alexametrics
23.2 C
Jombang
Friday, June 24, 2022

Jelang Penutupan PPDB, SD Negeri di Jombang ini Hanya Dapat Satu Siswa

JOMBANG – Hari ini merupakan hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD. Sejumlah sekolah, utamanya sekolah yang akan dimerger kesulitan mencari siswa. Salah satunya di SDN Candimulyo 3 Kecamatan Jombang. Hingga kemarin, baru satu siswa yang mendaftar.

’’Kabar mau dimerger ini sudah sampai di masyarakat, sehingga mereka langsung mendaftarkan anak-anaknya ke SDN Candimulyo 1, yang kebetulan juga satu halaman dengan kami,’’ kata Roiyah, plt kepala SDN Candimulyo 3 Kecamatan Jombang, kemarin.

Kabar mengenai merger sudah menyebar sejak dua tahun terakhir. Akibatnya, SDN Candimulyo 3 kesulitan untuk mencari murid. Tahun pelajaran 2021/2022 hanya mendapatkan tiga siswa. Tahun ini malah baru satu siswa yang mendaftar. ’’Tahun-tahun sebelumnya masih lebih baik, minimal kita masih dapat 10 siswa,’’ ungkapnya.

PPDB tersisa satu hari, ia mengaku tetap melakukan sosialisasi secara berantai kepada TK yang ada di sekitar Candimulyo. ’’Siswa kita meski tidak banyak tapi cukup berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Warga Gerah, Jalan Kabupaten ini Sempit dan Penuh Lubang

SDN Krembangan 1 Kecamatan Gudo juga masih kekurangan siswa. Dari pagu 28, baru lima siswa yang mendaftar. Karena SDN Krembangan 1 berdekatan dengan MI. ’’Dan MI-nya punya RA, otomatis langsung masuk ke MI,’’ kata Heny Pujianto, kepala SDN Krembangan 1. Segala upaya sudah dilakukan. Termasuk jemput bola ke rumah-rumah yang memiliki anak hendak masuk ke SD. Sebagian pendaftaran juga berlangsung di rumah-rumah wali siswa.

Sementara itu, di SDN Bendungan Kecamatan Kudu, sudah ada 21 siswa yang mendaftar. Sistem pendaftaran bisa melalui TK tempat siswa belajar. Berkas dikumpulkan di TK yang kemudian disampaikan ke SD. ’’Rata-rata yang mendaftarkan gurunya di TK, berkasnya dikirimkan melalui guru TK,’’ jelas Saifuddin, kepala SDN Bendungan Kecamatan Kudu.

Di SDN Jombatan 4 yang tahun ini bakal dimerger dengan SDN Jombatan 5 mendapatkan 30 siswa. Lebih dua siswa dari pagu satu rombel. Jamadi, kepala SDN Jombatan 4 belum memutuskan, apakah dua siswa lebih ini akan ditolak atau diterima, mengingat akan ada merger. ’’Kami akan konsultasi dulu dengan dinas, karena tahun ini ada merger,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kekurangan Guru, Kepala Sekolah di Jombang Sambat ke KSP

Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengatakan, SD yang pagunya belum terpenuhi masih boleh membuka pendaftaran sampai 30 Juni. ’’Aturan PPDB SD lebih fleksibel. Kalau pagu belum penuh, maka boleh membuka pendaftaran lagi sampai 30 Juni,’’ jelasnya.

Namun, jika pagu sudah terpenuhi, hari ini (22/6) harus ditutup. Khusus untuk sekolah yang tahun ini akan dimerger, jika jumlah pendaftar melebihi pagu yang ada, maka boleh menerima lebih dari pagu untuk menutup kekurangan pagu dari SD yang akan dimerger.  ’’Asalkan jumlah keseluruhan siswa kalau dibagi 28 tidak sampai menambah rombel,’’ ucapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengubah sejumlah jadwal PPDB SD. PPDB pemenuhan pagu yang semula dilaksanakan 28-29 Juni diubah menjadi 29-30 Juni. Sebagaimana tertuang dalam surat dinas nomor 421/2307/415.16/2022 perihal Edaran Perubahan Jadwal Awal Masuk Ajaran Baru. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG – Hari ini merupakan hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD. Sejumlah sekolah, utamanya sekolah yang akan dimerger kesulitan mencari siswa. Salah satunya di SDN Candimulyo 3 Kecamatan Jombang. Hingga kemarin, baru satu siswa yang mendaftar.

’’Kabar mau dimerger ini sudah sampai di masyarakat, sehingga mereka langsung mendaftarkan anak-anaknya ke SDN Candimulyo 1, yang kebetulan juga satu halaman dengan kami,’’ kata Roiyah, plt kepala SDN Candimulyo 3 Kecamatan Jombang, kemarin.

Kabar mengenai merger sudah menyebar sejak dua tahun terakhir. Akibatnya, SDN Candimulyo 3 kesulitan untuk mencari murid. Tahun pelajaran 2021/2022 hanya mendapatkan tiga siswa. Tahun ini malah baru satu siswa yang mendaftar. ’’Tahun-tahun sebelumnya masih lebih baik, minimal kita masih dapat 10 siswa,’’ ungkapnya.

PPDB tersisa satu hari, ia mengaku tetap melakukan sosialisasi secara berantai kepada TK yang ada di sekitar Candimulyo. ’’Siswa kita meski tidak banyak tapi cukup berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Penculik Bayi Panti Asuhan Ditangkap, Polisi : Pelaku Diduga Depresi

SDN Krembangan 1 Kecamatan Gudo juga masih kekurangan siswa. Dari pagu 28, baru lima siswa yang mendaftar. Karena SDN Krembangan 1 berdekatan dengan MI. ’’Dan MI-nya punya RA, otomatis langsung masuk ke MI,’’ kata Heny Pujianto, kepala SDN Krembangan 1. Segala upaya sudah dilakukan. Termasuk jemput bola ke rumah-rumah yang memiliki anak hendak masuk ke SD. Sebagian pendaftaran juga berlangsung di rumah-rumah wali siswa.

Sementara itu, di SDN Bendungan Kecamatan Kudu, sudah ada 21 siswa yang mendaftar. Sistem pendaftaran bisa melalui TK tempat siswa belajar. Berkas dikumpulkan di TK yang kemudian disampaikan ke SD. ’’Rata-rata yang mendaftarkan gurunya di TK, berkasnya dikirimkan melalui guru TK,’’ jelas Saifuddin, kepala SDN Bendungan Kecamatan Kudu.

- Advertisement -

Di SDN Jombatan 4 yang tahun ini bakal dimerger dengan SDN Jombatan 5 mendapatkan 30 siswa. Lebih dua siswa dari pagu satu rombel. Jamadi, kepala SDN Jombatan 4 belum memutuskan, apakah dua siswa lebih ini akan ditolak atau diterima, mengingat akan ada merger. ’’Kami akan konsultasi dulu dengan dinas, karena tahun ini ada merger,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen MTsN 1 Jombang Raih Madrasah Adiwiyata Nasional

Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengatakan, SD yang pagunya belum terpenuhi masih boleh membuka pendaftaran sampai 30 Juni. ’’Aturan PPDB SD lebih fleksibel. Kalau pagu belum penuh, maka boleh membuka pendaftaran lagi sampai 30 Juni,’’ jelasnya.

Namun, jika pagu sudah terpenuhi, hari ini (22/6) harus ditutup. Khusus untuk sekolah yang tahun ini akan dimerger, jika jumlah pendaftar melebihi pagu yang ada, maka boleh menerima lebih dari pagu untuk menutup kekurangan pagu dari SD yang akan dimerger.  ’’Asalkan jumlah keseluruhan siswa kalau dibagi 28 tidak sampai menambah rombel,’’ ucapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengubah sejumlah jadwal PPDB SD. PPDB pemenuhan pagu yang semula dilaksanakan 28-29 Juni diubah menjadi 29-30 Juni. Sebagaimana tertuang dalam surat dinas nomor 421/2307/415.16/2022 perihal Edaran Perubahan Jadwal Awal Masuk Ajaran Baru. (wen/jif)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/