alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Kelas Rusak, Siswa di SD Negeri Ini Belajar di Rumdin Kepala Sekolah

JOMBANG – Dua kelas dan satu ruang perpustakaan SDN Brangkal 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo rusak berat. Paguyuban wali siswa memilih untuk menurunkan genting tiga ruang tersebut. Karena tak memiliki kelas, siswa sementara belajar di rumah dinas kepala sekolah.

’’Masyarakat khawatir anak-anaknya cedera kejatuhan genteng. Karena pernah ada genting perpustakaan yang jatuh. Untung tidak mengenai siswa,’’ kata Robby Erwanto, kepala SDN Brangkal 2, kemarin.

Kondisi bangunan SDN Brangkal  memang masih bagus, apalagi perpustakaan. Robby mengatakan, perpustakaan berdiri sekitar 2014-2015. Sayangnya, bangunannya rapuh, dan genting nyaris ambruk.

’’Kalau bangunan ruang kelas ini saya kurang tahu berdiri kapan. Tapi sepertinya tidak terlalu lama. Bahkan perpustakaan itu belum sempat digunakan, tapi sudah rusak,’’ bebernya.

Oktober 2021, Robby memutuskan ruang kelas 5 dan 6 dikosongkan. Sebab dari luar, blandar atap sudah tampak turun. Untuk menghindari risiko terburuk, Robby memutuskan untuk mengosongkan ruangan.

’’Alhamdulillah setelah dikosongkan, plafon ambrol jam delapan pagi, untungnya sudah kosong, jadi tidak ada korban,’’ bebernya.

Januari 2022, paguyuban wali siswa dan komite yang tak ingin anak-anaknya cedera di sekolah memutuskan untuk gotong royong menurunkan genting. ’’Paguyuban sini sangat kompak, tanpa diminta, mereka berinisiatif sendiri menurunkan genting. Bahkan memperbaiki tembok belakang sekolah, memberi keramik dan sosoran (teras) rumah dinas untuk bisa dipakai belajar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lima Pejabat Promosi, Sisanya Tukar Kursi, Direktur RSUD Belum Terisi

Bangunan yang ambruk masih tampak bagus, gentingnya bahkan belum berlumut. Menurut Robby, blandar yang dipakai bukan kayu utuh, melainkan kayu kecil yang disambung-sambung sehingga tidak tahan lama. ’’Rekanannya sepertinya yang kurang sip, perpustakaan itu masih sangat baru, itu juga sudah rapuh sekali kayunya, dan cornya mengelupas,’’ jelasnya.

Kini kelas yang bisa dipakai hanya empat. Ruang kelas 1, 2 dan kelas 3. Kelas 4 di rumah dinas. Kelas 5 serta 6 di bekas kelas 4, menjadi satu tanpa sekat. Jumlah siswa SDN Brangkal 2 tak terlalu banyak. Kelas 1 delapan siswa, kelas 2 ada 11 siswa dan kelas 3 ada 10 siswa. Kelas 4 lima siswa, kelas 5 enam siswa dan kelas 6 lima siswa.

’’Totalnya hanya 45 siswa, padahal jarak dengan SDN Brangkal 1 sangat jauh,’’ bebernya. Menurut Robby, ada dua faktor yang menyebabkan siswanya minim. Pertama, karena dekat MI. Kedua, karena Dusun Sidodadi Desa Brangkal merupakan kampung KB terbaik.

Baca Juga :  MPLS SMPN 2 Ngoro, Siswa Baru Diberi Wawasan Motivation Building

Tak hanya kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, jumlah guru juga perlu ditambah. Di SDN Brangkal 2 hanya ada satu kepala sekolah, satu guru PAI, lima guru kelas, satu pembimbing mulok keagamaan dan satu pembimbing pendidikan diniyah.

Guru PJOK dan guru kelas 5 kosong. Untuk mentupi kekurangan, Robby harus turun tangan mengajar. ’’Kalau saya sedang ada kegiatan atau sibuk, diajar sama guru kelas 6. Karena kebetulan juga sekelas,’’ jelasnya.

Ia sudah mengajukan perbaikan ruang kelas dan perpustakaan. ’’Kemarin sudah ada survey ke sini, dari Bappeda sepertinya. Katanya yang diperbaiki tahun ini dua ruang kelas dulu yang lebih penting,’’ jelas warga Patianrowo Nganjuk ini.

Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang membenarkan, rehab SDN Brangkal 2 akan dilakukan tahun ini menggunakan anggaran P-APBD. Namun untuk tahun ini hanya dua ruang kelas yang akan direhab. ’’Kita rehab dua ruang kelas dulu, karena lebih penting. SDN Brangkal 2 masuk prioritas karena kondisinya memang membutuhkan segera perbaikan,’’ bebernya. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG – Dua kelas dan satu ruang perpustakaan SDN Brangkal 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo rusak berat. Paguyuban wali siswa memilih untuk menurunkan genting tiga ruang tersebut. Karena tak memiliki kelas, siswa sementara belajar di rumah dinas kepala sekolah.

’’Masyarakat khawatir anak-anaknya cedera kejatuhan genteng. Karena pernah ada genting perpustakaan yang jatuh. Untung tidak mengenai siswa,’’ kata Robby Erwanto, kepala SDN Brangkal 2, kemarin.

Kondisi bangunan SDN Brangkal  memang masih bagus, apalagi perpustakaan. Robby mengatakan, perpustakaan berdiri sekitar 2014-2015. Sayangnya, bangunannya rapuh, dan genting nyaris ambruk.

’’Kalau bangunan ruang kelas ini saya kurang tahu berdiri kapan. Tapi sepertinya tidak terlalu lama. Bahkan perpustakaan itu belum sempat digunakan, tapi sudah rusak,’’ bebernya.

Oktober 2021, Robby memutuskan ruang kelas 5 dan 6 dikosongkan. Sebab dari luar, blandar atap sudah tampak turun. Untuk menghindari risiko terburuk, Robby memutuskan untuk mengosongkan ruangan.

’’Alhamdulillah setelah dikosongkan, plafon ambrol jam delapan pagi, untungnya sudah kosong, jadi tidak ada korban,’’ bebernya.

- Advertisement -

Januari 2022, paguyuban wali siswa dan komite yang tak ingin anak-anaknya cedera di sekolah memutuskan untuk gotong royong menurunkan genting. ’’Paguyuban sini sangat kompak, tanpa diminta, mereka berinisiatif sendiri menurunkan genting. Bahkan memperbaiki tembok belakang sekolah, memberi keramik dan sosoran (teras) rumah dinas untuk bisa dipakai belajar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Cek Temuan Struktur Bata Kuno di Ngampungan dan Sukosari

Bangunan yang ambruk masih tampak bagus, gentingnya bahkan belum berlumut. Menurut Robby, blandar yang dipakai bukan kayu utuh, melainkan kayu kecil yang disambung-sambung sehingga tidak tahan lama. ’’Rekanannya sepertinya yang kurang sip, perpustakaan itu masih sangat baru, itu juga sudah rapuh sekali kayunya, dan cornya mengelupas,’’ jelasnya.

Kini kelas yang bisa dipakai hanya empat. Ruang kelas 1, 2 dan kelas 3. Kelas 4 di rumah dinas. Kelas 5 serta 6 di bekas kelas 4, menjadi satu tanpa sekat. Jumlah siswa SDN Brangkal 2 tak terlalu banyak. Kelas 1 delapan siswa, kelas 2 ada 11 siswa dan kelas 3 ada 10 siswa. Kelas 4 lima siswa, kelas 5 enam siswa dan kelas 6 lima siswa.

’’Totalnya hanya 45 siswa, padahal jarak dengan SDN Brangkal 1 sangat jauh,’’ bebernya. Menurut Robby, ada dua faktor yang menyebabkan siswanya minim. Pertama, karena dekat MI. Kedua, karena Dusun Sidodadi Desa Brangkal merupakan kampung KB terbaik.

Baca Juga :  Sekolah Rusak Tak Tertangani, Dewan Segera Panggil Dinas P dan K

Tak hanya kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, jumlah guru juga perlu ditambah. Di SDN Brangkal 2 hanya ada satu kepala sekolah, satu guru PAI, lima guru kelas, satu pembimbing mulok keagamaan dan satu pembimbing pendidikan diniyah.

Guru PJOK dan guru kelas 5 kosong. Untuk mentupi kekurangan, Robby harus turun tangan mengajar. ’’Kalau saya sedang ada kegiatan atau sibuk, diajar sama guru kelas 6. Karena kebetulan juga sekelas,’’ jelasnya.

Ia sudah mengajukan perbaikan ruang kelas dan perpustakaan. ’’Kemarin sudah ada survey ke sini, dari Bappeda sepertinya. Katanya yang diperbaiki tahun ini dua ruang kelas dulu yang lebih penting,’’ jelas warga Patianrowo Nganjuk ini.

Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang membenarkan, rehab SDN Brangkal 2 akan dilakukan tahun ini menggunakan anggaran P-APBD. Namun untuk tahun ini hanya dua ruang kelas yang akan direhab. ’’Kita rehab dua ruang kelas dulu, karena lebih penting. SDN Brangkal 2 masuk prioritas karena kondisinya memang membutuhkan segera perbaikan,’’ bebernya. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/