alexametrics
24.6 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Tolong Bu Gubernur! Insentif GTT dan PTT SMA/SMK di Jombang Ngeblong

JOMBANG – Malang nian nasib guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) jenjang SMA/SMK. Insentif yang harusnya diterima setiap bulan, terhenti sejak Mei. Hingga kini, penyebab pasti terlambatnya hak para guru ini belum jelas.

’’Tahun ini yang cair hanya sampai April saja, Mei sampai sekarang (September) belum cair,’’ kata Ipung Kurniawan, Ketua Forum Honorer Eks Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Jombang, kemarin.

Insentif biasanya diberikan setiap bulan. Nilainya Rp 900 ribu per guru. Cair paling lambat tanggal 7 setiap bulan. Insentif ini diberikan sejak 2017. Sebelumnya, tidak pernah mengalami keterlambatan seperti sekarang. ’’Kata Dinas Pendidikan Provinsi karena ada pemetaan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), sehingga butuh penyesuaian ulang,’’ ungkapnya.

Ia sudah banyak menerima keluhan dari rekan sesama GTT dan PTT. Yang paling gusar adalah PTT, apalagi dampak Covid-19 belum sepenuhnya pulih. ’’Penghasilan dari kantin tidak ada, belum lagi insenstifnya nandon,’’ keluhnya.

Dia sendiri juga merasakan. Mei sampai sekarang menjadi bulan yang berat. Utamanya untuk tanggungan koperasi sekolah yang harus dibayar setiap bulan. ’’Dulu belum ada insentif tidak berani ambil koperasi. Setelah ada insentif saya berani ambil, eh sekarang terlambat, jadi bingung cari dana talangan dari mana. Keluhan dari teman-teman juga sangat banyak,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Tunggu Perbaikan Permanen, Jembatan Bambu di Brodot Makin Mengkhawatirkan

Segala upaya sudah pernah Ipung lakukan. Ia memiliki kesempatan bertanya secara langsung terkait insentif saat dipanggil ke Dinas Pendidikan Jawa Timur beberapa bulan lalu. Lagi-lagi ia diminta untuk bersabar. Sebab, insentif GTT dan PTT dianggarkan melalui APBD perubahan tahun ini. ’’Kalau sudah selesai proses P-APBD, nanti nunggu SK gubernur, baru kemudian dicairkan,’’ jelasnya.

Beberapa guru juga mengadu ke gubernur melalui instagram pribadi Gubernur Jatim. ’’Teman-teman banyak yang mengadu ke Gubernur Jatim. Kok tega sekali, padahal GTT dan PTT sangat bergantung dari tunjangan tersebut,’’ ungkapnya.

Suhartatik, kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan, jika tunjangan tersebut dianggarkan melalui P-APBD. ’’Sudah ada penjelasan kan dari Komisi E DPRD Jatim, kalau (insentif GTT dan PTT) dianggarkan di P-APBD. Mohon maaf untuk informasi selengkapnya satu pintu di kepala dinas,’’ singkatnya.

Baca Juga :  PSID Makin Loyo, Asprov PSSI: Jombang Kalah Jauh dengan Kabupaten Tetangga

Sementara itu, Wahid Wahyudi, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga kini belum menjawab pertanyaan yang diberikan Jawa Pos Radar Jombang. Sambungan telepon tidak dijawab, dan pesan singkat tidak ada jawaban.

Sementara Hikmah Bafaqih, wakil ketua Komisi E DPRD Jatim mengatakan, insentif GTT dan PTT dianggarkan di APBD murni hanya empat bulan, Januari sampai April. Namun ia memastikan, jika tunjangan semua GTT dan PTT tahun ini cair lengkap 12 bulan. Hanya saja harus menunggu karena dianggarkan melalui P-APBD. ’’P-APBD masih proses, kalau sudah beres, nanti yang belum cair akan dirapel. Misal cairnya Oktober, berarti yang dibayarkan mulai Mei-Oktober, sisanya dicairkan setiap bulan,’’ jelasnya.

Ia juga memberikan koreksi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Agar tahun depan insentif GTT dan PTT dianggarkan di APBD murni. ’’Kritik kami diawal terkait hak pribadi kayak gini mestinya di posting di APBD murni 12 bulan, agar tidak mengalami kendala seperti sekarang. Kan kasihan!’’ urainya.  (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Malang nian nasib guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) jenjang SMA/SMK. Insentif yang harusnya diterima setiap bulan, terhenti sejak Mei. Hingga kini, penyebab pasti terlambatnya hak para guru ini belum jelas.

’’Tahun ini yang cair hanya sampai April saja, Mei sampai sekarang (September) belum cair,’’ kata Ipung Kurniawan, Ketua Forum Honorer Eks Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Kabupaten Jombang, kemarin.

Insentif biasanya diberikan setiap bulan. Nilainya Rp 900 ribu per guru. Cair paling lambat tanggal 7 setiap bulan. Insentif ini diberikan sejak 2017. Sebelumnya, tidak pernah mengalami keterlambatan seperti sekarang. ’’Kata Dinas Pendidikan Provinsi karena ada pemetaan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), sehingga butuh penyesuaian ulang,’’ ungkapnya.

Ia sudah banyak menerima keluhan dari rekan sesama GTT dan PTT. Yang paling gusar adalah PTT, apalagi dampak Covid-19 belum sepenuhnya pulih. ’’Penghasilan dari kantin tidak ada, belum lagi insenstifnya nandon,’’ keluhnya.

Dia sendiri juga merasakan. Mei sampai sekarang menjadi bulan yang berat. Utamanya untuk tanggungan koperasi sekolah yang harus dibayar setiap bulan. ’’Dulu belum ada insentif tidak berani ambil koperasi. Setelah ada insentif saya berani ambil, eh sekarang terlambat, jadi bingung cari dana talangan dari mana. Keluhan dari teman-teman juga sangat banyak,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Lilik Purwati, Wanita Harus Pintar Mengatur Waktu

Segala upaya sudah pernah Ipung lakukan. Ia memiliki kesempatan bertanya secara langsung terkait insentif saat dipanggil ke Dinas Pendidikan Jawa Timur beberapa bulan lalu. Lagi-lagi ia diminta untuk bersabar. Sebab, insentif GTT dan PTT dianggarkan melalui APBD perubahan tahun ini. ’’Kalau sudah selesai proses P-APBD, nanti nunggu SK gubernur, baru kemudian dicairkan,’’ jelasnya.

Beberapa guru juga mengadu ke gubernur melalui instagram pribadi Gubernur Jatim. ’’Teman-teman banyak yang mengadu ke Gubernur Jatim. Kok tega sekali, padahal GTT dan PTT sangat bergantung dari tunjangan tersebut,’’ ungkapnya.

Suhartatik, kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan, jika tunjangan tersebut dianggarkan melalui P-APBD. ’’Sudah ada penjelasan kan dari Komisi E DPRD Jatim, kalau (insentif GTT dan PTT) dianggarkan di P-APBD. Mohon maaf untuk informasi selengkapnya satu pintu di kepala dinas,’’ singkatnya.

Baca Juga :  Hari Ini, Kontrak Pengadaan Kain Seragam Gratis Ditandatangani

Sementara itu, Wahid Wahyudi, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga kini belum menjawab pertanyaan yang diberikan Jawa Pos Radar Jombang. Sambungan telepon tidak dijawab, dan pesan singkat tidak ada jawaban.

Sementara Hikmah Bafaqih, wakil ketua Komisi E DPRD Jatim mengatakan, insentif GTT dan PTT dianggarkan di APBD murni hanya empat bulan, Januari sampai April. Namun ia memastikan, jika tunjangan semua GTT dan PTT tahun ini cair lengkap 12 bulan. Hanya saja harus menunggu karena dianggarkan melalui P-APBD. ’’P-APBD masih proses, kalau sudah beres, nanti yang belum cair akan dirapel. Misal cairnya Oktober, berarti yang dibayarkan mulai Mei-Oktober, sisanya dicairkan setiap bulan,’’ jelasnya.

Ia juga memberikan koreksi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Agar tahun depan insentif GTT dan PTT dianggarkan di APBD murni. ’’Kritik kami diawal terkait hak pribadi kayak gini mestinya di posting di APBD murni 12 bulan, agar tidak mengalami kendala seperti sekarang. Kan kasihan!’’ urainya.  (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/