Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efisiensi Anggaran, Disdikbud Jombang Tiadakan Lomba Keagamaan SD

W
Penulis: Wenny Rosalina❯

 

Akibat efisiensi anggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang memastikan tidak menggelar lomba keagamaan tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ini
Akibat efisiensi anggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang memastikan tidak menggelar lomba keagamaan tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ini

Radarjombang.id – Akibat efisiensi anggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang memastikan tidak menggelar lomba keagamaan tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ini.


Advertisement

Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Kabupaten Jombang bertekad menggelar secara mandiri.

’’Kami adakan secara mandiri dengan rekomendasi dinas. Jadi nanti tetap ada tanda tangan dinas di sertifikat, sehingga sertifikat juara bisa digunakan untuk mendaftar masuk SMP melalui jalur prestasi,’’ kata Sekretaris KKG PAI SD Kabupaten Jombang, Adlan Fahmi, kemarin.

Keputusan tersebut diambil agar pembinaan dan regenerasi peserta lomba keagamaan tidak terputus. Lomba keagamaan merupakan agenda yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa.

Advertisement

Selama ini, ajang tersebut dinilai memiliki gengsi tinggi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Bahkan, persiapan lomba dilakukan secara serius oleh sekolah-sekolah.

’’Lomba keagamaan ini tidak bisa disiapkan secara instan. Anak-anak tidak tiba-tiba bisa baca kitab. Tidak tiba-tiba hafal juz 30. Tidak tiba-tiba bisa banjari. Proses pengkaderannya sudah berjalan lama. Kalau tiba-tiba dihilangkan, kasihan anak-anak,’’ urainya.

Item lomba yang akan dipertandingkan kemungkinan besar tetap sama seperti lomba keagamaan yang rutin digelar Disdikbud sejak 2015. Pelaksanaan lomba tingkat kecamatan direncanakan pada September. Sedangkan tingkat kabupaten dijadwalkan pada Oktober mendatang.

Advertisement

Terkait pendanaan, KKG PAI SD Kabupaten Jombang akan mengupayakan pelaksanaan lomba secara mandiri dengan dukungan biaya swadaya maupun sponsor. Langkah ini diambil sebagai solusi agar tradisi lomba keagamaan tidak terhenti.

’’Ini lomba yang betul-betul bergengsi. Kecamatan pun mati-matian mempersiapkan. Sangat disayangkan jika sampai terputus, maka kami upayakan tetap melaksanakan,’’ imbuhnya.

Ia melihat perkembangan positif kualitas pendidikan keagamaan di Jombang. Dengan dukungan tiga pilar keagamaan, PAI, pilar keagamaan, dan pendidikan diniyah, kemampuan siswa terus meningkat dan semakin merata.

’’Dulu awal-awal lomba juaranya banyak dari SDIT, tapi sekarang sudah merata. SD Negeri sudah imbang dengan SDIT, bahkan dengan MI. Ini menunjukkan mutu keagamaan dan diniyah benar-benar meningkat dan menjadi daya tarik tersendiri,’’ terangnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Rhendra Kusuma,  mengatakan, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari KKG PAI terkait penyelenggaraan lomba keagamaan secara mandiri.

’’Belum ada info dari KKG PAI,’’ ucapnya. (wen/jif)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sarasehan Nasional KAUJE di Jember, Kepala Daerah Beber Inovasi Hadapi Pemangkasan Anggaran

Sarasehan Nasional KAUJE di Jember, Kepala Daerah Beber Inovasi Hadapi Pemangkasan Anggaran

Sarasehan Nasional Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) bertema Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Jumat (3/7

Anggaran Dipangkas Drastis, Pemeliharaan Trotoar Jombang Tahun Ini Hanya Rp 200 Juta

Anggaran Dipangkas Drastis, Pemeliharaan Trotoar Jombang Tahun Ini Hanya Rp 200 Juta

Efisiensi anggaran berdampak langsung pada program pemeliharaan trotoar di Kabupaten Jombang. Tahun ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Jombang memangkas anggaran perawatan trotoar secara signi

Progres Sudah Lampaui Target, Tapi Proyek Bendung Jatimlerek Jombang Terancam Mundur Gegara Hal Ini

Progres Sudah Lampaui Target, Tapi Proyek Bendung Jatimlerek Jombang Terancam Mundur Gegara Hal Ini

Kebijakan efisiensi anggaran mulai membayangi pelaksanaan proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek senilai Rp 268,33 miliar. Salah satu tahap krusial proyek, yakni pembangunan kisdam (bendungan sementara) yang se

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer