JOMBANG – Festival literasi sekolah (Felis) di SMPN 3 Peterongan yang dilaksanakan Minggu (30/10) berlangsung meriah. Sekaligus launching 13 buku karya guru dan siswa SMPN 3 Peterongan.
’’Bertepatan festival literasi sekolah, kami juga melaunching 13 buku karya guru dan siswa. Ini merupakan salah satu bentuk nyata program literasi sekolah,’’ kata Drs Nurkholis MPdI, kepala SMPN 3 Peterongan.
Festival literasi sekolah dilaksanakan sekaligus memperingati bulan bahasa. Biasanya, event ini bisa diikuti siswa dari luar kota hingga luar pulau. Hanya saja, pandemi yang baru saja mereda, membuat sekolah mengambil kebijakan tahun ini hanya untuk Kabupaten Jombang. ’’Untuk kedepan, mudah-mudahan event ini bisa diikuti oleh siswa SD/MI dari luar kota hingga luar pulau,’’ harap Nurkholis.
Tema Felis tahun ini yakni Giatkan literasi, bangkitkan potensi. Ada sejumlah agenda yang dilaksanakan. Agenda internal yang diikuti siswa SMPN 3 Peterongan; Lomba cipta puisi, lomba sinopsis buku, lomba pameran kelas dan lomba resensi buku.
Sementara lomba dari eksternal diikuti siswa SD/MI se-Kabupaten Jombang. Lomba baca puisi diikuti 54 peserta, dan membuat komik dengan tema profil pelajar Pancasila, diikuti 58 peserta. ’’Awalnya kami berharap semua sekolah bisa ikut, tapi khawatir tidak maksimal karena peserta terlalu banyak, maka kami batasi,’’ jelasnya.
SMPN 3 Peterongan masuk kedalam kelompok literasi sekolah (KLS). ’’Tidak hanya guru dan siswa, pengurus komite sekolah juga aktif berliterasi,’’ beber Nurkholis.
Menurutnya, julukan sekolah literasi kepada SMPN 3 Peterongan sangat pantas. Sekolah yang besar di lingkup Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso tersebut juga memiliki pimpinan pondok yang aktif dalam kegiatan tulis menulis, KH Zaimuddin Wijaya As’ad.
’’Bahkan beliau memiliki kolom khusus, yang tulisannya rutin tayang di koran Jawa Pos Radar Jombang. Ini sangat luar biasa, memberikan motivasi dan wawasan pengetahuan,’’ jelas Nurkholis.