Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Bunuh Istri di Gresik, Tabrakkan Diri di Jombang

25 November 2021, 07: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bunuh Istri di Gresik, Tabrakkan Diri di Jombang

Share this      

JOMBANG – Setelah membunuh istrinya, seorang pria tanpa identitas tewas tersambar kereta Api Jayajarta di Dusun Piyak, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu sore kemarin (24/11). DPO kasus pembunuhan di Gresik ini sempat menganiaya anaknya.

“Dugaan korban sengaja menabrakkan diri ke kereta, penyelidikan masih dilakukan,” terang AKP Retno Dwi Suharti Kapolsek Perak.

Kejadian itu berlangsung sekitar 15.40. Awalnya, korban yang baru saja turun dari bus, berjalan-jalan di sekeliling perlintasan berpalang pintu dekat Stasiun Sembung. Saat itu, petugas penjaga pintu sudah menutup pintu perlintasan. “Posisi kereta api Jayakarta jusuran Surabaya-Pasar Senen sudah mendekat,” lanjutnya.

Baca juga: Dikira Bekas Muntah, Ternyata Mayat

Namun, saat kereta makin dekat, korban justru berlari menuju tengah rel kereta. Dari keterangan saksi mata, Retno menyebut korban berdiri dalam posisi menghadang kereta api sehingga tersambar kereta dan terlempar beberapa meter. “Korban meninggal di TKP dengan tubuh luka parah, utamanya di bagian kepala” lontarnya.

Jenazah korban langsung dievakuasi menuju rumah sakit untuk divisum sambil menunggu penyelidikan dan pengecekan identitas lebih lanjut. “Tidak ditemukan tanda pengenal di tubuh korban, masih kita lidik,” tegas Retno.

Terpisah, AKP Teguh Setiawan Kasatreskrim Polres Jombang, memastikan korban kecelakaan kereta di Sembung Perak adalah DPO kasus pembunuhan di wilayah hukum Driyorejo Gresik. Hal itu terungkap setelah polisi melakukan identifikasi jasad korban.

"Jadi lewat alat identifikasi yang kita punya, koban bernama Joko Sumarsono, 63, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik," ucapnya.

Identitas itu sama dengan DPO dari Polsek Driyorejo Gresik. Hal itu dipastikan setelah berkoordinasi dengan Polres Gresik. "Ini tadi saya kontak ke Kasatreskrim Polres Gresik dan dibenarkan," lanjutnya.

Joko adalah terduga kasus pembunuhan terhadap istri dan sendiri, Trianah,  54. Pembunuhan dilakukan dengan cara melempar tabung elpiji kepada istrinya hingga tersungkur. Setelah itu, Joko sempat menganiaya anaknya. Dalam kasus ini sang istri meninggal, sementara anaknya selamat.

Kasus ini baru terungkap Rabu pagi (24/11). "Jadi setelah melempar tabung elpiji kepada istri dan menusuk anaknya, ia melarikan diri, anaknya selamat, tapi sang istri tewas," imbuh dia.

Dari keterangan yang didapat, Joko sempat memiliki riwayat gangguan jiwa. Ia dan istrinya bahkan sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Hingga kemarin, pihaknya masih berkoordinasi. Rencananya, jenazah akan dijemput dan dibawa menuju kediamannya di Gresik.

"Karena kasusnya di sana, ya kita serahkan ke Polres Gresik untuk selanjutnya diserahkan kepadapihak keluarga," pungkas Teguh.

Untuk diketahui, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, sempat digegerkan penemuan mayat seorang perempuan di dalam kamar rumahnya, Rabu pagi pukul 07.40 (24/10). Mayat perempuan yang pernah mengajar di TK ini diduga dibunuh oleh suaminya sendiri.

Dari informasi yang dihimpun, korban meninggal bernama Triyana, 52. Sementara anaknya Zada Talitha, 25, yang sempat dianiaya mengalami luka-luka dan sampai sekarang masih  dirawat di RS Ibnu Sina Gresik.

Menurut keterangan keluarga, Trianah dan anaknya ditemukan kali pertama oleh ibunya sekitar pukul 07.30. Kondisinya sudah bersimbah darah di atas tempat tidur. Sang ibu meregang nyawa, sementara anak mengalami parah dan mendapat perawatan medis karena ada luka seperti tusukan di bagian kepala yang cukup banyak. Serta luka sayatan pada pergelangan tangan.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia