JOMBANG – Kondisi SD Negeri Kepuhkembeng 1 Kecamatan Peterongan, Jombang sudah rusak parah.
SD Negeri yang lokasinya di pinggir jalur Arteri nasional jalan Soekarno Hatta ini diusulkan rehab mulai diajukan sejak 2017 tapi tidak mendapatkan hasil.
Bahkan beberapa ruangan kini dikosongkan karena membahayakan.
’’Sudah sejak dulu begini. Sudah mengajukan rehab setiap tahun, tapi dapat sedikit-sedikit, tidak langsung semuanya,’’ kata Zahroh, mantan kepala SDN Kepuhkembeng 1 yang memasuki masa purna bulan ini.
Kondisi bangunan memang sudah rusak parah. Sisi paling utara, perpustakaan, kini kosong. Hanya tersisa rak buku yang kotor dan penuh dengan reruntuhan plafon yang sudah ambruk sejak 2018.
Perpustakaan yang dibangun 2012 itu kini terkunci rapat dari luar.
Sisi luar bangunan juga memprihatinkan. Teras menjamur, genting-genting rontok, bahkan reng usuk bagian atap sudah patah dan nyaris ambruk seluruhnya.
’’Ini sudah kosong lama, 2018 sudah kosong. Karena sudah ambruk, jadi tidak digunakan,’’ kata Prayitno, guru PJOK SDN Kepuhkembeng 1.
Buku-buku yang ada dalam perpustakaan dialihkan ke semua kelas, dengan konsep pojok baca.
Berjarak kurang lebih 2-3 meter, ada bangunan ruang kelas.
Tahun 2017, delapan ruang kelas diajukan rehab, karena kondisi yang sudah membahayakan.
Baca Juga: Bangunan SD Negeri di Jombang ini Rusak dan Mengancam Siswa
Dua ruang kelas pertama sudah mendapatkan bantuan rehab 2019. Rehab baru didapatkan setelah viral karena ada guru yang mengajar mengenakan helm.
Kala itu, berturut-turut 2018-2019 dua siswa menjadi korban. Kejatuhan plafon yang ambruk ketika kegiatan belajar mengajar.
Reng atap diganti dengan galvalum, lengkap dengan plafon baru, yang kini sudah mulai berjamur.
Dari sisi bangunan, SDN Kepuhkembeng 1 memang cukup tertinggal. Lantai teras masih menggunakan keramik kuno, tidak termasuk dalam rehab dua ruang kelas untuk atap.
Dua ruang berikutnya, ruang guru dan ruang kepala sekolah. Kedua ruangan itu kini kondisinya sangat parah.
Plafon yang sudah ambrol beberapa tahun lalu kini menyisakan kerangkanya saja.
Guru bertugas dengan atap yang menganga langsung ke genting, terlihat tak layak dan memperihatinkan.
Dua ruang kelas berikutnya sudah direhab 2022. Kondisinya saat ini masih bagus dan layak.
’’Pengajuan rehab tetap dilakukan setiap tahun. 2022 baru mendapatkan rehab dua ruang kelas,’’ ungkapnya.
Di sisi paling pojok, rumah dinas yang kini ditempati PPPK. ’’Itu dulu ditempati guru, rusak parah, direhab-rehab sendiri, setelah meninggal baru ditempati PPPK,’’ katanya.
Di sisi barat, ada dua ruang kelas yang masih cukup bagus. Ada musala, dan ada ruang kelas bekas SD inpres yang kondisinya juga sangat memprihatinkan.
Bagian teras tidak ada satupun lembaran plafon yang tersisa. Hanya tinggal kerangkanya saja, atapnya menggunakan asbes.
Bagian dalam digunakan untuk tempat wudu dan kantin bercampur dengan laboratorium.
Dengan kondisi plafon yang bolong menganga. Sementara ruang lainnya digunakan untuk menyimpan barang.
’’Beberapa kali sudah ada yang survey ke sini, dilihat-lihat, difoto-foto tapi sampai sekarang masih belum menjadi prioritas sepertinya. Mudah-mudahan segera mendapatkan bantuan rehab, agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,’’ harapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW