Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jombang Krisis Kepala Sekolah Definitif, 29 Jabatan Masih Diduduki Plt

W
Penulis: Wenny Rosalina❯

 

DUA ARAH: Guru SMP mengikuti pelatihan BCKS di SMPN 1 Jombang, Jumat (21/11).   
DUA ARAH: Guru SMP mengikuti pelatihan BCKS di SMPN 1 Jombang, Jumat (21/11).  

JOMBANG – Sebanyak 29 sekolah di Kabupaten Jombang hingga kini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt). Rinciannya, 8 TK, 19 SD, dan 2 SMPN belum memiliki kepala sekolah definitif.


Advertisement

Sementara itu, pelatihan bagi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) masih berlangsung hingga 30 November mendatang.

Plt Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Heri Mujiono, menjelaskan kekosongan jabatan kepala sekolah terjadi karena banyak guru senior memasuki masa purnatugas.

”Memang yang menjadi kepala sekolah adalah guru-guru senior, jadi tiap bulan pasti ada tambahan kekosongan,” ujarnya.

Advertisement

Kondisi ini diprediksi meningkat pada periode 2028–2030, saat gelombang pensiun guru mencapai jumlah terbanyak.

Di sisi lain, pemerintah daerah terikat Surat Edaran Dirjen GTK yang mewajibkan penempatan kepala sekolah definitif dan mengakhiri masa Plt maksimal 31 Desember 2025.

Namun, pengisian 29 kursi kosong di Jombang belum bisa dipastikan waktunya. ”Untuk pengisian di Jombang kami serahkan kepada pimpinan,” jelas Heri.

Advertisement

Ia menambahkan, aturan terbaru mewajibkan calon kepala sekolah memiliki pangkat minimal III/C. ”Untuk jenjang TK, sedikit guru yang memenuhi syarat itu,” katanya.

Meski begitu, regulasi memberi kelonggaran berupa izin memimpin lintas jenjang, sehingga guru dari jenjang lain dapat ditugaskan menjadi kepala sekolah di TK atau SD jika memenuhi syarat. Namun mekanisme tersebut masih dalam kajian.

Sebelumnya, sebanyak 50 guru dinyatakan lolos seleksi BCKS. Mereka kini menjalani pelatihan dan pembekalan selama 10 hari, mulai 21–30 November di SMPN 1 Jombang. ”Seluruhnya sudah dinyatakan lulus seleksi, baik seleksi administrasi maupun seleksi substansi,” ungkap Heri.

Pelatihan diikuti 50 peserta dari total 72 pendaftar, berlangsung selama 90 jam pelajaran. Seleksi substansi sebelumnya dilakukan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berbasis Computer Based Test (CBT).

Komposisi peserta terdiri atas 29 guru SMP, 1 guru TK, dan 20 guru SD. (wen/naz)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Sekadar Penghijauan, Desa Jombok Jombang Sulap Pinggir Jalan Jadi Kebun Buah Gratis

Tak Sekadar Penghijauan, Desa Jombok Jombang Sulap Pinggir Jalan Jadi Kebun Buah Gratis

Ruas jalan dan tanggul sungai di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, tak sekadar menjadi akses mobilitas warga. Beragam pohon buah tumbuh subur di sepanjang jalur tersebut. Saat berbuah, hasilnya boleh dinikmati

Tiga Perkara yang Dirahasiakan Allah, Jangan Remehkan Amal Kecil dan Sesama Manusia

Tiga Perkara yang Dirahasiakan Allah, Jangan Remehkan Amal Kecil dan Sesama Manusia

Saat ngaji usai salat Zuhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (5/11), pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan hal yang dirahasi

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Fakta baru terungkap dari kecelakaan maut yang melibatkan truk Hino dan Honda Beat di simpang tiga Ringroad Mojoagung, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer