Selasa, 25 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Gangguan Jiwa, Ceburkan Diri ke Brantas

02 Desember 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Gangguan Jiwa, Ceburkan Diri ke Brantas

Share this      

JOMBANG – Diduga alami gangguan jiwa, seorang pria nekat menceburkan diri ke arus deras Sungai Brantas, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Selasa sore kemarin (30/11). Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan.

“Menceburkan diri sekitar pukul 16.30, saat kondisi air sedang deras,” terang AKP Mursid Budi H, Kapolsek Bandarkedungmulyo. Berdasar keterangan saksi, korban yang menceburkan diri itu adalah Imam Tohari, 50, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Sebelum menceburkan diri, korban terlihat linglung dan duduk-duduk di pinggir sungai.

“Sempat diingatkan juga agar sedikit menjauh karena arus sungai sedang deras,” lanjutnya. Pada saat hujan mulai deras, korban tiba-tiba bergerak menceburkan diri ke dalam sungai. Warga dan operator perahu tambang yang sempat melihat  kejadian itu berupaya memberikan pertolongan.

Baca juga: Tunggu Pemeriksaan Black Box

“Sempat akan ditolong warga, namun tidak bisa, air deras dan korban terseret hingga hilang,” tambahnya.Mursid menyebut, dari keterangan pihak keluarga korban, korban memang mengidap gangguan jiwa. “Pencarian masih dilakukan dan jenazah korban belum ditemukan,” lontarnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas dari Basarnas, BPBD Jombang hingga relawan masih menyusuri aliran sungai Brantas. Beberapa petugas, melakukan penyisiran dengan perahu karet. Banyak juga yang melakukan pencarian darat dengan berjalan menyisir pinggir sungai.

“Penyisiran dan pencarian masih dilakukan, radius pencarian juga diperluas,” terang Chrise Ardytara F, Komandan Tim SAR Basarnas Surabaya. Menurutnya, pencarian korban tenggelam dibagi dalam empat tim berbeda. Tiga tim bertugas mencari dengan perahu karet dan menyusuri sungai, sementara satu tim lain bertugas menyisir dari daratan.

Petugas dengan perahu karet, mencari di air dengan menyisir sisi kiri dan kanan sungai. “Kemudian kita lakukan manuver, berputar-putar tujuannya agar korban terbawa naik,” imbuhnya. Radius pencarian juga diperluas hingga lebih dari 6 kilometer, setelah puluhan jam terseret arus. “Kita pantau sampai wilayah Kesamben,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia