alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

MTsN 6 Jombang Gelorakan Gerakan Madrasah Ramah Anak

JOMBANG – MTsN 6 Jombang di Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto terus menggaungkan gerakan madrasah ramah anak. Salah satunya memberikan edukasi kepada siswa terkait pencegahan hal-hal negatif, juga membekali siswa dengan keterampilan.

Siswa diberikan edukasi, mulai dari kesehatan reproduksi remaja, bahaya narkoba hingga dampak kenakalan remaja. Pihak madrasah menggandeng kepolisian dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang. Sosialisasi dilaksanakan di musala madrasah. Diawali salat Duha, dilanjutkan istighotsah, lalu istirahat dan pemberian materi. Kegiatan diiikuti seluruh siswa kelas 7 dan kelas 8.

Siswa saat diberikan sosialisasi tentang narkoba dan kesehatan reproduksi.

Kepala MTsN 6 Jombang Umi Mahmudah menjelaskan, kegiatan sosialisasi dihelat selama empat hari. Dimulai sejak 16 Juni dan berakhir  Rabu (22/6) kemarin. ”Jadi ada empat materi, kita mendatangkan pemateri dari kepolisian dan DPPKB-PPPA. Karena kami juga sudah ada kerja sama,” kata Umi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, empat materi itu masing-masing tentang kesehatan reproduksi remaja. Salah satunya berkaitan dengan bahaya seks bebas. Siswa juga dikenalkan bagaimana reproduksi untuk wanita dan laki-laki. ”Misalnya berhubungan seks di luar nikah ini efeknya apa saja. Ada penyakit kelamin dan sebagainya,” imbuh dia.

Baca Juga :  Jelang Akhir Perpanjangan PPDB, SDN di Pedalaman Jombang Nol Pendaftar

Materi kedua, lanjut dia, berkaitan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Siswa diberi tahu apa saja yang masuk kategori obat-obatan terlarang. ”Dampaknya bagaimana, lalu tidak hanya obat-obat terlarang, ada juga yang oplosan. Misalnya minum antimo enam tablet sekaligus dan ditambah lainnya, itu juga tidak boleh,” ujar Umi.

Menurutnya, para siswa yang menjadi peserta juga sangat antusias. ”Alhamdulillah ketika tanya jawab, anak-anak dengan malu menjawab. Akhirnya kita ambil kesimpulan anak-anak ini masih polos, dan jauh dari itu,” tutur dia.

Materi ketiga, kata Umi, yakni terkait soft skill atau keterampilan. ”Anak-anak diberi penjelasan cara hidup mandiri. Menghadapi seseorang ketika ada di rumah atau masyarakat meminta bantuan,” lanjut Umi.

Baca Juga :  PAT SD Dimulai 11 Juni, Sekolah Bisa Tentukan Sendiri Waktunya

Terakhir, lanjut Umi, yakni terkait kenakalan remaja. Materi disampaikan langsung perwakilan dari pihak kepolisian. ”Jadi tujuan kita supaya anak-anak tahu bagaimana dampak atau efek melakukan perbuatan tidak baik, bagi masyarakat, keluarga dan dirinya sendiri,” tutur dia.

Selanjutnya….






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – MTsN 6 Jombang di Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto terus menggaungkan gerakan madrasah ramah anak. Salah satunya memberikan edukasi kepada siswa terkait pencegahan hal-hal negatif, juga membekali siswa dengan keterampilan.

Siswa diberikan edukasi, mulai dari kesehatan reproduksi remaja, bahaya narkoba hingga dampak kenakalan remaja. Pihak madrasah menggandeng kepolisian dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang. Sosialisasi dilaksanakan di musala madrasah. Diawali salat Duha, dilanjutkan istighotsah, lalu istirahat dan pemberian materi. Kegiatan diiikuti seluruh siswa kelas 7 dan kelas 8.

Siswa saat diberikan sosialisasi tentang narkoba dan kesehatan reproduksi.

Kepala MTsN 6 Jombang Umi Mahmudah menjelaskan, kegiatan sosialisasi dihelat selama empat hari. Dimulai sejak 16 Juni dan berakhir  Rabu (22/6) kemarin. ”Jadi ada empat materi, kita mendatangkan pemateri dari kepolisian dan DPPKB-PPPA. Karena kami juga sudah ada kerja sama,” kata Umi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, empat materi itu masing-masing tentang kesehatan reproduksi remaja. Salah satunya berkaitan dengan bahaya seks bebas. Siswa juga dikenalkan bagaimana reproduksi untuk wanita dan laki-laki. ”Misalnya berhubungan seks di luar nikah ini efeknya apa saja. Ada penyakit kelamin dan sebagainya,” imbuh dia.

Baca Juga :  Sosialisasikan Juknis BKK, DPMD Berharap Seluruh Desa Patuh Aturan

Materi kedua, lanjut dia, berkaitan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Siswa diberi tahu apa saja yang masuk kategori obat-obatan terlarang. ”Dampaknya bagaimana, lalu tidak hanya obat-obat terlarang, ada juga yang oplosan. Misalnya minum antimo enam tablet sekaligus dan ditambah lainnya, itu juga tidak boleh,” ujar Umi.

Menurutnya, para siswa yang menjadi peserta juga sangat antusias. ”Alhamdulillah ketika tanya jawab, anak-anak dengan malu menjawab. Akhirnya kita ambil kesimpulan anak-anak ini masih polos, dan jauh dari itu,” tutur dia.

- Advertisement -

Materi ketiga, kata Umi, yakni terkait soft skill atau keterampilan. ”Anak-anak diberi penjelasan cara hidup mandiri. Menghadapi seseorang ketika ada di rumah atau masyarakat meminta bantuan,” lanjut Umi.

Baca Juga :  Jalur Zonasi Overload, Jalur Afirmasi Sepi Pendaftar

Terakhir, lanjut Umi, yakni terkait kenakalan remaja. Materi disampaikan langsung perwakilan dari pihak kepolisian. ”Jadi tujuan kita supaya anak-anak tahu bagaimana dampak atau efek melakukan perbuatan tidak baik, bagi masyarakat, keluarga dan dirinya sendiri,” tutur dia.

Selanjutnya….






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/