daerah, Pemkab Jombang tetap berupaya aktif melakukan koordinasi. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama warga dan berpotensi mengalami longsor lanjutan.

Tembok penahan tanah (TPT) di ruas jalan penghubung di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng ambles setelah diterjang banjir luapan Sungai Baliran Sumber Gogor. Amblesnya TPT mengancam badan jalan.

Ambrolnya TPT diketahui sejak Minggu (4/1) sore, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Bareng. Luapan Sungai Baliran Sumber Gogor yang berhulu di Kecamatan Wonosalam menggerus tanggul hingga longsor. Bangunan TPT pun ikut ambrol. ”

Meski hingga kini kondisi jalan masih bisa dilalui kendaraan, warga mulai waswas longsoran akan terus meluas dan menggerus badan jalan jika tak kunjung ditangani.

’’Sekarang masih bisa dilewati, tapi kalau hujan terus dan tidak segera diperbaiki, takutnya longsornya tambah parah dan membahayakan pengguna jalan,’’ kata Samiaji, warga setempat.

Kepala Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Siswanto, membenarkan adanya plengsengan yang rontok di jalur tersebut. Pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke instansi terkait. ’’Kita sudah kirim surat ke Dinas PUPR Jombang supaya segera diperbaiki,’’ ucapnya. Mereka berharap segera ada tindak lanjut agar kerusakan tidak meluas dan membahayakan warga maupun pengguna jalan. (ang/jif)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

JOMBANG – Pemecahan sertifikat tanah warga terdampak proyek Irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) tak kunjung tuntas. Hingga mendekati akhir 2026, belum ada kepastian penerbitan sertifikat baru. Akibatnya, Pemerinta

Pengeringan Saluran Induk Mrican Batal, Pasokan Air Irigasi Petani Jombang Masih Aman

Pengeringan Saluran Induk Mrican Batal, Pasokan Air Irigasi Petani Jombang Masih Aman

JOMBANG – Pasokan air irigasi untuk lahan pertanian di Jombang sementara aman. Rencana pengeringan Saluran Induk (SI) Mrican Kanan yang semula dijadwalkan mulai 15 Oktober urung dilakukan. Proyek rehabilitasi Daerah Irig

Telan Anggaran Capai 120 M, Rehab Bendung Jatimlerek Jombang Baru 30 Persen

Telan Anggaran Capai 120 M, Rehab Bendung Jatimlerek Jombang Baru 30 Persen

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, masih berjalan dengan progres sekitar 30 persen hingga pekan lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer