alexametrics
21.7 C
Jombang
Monday, August 8, 2022

SMAN Jogoroto Gandeng 3 Negara Asing untuk Perkuat Program Bahasa

JOMBANG – SMAN Jogoroto menaruh perhatian besar dalam program pengembangan bahasa untuk anak didiknya. Sebagai terobosan, sekolah menggandeng kerja sama dengan tiga negara asing. Masing-masing Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN Jogoroto Budiono menuturkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. ”Jadi SMAN Jogoroto ini menjadi satu-satunya SMA di Jombang membuka program bahasa,” kata Budiono kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (14/6) kemarin.

Dijelaskan, untuk pengembangan program Bahasa Inggris, sekolah yang terletak di  Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Peace Corps dari Amerika Serikat. Lalu Bahasa Jepang dengan Japan Fondation Jakarta dan Japanease Speaker Forum. Kemudian mata pelajaran Bahasa Prancis bekerja sama dengan Institute Francais Indonesia (IFI). ”Itu bisa terjadi berkat dukungan bapak dan ibu guru terutama guru bahasa. Karena mereka sudah seperti kelas instruktur nasional, punya jam terbang dan nilai plus,” imbuh dia.

Baca Juga :  Liga Santri, Tim Pondok Besar Unggul dengan Skor Besar

Satu sisi, lanjut Budiono, para guru melakukan pembelajaran di kelas, di sisi lain mereka juga bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak atas nama sekolah.  ”Untuk sekarang kita punya 5 kelas IPA, 4 kelas IPS dan 1 kelas bahasa,” tutur Budiono.

Dijelaskan, untuk kerja sama dengan Peace Corps Amerika Serikat, saat itu mendatangkan relawan tenaga pengajar bahasa dari negara Paman Sam. ”Dia sebagai pengajar Bahasa Inggris, diawali Desember 2018 dan mulai bertugas 2019-2021. Namun, karena pandemi Covid-19, sehingga Maret 2020 dipulangkan,” ujar dia.

Sementara kerja sama dengan Japan Foundation juga demikian. Terdapat satu tenaga pengajar dari negeri Sakura selama tujuh bulan mengajar di sekolah. ”Berikutnya dengan Japanease Speaker Forum awalnya dilaksanakan di Bangkok, karena pandemi Covid-19 di-cancel. Sebagai gantinya diselenggarakan di Indonesia. Satu siswa kita ikut Maret kemarin,” lanjut Budiono.

Baca Juga :  Tak Ada Sanggahan, Dua Pemenang Proyek Seragam Gratis Sudah Dipastikan

Sedangkan kerja sama dengan IFI, lanjut dia, juga baru saja dilakukan. Meliputi pembelajaran dan bimbingan ujian DELF dan beasiswa serta melanjutkan jenjang pendidikan ke Prancis. ”Karena diajarkan lintas minat, sehingga semua punya kesempatan. Baik IPA maupun IPS. Lomba terakhir yang diadakan perhimpunan pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia salah satu siswa kita tembus juara 2 level nasional,” ujar dia.

Diharapkan melalui kerja sama itu bisa berdampak signifikan ke siswa dan sekolah. ”Kelas bahasa ini membawa berkah tersendiri. Selain bisa muncul kerja sama dengan luar negeri, terbukti siswa-siswi juga sudah bisa meraih juara, bahkan sampai tingkat nasional,” kata Budiono.

Selanjutnya…..






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – SMAN Jogoroto menaruh perhatian besar dalam program pengembangan bahasa untuk anak didiknya. Sebagai terobosan, sekolah menggandeng kerja sama dengan tiga negara asing. Masing-masing Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN Jogoroto Budiono menuturkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. ”Jadi SMAN Jogoroto ini menjadi satu-satunya SMA di Jombang membuka program bahasa,” kata Budiono kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (14/6) kemarin.

Dijelaskan, untuk pengembangan program Bahasa Inggris, sekolah yang terletak di  Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Peace Corps dari Amerika Serikat. Lalu Bahasa Jepang dengan Japan Fondation Jakarta dan Japanease Speaker Forum. Kemudian mata pelajaran Bahasa Prancis bekerja sama dengan Institute Francais Indonesia (IFI). ”Itu bisa terjadi berkat dukungan bapak dan ibu guru terutama guru bahasa. Karena mereka sudah seperti kelas instruktur nasional, punya jam terbang dan nilai plus,” imbuh dia.

Baca Juga :  Airlangga Bertemu Ronaldinho, Ini Isi Perbincangannya

Satu sisi, lanjut Budiono, para guru melakukan pembelajaran di kelas, di sisi lain mereka juga bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak atas nama sekolah.  ”Untuk sekarang kita punya 5 kelas IPA, 4 kelas IPS dan 1 kelas bahasa,” tutur Budiono.

Dijelaskan, untuk kerja sama dengan Peace Corps Amerika Serikat, saat itu mendatangkan relawan tenaga pengajar bahasa dari negara Paman Sam. ”Dia sebagai pengajar Bahasa Inggris, diawali Desember 2018 dan mulai bertugas 2019-2021. Namun, karena pandemi Covid-19, sehingga Maret 2020 dipulangkan,” ujar dia.

Sementara kerja sama dengan Japan Foundation juga demikian. Terdapat satu tenaga pengajar dari negeri Sakura selama tujuh bulan mengajar di sekolah. ”Berikutnya dengan Japanease Speaker Forum awalnya dilaksanakan di Bangkok, karena pandemi Covid-19 di-cancel. Sebagai gantinya diselenggarakan di Indonesia. Satu siswa kita ikut Maret kemarin,” lanjut Budiono.

Baca Juga :  Usai Kordinasi, Polisi Tunggu Hasil Kajian IDI dan IBI Jatim
- Advertisement -

Sedangkan kerja sama dengan IFI, lanjut dia, juga baru saja dilakukan. Meliputi pembelajaran dan bimbingan ujian DELF dan beasiswa serta melanjutkan jenjang pendidikan ke Prancis. ”Karena diajarkan lintas minat, sehingga semua punya kesempatan. Baik IPA maupun IPS. Lomba terakhir yang diadakan perhimpunan pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia salah satu siswa kita tembus juara 2 level nasional,” ujar dia.

Diharapkan melalui kerja sama itu bisa berdampak signifikan ke siswa dan sekolah. ”Kelas bahasa ini membawa berkah tersendiri. Selain bisa muncul kerja sama dengan luar negeri, terbukti siswa-siswi juga sudah bisa meraih juara, bahkan sampai tingkat nasional,” kata Budiono.

Selanjutnya…..






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/