Abdul Haris S.Pd, Kepala MTsN 9 Jombang
Perubahan dalam manajemen pendidikan menjadi sebuah keniscayaan di tengah dinamika kebutuhan peserta didik. MTsN 9 Jombang hadir dengan langkah inovatif melalui implementasi Sistem Daksbor Interaktif Anak (SIDIA 9).
Ini platform berbasis data yang dirancang untuk memetakan potensi sekaligus kerawanan siswa secara komprehensif.
Langkah ini bukan hanya respons terhadap tuntutan era digital. Tetapi juga bentuk kesadaran bahwa pendidikan yang efektif harus berangkat dari pemahaman mendalam tentang kondisi individu peserta didik.
SIDIA 9 memuat dua komponen data utama. Yaitu data potensi siswa dan data kerawanan. Pada aspek potensi, sistem memotret tingkat intelegensi, gaya belajar, hobi, serta prestasi yang dimiliki peserta didik. Informasi ini sangat strategis bagi guru dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif.
Misalnya, mengetahui kecenderungan gaya belajar seorang siswa — visual, auditori, atau kinestetik — dapat menjadi dasar untuk memodifikasi metode mengajar sehingga pembelajaran terasa lebih personal dan bermakna.
Begitu pula dengan informasi tentang intelegensi dan hobi. Ini dapat menjadi rujukan penting dalam program pengembangan bakat dan minat.
SIDIA 9 juga menyediakan data kerawanan. Meliputi kerawanan ekonomi keluarga. Kerawanan emosi anak. Kerawanan relasi orang tua dan anak. Serta hubungan antar teman. Kehadiran data ini sangat krusial bagi pihak madrasah. Khususnya guru BK dan wali kelas, untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Kerawanan ekonomi, misalnya, dapat mengindikasikan kebutuhan dukungan program afirmasi.
Sedangkan kerawanan emosi atau relasi keluarga dapat menjadi sinyal bagi guru untuk melakukan pendampingan psikologis atau komunikasi dengan orang tua secara lebih intensif. Data hubungan antar teman juga membantu mencegah potensi perundungan (bullying) maupun konflik sosial di lingkungan sekolah.
Manfaat paling signifikan dari SIDIA 9 adalah kemampuannya membantu madrasah mengambil keputusan secara tepat sasaran.
Karena setiap kebijakan atau intervensi didasarkan pada data aktual, bukan asumsi. Dengan begitu, risiko kesalahan penanganan siswa dapat diminimalkan. Pengambilan keputusan yang berbasis data menjadikan proses pendidikan lebih objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
SIDIA 9 mendorong budaya baru dalam pengelolaan madrasah. Yaitu budaya reflektif dan responsif. Guru tidak lagi menunggu masalah muncul, tetapi dapat melakukan tindakan preventif.
Madrasah juga dapat menyusun program yang relevan dan terintegrasi sesuai profil siswa.
Mulai dari pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, layanan konseling, hingga dukungan sosial. Inovasi ini menjadikan madrasah lebih siap menghadapi tantangan zaman. Sekaligus memperkuat fungsi pendidikan sebagai proses humanisasi yang memperhatikan keunikan setiap anak.
Secara keseluruhan, SIDIA 9 merupakan sebuah lompatan strategis dalam manajemen pendidikan di MTsN 9 Jombang.
Dengan memadukan teknologi, data, dan kepedulian terhadap peserta didik, madrasah menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang berbasis bukti.
Transformasi ini patut menjadi model bagi satuan pendidikan lainnya dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik.
Editor : Anggi Fridianto