32.5 C
Jombang
Friday, June 2, 2023

Ramadan Bulan Pengobatan Penyakit Batin

PEMBACA Jawa Pos Radar Jombang, sehat merupakan kenikmatan luar biasa. Yang diberikan Allah kepada hambanya. Dengan sehat, orang akan bisa melaksanakan ibadah. Dengan sehat, oranga kan bisa menjalankan aktivitas.

Ada juga kebalikannya, yakni sakit. Menurut Imam al Ghazali, sakit itu terbagi dua. Pertama, adalah sakit dhahiriyah. Ada kalanya penyakit jantung, penyakit paru dan lain sebagainya. Kedua, adalah penyakit batiniyah. Penyakit yang menyerang hati. Berupa sifat buruk, sifat iri, sifat dengki dan sebagainya.

Orang yang kena penyakit dhohir, akan cepat-cepat berobat. Karena seluruhnya ingin cepat sembuh. Karena ketika dia gagal berobat akibatnya adalah kematian. Mereka bisa mendatangi klinik, rumah sakit ataupun dokter. Bahkan, di zaman modern ini nyaris seluruh penyakit ada dokter spesialisnya.

Baca Juga :  Pengembangan Desa Wisata di Kawasan Ekonomi Khusus Singosari

Sementara untuk penyakit batiniyah, cenderung berbeda. Jangankan mereka mau berobat, justru banyak di antaranya bahkan tidak sadar kalau terkena penyakit hati. Mereka seringkali tidak sadar kalau punya penyakit syirik, ujub, sombong dan lain sebagainya. Memang aneh, kalau penyakit hati memang orang lain yang akan lebih tahu.

Padahal, dampak dari penyakit batiniyah ini lebih buruk. Orang yang tersentuh penyakit syirik, dengki, takabur, dia akan dijauhi orang di dunia karena sifatnya. Namun tidak saja cukup dengan itu, di akhirat ia juga akan menerima balasannya. Akan hancur disiksa oleh Allah SWT.

Karena itu, Ramadan ini adalah bulan yang penuh rahmat, berkah dan hikmat. Bulan inilah juga kesempatan kita mengobati penyakit batiniyah. Penyakit yang selama ini menghinggapi hati kita. Karena Ramadan ini adalah berkah.

Baca Juga :  Ruas Kabuh-Tapen Dipastikan Masih Hancur Hingga Lebaran

Seperti sabda Rasulullah SAW, Shuumu Tasihhu, berpuasalah niscaya engkau akan sehat. Sehat yang dimaksud pada hadits ini, tentu bukan saja sehat dhahirnya saja, tapi juga batinnya. Maka itu seluruh pembaca Jawa Pos Radar Jombang, Ramadan membentuk karakter kita menjadi orang yang rendah hati, orang yang sabar, dan ikhlas. Itu seluruhnya mampu mengobati penyakit hati.

Dengan beribadah sebaik-baiknya di bulan Ramadan, Insya Allah kita semuanya akan menjadi orang yang selamat. (*)

Oleh: Ustad Ghozi Rofiudin
(Pengasuh PPTQ Safinatul Huda Bandung Diwek)

PEMBACA Jawa Pos Radar Jombang, sehat merupakan kenikmatan luar biasa. Yang diberikan Allah kepada hambanya. Dengan sehat, orang akan bisa melaksanakan ibadah. Dengan sehat, oranga kan bisa menjalankan aktivitas.

Ada juga kebalikannya, yakni sakit. Menurut Imam al Ghazali, sakit itu terbagi dua. Pertama, adalah sakit dhahiriyah. Ada kalanya penyakit jantung, penyakit paru dan lain sebagainya. Kedua, adalah penyakit batiniyah. Penyakit yang menyerang hati. Berupa sifat buruk, sifat iri, sifat dengki dan sebagainya.

Orang yang kena penyakit dhohir, akan cepat-cepat berobat. Karena seluruhnya ingin cepat sembuh. Karena ketika dia gagal berobat akibatnya adalah kematian. Mereka bisa mendatangi klinik, rumah sakit ataupun dokter. Bahkan, di zaman modern ini nyaris seluruh penyakit ada dokter spesialisnya.

Baca Juga :  Bekas Lipstik & Bekas Sujud, Sama 'bekas' nya tapi Beda Wujudnya.

Sementara untuk penyakit batiniyah, cenderung berbeda. Jangankan mereka mau berobat, justru banyak di antaranya bahkan tidak sadar kalau terkena penyakit hati. Mereka seringkali tidak sadar kalau punya penyakit syirik, ujub, sombong dan lain sebagainya. Memang aneh, kalau penyakit hati memang orang lain yang akan lebih tahu.

Padahal, dampak dari penyakit batiniyah ini lebih buruk. Orang yang tersentuh penyakit syirik, dengki, takabur, dia akan dijauhi orang di dunia karena sifatnya. Namun tidak saja cukup dengan itu, di akhirat ia juga akan menerima balasannya. Akan hancur disiksa oleh Allah SWT.

Karena itu, Ramadan ini adalah bulan yang penuh rahmat, berkah dan hikmat. Bulan inilah juga kesempatan kita mengobati penyakit batiniyah. Penyakit yang selama ini menghinggapi hati kita. Karena Ramadan ini adalah berkah.

Baca Juga :  Kolom Gus Zuem, "Kalah"

Seperti sabda Rasulullah SAW, Shuumu Tasihhu, berpuasalah niscaya engkau akan sehat. Sehat yang dimaksud pada hadits ini, tentu bukan saja sehat dhahirnya saja, tapi juga batinnya. Maka itu seluruh pembaca Jawa Pos Radar Jombang, Ramadan membentuk karakter kita menjadi orang yang rendah hati, orang yang sabar, dan ikhlas. Itu seluruhnya mampu mengobati penyakit hati.

Dengan beribadah sebaik-baiknya di bulan Ramadan, Insya Allah kita semuanya akan menjadi orang yang selamat. (*)

Oleh: Ustad Ghozi Rofiudin
(Pengasuh PPTQ Safinatul Huda Bandung Diwek)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/