Radarjombang.id – Lomba keagamaan Islam untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jombang tahun ini ditiadakan. Kebijakan ini diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang sebagai dampak dari efisiensi anggaran.
’’Lomba keagamaan Islam tidak masuk dalam agenda perlombaan tahun ini bukan karena penghapusan nilai keagamaan, melainkan murni akibat keterbatasan anggaran,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.
Tahun ini pihaknya hanya menggelar lima jenis lomba bagi siswa SD. ’’Yang dilaksanakan tahun ini lomba MIPAS, Bahasa dan Seni, O2SN, FLS3N, dan OSN,’’ terangnya.
Dari lima lomba yang digelar, tiga di antaranya memiliki jenjang hingga tingkat nasional. Yakni Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Serta Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Sementara itu, dua lomba lainnya, MIPAS serta Bahasa dan Seni, hanya dilaksanakan hingga tingkat kabupaten.
Selama ini, lomba keagamaan Islam menjadi lomba tahunan yang selalu dinantikan siswa. Lomba kegaamaan Islam terakhir diadakan tahun 2025. Ada tujuh cabang lomba yang diadakan. Rinciannya, lomba banjari, tahfid Alquran, baca kitab, pildacil, tartil Alquran, qiroah dan kaligrafi.
Karena lomba digelar setiap tahun, maka semua SD menyiapkan siswanya dengan latihan sepanjang tahun. Ini membuat daya tarik tersendiri bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto