Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Bertambah Jadi 37 Rumah yang Terdampak Angin Kencang di Megaluh

13 Januari 2022, 09: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bertambah Jadi 37 Rumah yang Terdampak Angin Kencang di Megaluh

BUTUH PENANGANAN: Rumah rusak di wilayah Kecamatan Megaluh akibat puting beliung Selasa (11/1) sore.

Share this      

JOMBANG - Jumlah rumah terdampak puting beliung di wilayah Kecamatan Megaluh meluas. Dari hasil pendataan BPBD Jombang, total ada 37 rumah yang mengalami kerusakan. Bahkan, empat rumah rusak sedang.

Pepy Stevie Maria Penanggungjawab Operasional Lapangan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran BPBD Jombang menjelaskan, ada tiga desa terdampak puting beliung. Yakni di Dusun/Desa Sumbersari, Dusun/Desa Ngogri dan Dusun Panasan, Desa Sumberagung. ”Jadi ada tiga titik yang terdampak puting beliung kemarin,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Di Dusun/Desa Sumbersari, lanjut dia, ada empat rumah rusak ringan dan dua pohon besar tumbang menutup total jalan antar kecamatan. Kemudian di Dusun/Desa Ngogri ada 26 rumah rusak ringan dan empat rumah rusak sedang. Sedangkan di Dusun Panasan, Desa Sumberagung ada empat rumah yang mengalami kerusakan ringan. ”Total ada 37 rumah terdampak,’’ jelas dia.

Baca juga: Pelajar SD Meninggal Dunia Setelah Divaksin, APH Bisa Turun Tangan

Bertambah Jadi 37 Rumah yang Terdampak Angin Kencang di Megaluh

Ia menguraikan, rumah yang mengalami kerusakan ringan itu  genting rontok di bawah 30 persen. Berbeda dengan tingkat kerusakan sedang yang menyebut genting rontok mencapai 30 persen. ”Untuk kerusakan berat tidak ada,’’ papar dia.

Meski dampak amukan puting beliung meluas, ia menegaskan tidak ada korban jiwa. Meski begitu, puluhan kepala keluarga (KK) mengalami kerugian materiil cukup banyak. ”Terutama rumah yang gentingnya rontok,’’ jelasnya. 

Ia sendiri sudah melakukan pendataan rumah yang rusak. Namun ia belum bisa memastikan mengenai bantuan material untuk korban terdampak. Sebab, anggaran bantuan untuk korban bencana dari APBD 2022 minim. ”Hasil pendataan sudah kami sampaikan ke pimpinan,’’ tandas dia.

Menurutnya, bantuan material untuk korban bencana sangat penting. Selain untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban, bantuan material juga sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. ”Namun bagaimana lagi, anggaran kita sangat minim,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia