alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

SMAN Kesamben Bangun Masjid Konsep Majaphitan yang Dilengkapi Kolam Ikan

JOMBANG – Masjid SMAN Kesamben di Desa Carangrejo kini dirombak. Pembangunan dikerjakan mulai dari nol. Menariknya, masjid ini mengusung gaya Majapahitan dan di dalamnya rencana terdapat kolam ikan untuk relaksasi.

Secara fisik, SMAN Kesamben mulai dipercantik. Hampir di setiap bangunan, mengusung gaya Majapahitan. Tumpukan bata merah yang ditata sedemikian rupa. Salah satunya, lahan kosong yang kini diubah menjadi Islamic Center dan ruang guru.

Namun semua bangunan memiliki konsep sama, yakni bata merah. Termasuk masjid sekolah yang saat ini dalam tahap pembangunan. Pihak sekolah kembali membangun dari awal dengan mengusung gaya Majapahitan. ”Kita ini dekat dengan Trowulan, sehingga masjid akan dibangun dengan nuansa Majapahitan,” kata Kepala SMAN Kesamben Waras kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia menyampaikan, Trowulan Mojokerto selama ini diyakini sebagai pusat Kerajaan Majapahit. Karena itu menjadi salah satu pertimbangan dibuatnya nuansa Majapahitan. Terlebih, letak geografis SMAN Kesamben, juga tak jauh dari Trowulan.

Baca Juga :  Majukan Citra Sekolah, SMAN Kesamben Bersolek Usung Konsep Majapahitan

Harapannya ke depan, selain menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada siswa, juga dalam bersikap mengedepankan karakter akhlakul karimah. Ada beberapa design bangunan masjid yang diadopsi. “Salah satunya, Masjid As Safar di rest area Tol Brebes,” terangnya.

Selain itu, masjid di rest area Tol Pejagaan-Pemalang, Jawa Tengah juga memilki struktur bangunan dari batu bata merah. Hampir sama dengan apa yang digambarkan selama ini. Sehingga jadi salah satu masjid yang dijadikan rujukan. ”Kalau nanti sudah jadi, konsepnya seperti itu (Masjid As Safar, Red),” ujar Waras.

Rencananya, di bagian dalam masjid juga bakal dibangun semacam kolam ikan. Air dalam kolam itu juga mengalir seperti sungai. Sehingga gemercik air bakal terdengar. Harapannya, ketika berada di dalam masjid, muncul ketanangan sehingga jamaah lebih kusuk beribadah. Baik guru, siswa atau masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Masjid Annaim di Jogoroto ini Ada Sejak 1900an, Dirintis Prajurit Diponegoro

”Sungai itu benar-benar menginspirasi salah satu insinyur kalau tidak salah dari Jepang, bahwa sungai bisa memberi efek relaksasi,” tutur dia. Masjid SMAN Kesamben sendiri memiliki ukuran 15×13 meter. ”Insya Allah segera terwujud, hanya modal nol rupiah. Artinya dengan Bismillah dan yakin pertolongan Allah, berani bangun masjid,” pungkas Waras. (fid/bin/riz)






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

JOMBANG – Masjid SMAN Kesamben di Desa Carangrejo kini dirombak. Pembangunan dikerjakan mulai dari nol. Menariknya, masjid ini mengusung gaya Majapahitan dan di dalamnya rencana terdapat kolam ikan untuk relaksasi.

Secara fisik, SMAN Kesamben mulai dipercantik. Hampir di setiap bangunan, mengusung gaya Majapahitan. Tumpukan bata merah yang ditata sedemikian rupa. Salah satunya, lahan kosong yang kini diubah menjadi Islamic Center dan ruang guru.

Namun semua bangunan memiliki konsep sama, yakni bata merah. Termasuk masjid sekolah yang saat ini dalam tahap pembangunan. Pihak sekolah kembali membangun dari awal dengan mengusung gaya Majapahitan. ”Kita ini dekat dengan Trowulan, sehingga masjid akan dibangun dengan nuansa Majapahitan,” kata Kepala SMAN Kesamben Waras kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia menyampaikan, Trowulan Mojokerto selama ini diyakini sebagai pusat Kerajaan Majapahit. Karena itu menjadi salah satu pertimbangan dibuatnya nuansa Majapahitan. Terlebih, letak geografis SMAN Kesamben, juga tak jauh dari Trowulan.

Baca Juga :  Majukan Citra Sekolah, SMAN Kesamben Bersolek Usung Konsep Majapahitan

Harapannya ke depan, selain menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada siswa, juga dalam bersikap mengedepankan karakter akhlakul karimah. Ada beberapa design bangunan masjid yang diadopsi. “Salah satunya, Masjid As Safar di rest area Tol Brebes,” terangnya.

Selain itu, masjid di rest area Tol Pejagaan-Pemalang, Jawa Tengah juga memilki struktur bangunan dari batu bata merah. Hampir sama dengan apa yang digambarkan selama ini. Sehingga jadi salah satu masjid yang dijadikan rujukan. ”Kalau nanti sudah jadi, konsepnya seperti itu (Masjid As Safar, Red),” ujar Waras.

- Advertisement -

Rencananya, di bagian dalam masjid juga bakal dibangun semacam kolam ikan. Air dalam kolam itu juga mengalir seperti sungai. Sehingga gemercik air bakal terdengar. Harapannya, ketika berada di dalam masjid, muncul ketanangan sehingga jamaah lebih kusuk beribadah. Baik guru, siswa atau masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Penyelenggara Layanan Inklusif, 22 SD di Jombang Wajib Terima Siswa Difabel

”Sungai itu benar-benar menginspirasi salah satu insinyur kalau tidak salah dari Jepang, bahwa sungai bisa memberi efek relaksasi,” tutur dia. Masjid SMAN Kesamben sendiri memiliki ukuran 15×13 meter. ”Insya Allah segera terwujud, hanya modal nol rupiah. Artinya dengan Bismillah dan yakin pertolongan Allah, berani bangun masjid,” pungkas Waras. (fid/bin/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/