alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

Belum Cetak PIN, Calon Siswa Baru tetap Bisa Daftar PPDB di Jombang

JOMBANG –  Siswa yang belum mencetak personal identification number (PIN) tetap bisa mendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK. Sampai batas akhir pencetakan PIN Sabtu (18/6), masih ada peserta yang sudah upload data namun belum cetak PIN.

’’Cetak PIN diperpanjang sampai 4 Juli. Peserta yang sudah upload data namun belum cetak PIN, tetap bisa daftar PPDB,’’ kata Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, kemarin.

Pendaftaran PPDB jalur afirmasi, pindah tugas orang tua dan prestasi hasil lomba dibuka mulai 20 Juni pukul 01.00 hingga 21 Juni pukul 23.59. Tahun-tahun sebelumnya, jalur afirmasi atau keluarga tidak mampu banyak diburu siswa.

Di sejumlah sekolah, jalur afirmasi menggunakan sistem survey rumah. Sesuai juknis PPDB, jika pendaftar jalur afirmasi melebihi jumlah pagu sekolah, maka ditentukan dari jarak rumah terdekat dari sekolah. ’’Jika yang daftar jumlahnya sesuai dengan pagu kita, maka tidak ada survey. Tapi jika lebih dari pagu, maka akan ada survey lapangan,’’ ungkap Singgih Susanto, kepala SMAN 3 Jombang.

Baca Juga :  Tamsil Belum Juga Cair, Guru di Jombang mulai Khawatir

Hari pertama PPDB di SMAN 3 Jombang, tidak ada siswa atau wali siswa yang datang ke sekolah. Karena semua prosesnya dilakukan secara offline. Hanya operator yang tampak sibuk sejak proses pengambilan PIN. ’’Banyak yang bertanya melalui telepon atau whatsapp,’’ terangnya.

SMAN 3 Jombang memiliki pagu 350 siswa atau 10 rombel. Kuota jalur afirmasi 15 persen atau 52 siswa. ’’Yang daftar jalur afirmasi biasanya melebihi kuota,’’ terangnya. Jika demikian, SMAN 3 akan melakukan survey lapangan.  Melihat langsung kondisi siswa yang mendaftar hingga ke tingkat RT. ’’Kadang ada orang kaya tapi punya KIS (kartu Indonesia sehat), dan daftar lewat jalur afirmasi. Jika demikian maka akan kami pilih yang lebih prioritas,’’ jelasnya.

Sementara jalur pindah tugas orang tua dan presrtasi hasil lomba masing-masing memiliki kuota lima persen, atau 17 siswa. Pada jalur prestasi hasil lomba yang dinilai peringkat dan jenjang kejuaraan yang diikuti. ’’Minimal tingkat kabupaten. Kalau punya banyak bisa diajukan semua, tapi akan dilihat siapa yang mengadakan lomba tersebut, berjenjang atau tidak,’’ paparnya.

Baca Juga :  Rumah Terbakar, Dua Kamar dan Perabotan Hangus

Sertifikat kejuaraan berjenjang individu, tertinggi juara satu tingkat nasional nilainya 64. Juara satu kejuaraan internasional nilainya 128. Jika beregu, juara satu tingkat nasional 32, dan internasional 64. Jika kejuaraan tak berjenjang, juara satu nasional skornya 32, dan internasional 64. Beregu nasional 16, dan internasional 32.

Khusus hafiz Alquran memiliki porsi khusus. Hafal satu sampai lima juz, skornya 16. Hafal 10 sampai 19 juz skornya 32. Hafal 20 sampai 29 juz skornya 64. Hafal 30 juz skornya 128. Sertifikat hafiz dikeluarkan pondok pesantren atau lembaga tahfizul Quran, dan dilegalisir kantor Kemenag. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG –  Siswa yang belum mencetak personal identification number (PIN) tetap bisa mendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK. Sampai batas akhir pencetakan PIN Sabtu (18/6), masih ada peserta yang sudah upload data namun belum cetak PIN.

’’Cetak PIN diperpanjang sampai 4 Juli. Peserta yang sudah upload data namun belum cetak PIN, tetap bisa daftar PPDB,’’ kata Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, kemarin.

Pendaftaran PPDB jalur afirmasi, pindah tugas orang tua dan prestasi hasil lomba dibuka mulai 20 Juni pukul 01.00 hingga 21 Juni pukul 23.59. Tahun-tahun sebelumnya, jalur afirmasi atau keluarga tidak mampu banyak diburu siswa.

Di sejumlah sekolah, jalur afirmasi menggunakan sistem survey rumah. Sesuai juknis PPDB, jika pendaftar jalur afirmasi melebihi jumlah pagu sekolah, maka ditentukan dari jarak rumah terdekat dari sekolah. ’’Jika yang daftar jumlahnya sesuai dengan pagu kita, maka tidak ada survey. Tapi jika lebih dari pagu, maka akan ada survey lapangan,’’ ungkap Singgih Susanto, kepala SMAN 3 Jombang.

Baca Juga :  Dewan Minta Pj Kades Kedungbetik Diganti, Keuangan Desa Diaudit

Hari pertama PPDB di SMAN 3 Jombang, tidak ada siswa atau wali siswa yang datang ke sekolah. Karena semua prosesnya dilakukan secara offline. Hanya operator yang tampak sibuk sejak proses pengambilan PIN. ’’Banyak yang bertanya melalui telepon atau whatsapp,’’ terangnya.

SMAN 3 Jombang memiliki pagu 350 siswa atau 10 rombel. Kuota jalur afirmasi 15 persen atau 52 siswa. ’’Yang daftar jalur afirmasi biasanya melebihi kuota,’’ terangnya. Jika demikian, SMAN 3 akan melakukan survey lapangan.  Melihat langsung kondisi siswa yang mendaftar hingga ke tingkat RT. ’’Kadang ada orang kaya tapi punya KIS (kartu Indonesia sehat), dan daftar lewat jalur afirmasi. Jika demikian maka akan kami pilih yang lebih prioritas,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Sementara jalur pindah tugas orang tua dan presrtasi hasil lomba masing-masing memiliki kuota lima persen, atau 17 siswa. Pada jalur prestasi hasil lomba yang dinilai peringkat dan jenjang kejuaraan yang diikuti. ’’Minimal tingkat kabupaten. Kalau punya banyak bisa diajukan semua, tapi akan dilihat siapa yang mengadakan lomba tersebut, berjenjang atau tidak,’’ paparnya.

Baca Juga :  Petani Waswas, 1.000 Hektare lebih Lahan di Utara Brantas Dibiarkan Nganggur

Sertifikat kejuaraan berjenjang individu, tertinggi juara satu tingkat nasional nilainya 64. Juara satu kejuaraan internasional nilainya 128. Jika beregu, juara satu tingkat nasional 32, dan internasional 64. Jika kejuaraan tak berjenjang, juara satu nasional skornya 32, dan internasional 64. Beregu nasional 16, dan internasional 32.

Khusus hafiz Alquran memiliki porsi khusus. Hafal satu sampai lima juz, skornya 16. Hafal 10 sampai 19 juz skornya 32. Hafal 20 sampai 29 juz skornya 64. Hafal 30 juz skornya 128. Sertifikat hafiz dikeluarkan pondok pesantren atau lembaga tahfizul Quran, dan dilegalisir kantor Kemenag. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/