Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Mulok Dijadikan Ekstrakurikuler, Dinas P dan K Jombang: Program Tahfid Jenjang SD Dipastikan Tetap Berjalan

W
Penulis: Wenny Rosalina❯
LANCAR: Munaqosah tahfid juz 30 di Kecamatan Wonosalam, (27/5).
LANCAR: Munaqosah tahfid juz 30 di Kecamatan Wonosalam, (27/5).

 


Advertisement

 

Radarjombang.id – Program tahfid di Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jombang dipastikan tetap berjalan.

Meski mata pelajaran muatan lokal (mulok) keagamaan dan diniyah yang sebelumnya bersifat intrakurikuler kini dialihkan menjadi ekstrakurikuler.

Advertisement

’’Program tahfid tetap berjalan,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.

Program tahfid dipertahankan karena menjadi salah satu program unggulan di SD. Sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi Sekolah Dasar Negeri di Jombang.

’’Kegiatan munaqosah juz 30 juga akan tetap dilaksanakan,’’ terangnya. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang dan akan diikuti oleh siswa kelas 6 SD dan MI.

Advertisement

Rhendra menegaskan, meskipun terdapat penyesuaian kebijakan pada struktur pembelajaran, penguatan pendidikan keagamaan di jenjang sekolah dasar tetap menjadi perhatian. Khususnya melalui program-program unggulan yang telah berjalan selama ini.

Program 5.000 hafiz juz 30 jenjang SD telah terpenuhi di tahun ketiga. Tahun 2023, ada 1.166 peserta yang diwisuda.

Tahun 2024 mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu 2.176 peserta yang diwisuda. Tahun 2025 dengan mekanisme yang lebih ketat, total peserta yang diwisuda kembali meningkat menjadi 2.259.

Hingga kini, surat resmi peralihan mulok keagamaan dan diniyah dari intrakurikuler menjadi ekstrakurikuler masih belum rampung. Sehingga pembimbing masih bertugas seperti biasa. ’’Pembimbing nantinya menjadi pembina ekstrakurikuler dan sekarang masih menunggu surat resmi,’’ ucapnya. (wen/jif)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

JOMBANG – Pemecahan sertifikat tanah warga terdampak proyek Irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) tak kunjung tuntas. Hingga mendekati akhir 2026, belum ada kepastian penerbitan sertifikat baru. Akibatnya, Pemerinta

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu kini tak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), perannya diperluas menjadi pusat pelayanan masyarakat yang melibatkan berbagai

Blangko e-KTP Sering Langka, Pemkab Jombang Siapkan Anggaran Rp 1,3 Miliar

Blangko e-KTP Sering Langka, Pemkab Jombang Siapkan Anggaran Rp 1,3 Miliar

Pasokan blangko KTP elektronik (e-KTP) dari pemerintah pusat belum mampu memenuhi kebutuhan pencetakan di Jombang secara konsisten. Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, Pemkab Jombang menyiapkan anggaran

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer