Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Student Journalism: Kenyang Melemahkan, Zikir Menguatkan

R
Penulis: Rojiful Mamduh❯
Nadia Izzatul Nafiah
Nadia Izzatul Nafiah

Advertisement

 

Selasa (7/4) bakda salat Magrib di Masjid UIiI Albab, Pondok Putri Pesantren Tebuireng, para santri mengikuti ngaji bandongan kitab Nasoihul ‘Ibad. KH Fahmi Amrullah Hadziq selaku pengasuh menyampaikan perkataan Yahya bin Muadz Arrazi tentang bahaya banyak makan. ’’Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya,’’ tuturnya.

Ini mengajarkan bahwa kita tidak dianjurkan berlebihan dalam makan karena dapat membuat tubuh berat dan malas beribadah.

Advertisement

Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-A’raf 31; Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.

Namun, ada pula yang makan lebih banyak karena banyak berzikir. Hal ini bukan untuk membenarkan berlebihan, melainkan karena zikir yang sungguh-sungguh dapat menguras tenaga sehingga tubuh membutuhkan energi agar tetap kuat beribadah.

Dengan demikian, terdapat perbedaan antara makan karena nafsu yang melemahkan dan makan karena kebutuhan yang menguatkan ibadah. Zikir yang khusyuk tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga melatih kesabaran dan keikhlasan.

Advertisement

Santri perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani agar tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan selalu ingat kepada Allah Ta’ala.

KH Hasyim Asy'ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menasihati agar penuntut ilmu tidak berlebihan makan dan tidur. Karena hal tersebut dapat melemahkan semangat ibadah dan belajar. Serta bisa mengeraskan hati.

 

Oleh: Nadia Izzatul Nafiah, Kelas X-E MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng

Advertisement
Editor : Anggi Fridianto

Artikel Terkait

RDP Bersama Bank Jombang, Komisi B DPRD Dorong Perbaikan Kinerja

RDP Bersama Bank Jombang, Komisi B DPRD Dorong Perbaikan Kinerja

Komisi B DPRD Jombang menyoroti kinerja PT BPR Bank Jombang Perseroda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jombang, Bagian Perekonomian, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Rabu (4

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

Tiga Tahun Tak Tuntas, Sertifikat 48 Bidang Tanah Warga Kedawong Terdampak Irigasi Pariterong

JOMBANG – Pemecahan sertifikat tanah warga terdampak proyek Irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) tak kunjung tuntas. Hingga mendekati akhir 2026, belum ada kepastian penerbitan sertifikat baru. Akibatnya, Pemerinta

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat, Puskesmas Cukir Jombang Perkuat Pembinaan Kader

Posyandu kini tak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), perannya diperluas menjadi pusat pelayanan masyarakat yang melibatkan berbagai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer